
Minerva yang berada di dalam kamar khusus di ruang kerja Austin sengaja mendengarkan pembicaraan antara Austin dengan Emir. Minerva sedikit terkejut saat Lilies sudah mengetahui bahwa dia adalah orang dibalik penangkapan Lilies hingga menyebabkan dirinya dipenjara.
Tetapi dengan cepat Minerva bisa menguasai dirinya sendiri. "Aku harus siap Bertempur untuk menjaga dan melindungi diriku sendiri." gumam Minerva yang kemudian menyalakan sistem scorpio untuk mencoba menyadap ponsel milik Lilies dan mengetahui apa saja yang Lilies rencanakan untuk melenyapkan dirinya.
Secepat kilat Sistem Scorpio melakukan penyadapan ponsel milik Lilies dan kini Minerva tahu dari mana Lilies mengetahui bahwa Minerva adalah dalang utama yang memasukkan Lilies ke dalam bui.
Kebetulan CCTV di ruang kerja Lilies juga terhubung dalam ponselnya hingga Minerva dapat melacak segala aktivitas Lilies.
Flashback ON
"Romy, katakan padaku apa kau adalah orang yang membantu Yolanda untuk melaporkan diriku ke kantor polisi?" tanya Lilies menginterogasi Romy.
Romy terdiam membisu tidak menjawab pertanyaan dari Lilies dan membuat Lilies naik pitam.
"Jawab aku, Romy! aku sudah tahu jika kau memiliki perasaan khusus untuk Yolanda. Jadi kau menyelamatkannya untuk menyerang bukan?" gertak Lilies yang sudah sangat marah melihat anak buahnya hanya diam saja tidak menjawab pertanyaannya kali ini.
"Oke jika kau masih saja belum menjawab, aku tidak akan segan-segan untuk membalas dendam padamu dan juga Yolanda." ancam Lilies.
Romy makin terkejut dengan ancaman Lilies yang lebih ganas dari sebelumnya. Dia fikir Lilies benar-benar akan jera setelah dijebloskan ke dalam penjara, namun ternyata ia salah dalam menilai Direktur nya sendiri.
"Maaf Nona, saya tidak mungkin mengkhianati anda. Saya memang memiliki perasaan khusus terhadap Yolanda, tapi bukan saya yang membantunya terlepas dari sekapan kita." jawab Romy.
__ADS_1
"Saya justru mencurigai karyawan baru kita yang baru satu hari bekerja di perusahaan milik anda." ucap Romy lagi membuat Lilies berfikir keras siapa orang yang dimaksud oleh Romy.
"Minerva." tebak Lilies dan Romy mengangguk.
"Karena seingat saya, yang memukul saya sampai pingsan adalah seorang wanita tanpa seragam perusahaan." jawab Romy.
"Kurang ajar!" umpat Lilies kesal. Ia tidak menyangka jika Minerva adalah dalang di balik semua ini. "Cepat cari kebenarannya atau aku akan menganngapmu sudah menuduh Minerva." pekik Lilies.
Romy pun langsung undur diri dari hadapan Lilies dan mengecek CCTV Perusahaan. Sayangnya ia tidak mendapatkan bukti dari CCTV. Saat Romy tidak menemukan buktinya dan mulai putus asa, ia berpapasan dengan satpam perusahaan yang kemudian menceritakan bahwa dia melihat Minerva membawa lari Yolanda.
Akhirnya satpam tersebut dibawa oleh Romy untuk menghadap Lilies. Mendengar cerita satpam tersebut, Lilies langsung mengatur jadwalnya untuk menemui Austin.
Flashback OFF
Sayangnya Austin tiba-tiba masuk ke dalam dan Minerva pun pelan pelan mematikan sistem scorpio dan menyimpannya.
"Apa kau mau pulang?" tawar Austin dan Minerva menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Aku tidak mau jika Mommy dan Daddy bertanya kepadaku kenapa aku pulang cepat." jawab Minerva.
"Aku juga sudah tidak apa-apa. Aku akan mulai bekerja saja." ucap Minerva yang kemudian berdiri dan berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah, Minerva merasa pusing dan terjatuh tidak sadarkan diri.
"Minerva!" pekik Austin melihat adiknya pingsan.
Austin langsung mengangkat tubuh adiknya dan merebahkan nya ke atas ranjang, sedangkan Emir yang masih di ruang kerja Austin langsung mendekat saat mendengar teriakan Austin dari dalam kamar.
"Apa yang terjadi dengan Minerva?" tanya Emir sedikit panik.
"Dia tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri." jawab Austin.
Dengan sigap Emir langsung menghubungi dokter untuk datang mengecek keadaan Minerva.
...๐๐๐...
Mohon maaf yaa, akhir khir ini jarang up karena kesibukan di dunia nyata. Sambil nunggu update dari aku, mampir yuk ke karya milik bestie aku.
Nama Pena : susanti 31
Judul Novel : Kembalinya Suamiku
ย Salsa Natasya Anajani tidak pernah menyangka akan mendapat kejutan yang luar biasa di hari ulang tahun putra kecilnya. Suami yang telah lama tiada kini kembali lagi dengan versi yang berbeda, mungkin fisik dan ketampanan masih sama, tapi tidak dengan sikap dan cinta untuknya. Azka Afrizal Wijaya pulang dengan ingatan yang hilang sepenuhnya, bahkan dengan tega mempertanyakan status Salsa istrinya. "Apa benar dia anakku dan kau istriku? Apa kau punya bukti tentang itu?" Mampukah Salsa membuktikan statusnya pada Azka? Atau ia harus menjadi asing di mata suaminya sendiri?ย
__ADS_1