
Andre menghubungi ponsel Yolanda, sayangnya Yolanda tidak kunjung menjawab panggilan dari Andre.
"Duh, Yolanda. Kamu dimana sih? angkat dong telfon aku." gumam Andre sambil terus medial ponselnya memanggil Yolanda.
...📲📲📲...
^^^"Halo." terdengar suara Yolanda di ujung panggilan.^^^
"Kamu dimana?"
^^^"Aku sudah di kontrakan. Ada apa?" jawab Yolanda malas.^^^
"Aku akan segera ke sana." tukas Andre sambil melangkahkan kakinya menuju ke perawat jaga.
^^^"Jangaaan! ini udah malem. Besok kita ketemu lagi di kantor ya. Bye, Ndre."^^^
...📲📲📲...
Yolanda langsung mematikan panggilan secara sepihak. Ia kembali memejamkan matanya dan meringkuk di balik selimutnya.
"Sust, saya titip pasien yang bernama Romy ya. Besok saya akan kembali lagi kesini." ucap Andre pada perawat jaga.
"Baik, Sir."
Kini Andre melangkahkan kakinya menuju parkiran. Rumah Andre cukup jauh dari rumah sakit. Akhirnya Andre pun memutuskan untuk menuju ke hotel Bee mengingat Minerva masih memesan hotel tersebut selama dua hari ke depan dan Yolanda sudah pulang ke kontrakannya.
Sesampainya di Hotel Bee, Andre langsung meminta password Kamar 707 pada resepsionis dan mengatakan bahwa ia adalah teman pemesan kamar tersebut.
"Siapa nama teman wanita anda, Tuan?" tanya Resepsionis hotel.
"Minerva Bee." jawab Andre yang kemudian langsung mendapatkan password kamar 707.
Andre pun langsung menuju kamar tersebut. Sesampainya di Kamar 707, Andre segera mencuci mukanya dan menuju ke tempat tidur. Andre merebahkan tubuhnya dan ia sangat terkejut ada seseorang yang meringkuk di dalam selimut.
"Haaah! Ada orang. Ini benar kamar nomor 707 kan?" gumam Andre pelan dan mengecek kembali kamar yang sudah dimasukinya.
__ADS_1
"Benar, lalu siapa yang ada dalam selimut ya? Yolanda sudah kembali ke kontrakannya." Andre diam dan mulai berfikir.
"Apa mungkin dia Minerva?" gumam Andre sambil berjalan ke arah tempat tidur. Ia duduk di tepi ran jang dan menyibak perlahan selimut yang menutupi seseorang yang lebih dahulu ada di dalam kamar 707.
Andre langsung membalik badannya saat melihat orang yang berada di balik selimut ternyata hanya menggunakan br* dan juga ce l* na da lam. Detak jantungnya langsung berdegub kencang melihat pemandangan tadi.
"Gila! ini benar-benar sudah gila!" umpat Andre yang sudah pa nas dingin melihat wanita di balik se limut meskipun ia belum tahu pasti siapa wanita tersebut.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa dari pada harus memaksakan diri tidur di atas tempat tidur. Belum sempat Andre beranjak, wanita di balik se limut tadi memeluk Andre dari belakang dan menariknya sampai Andre terjatuh di atas ran jang.
Kini wajah Andre berhadapan langsung dengan wajah wanita tersebut. "Yolanda!" pekik Andre pelan dan membuat Yolanda sedikit meng ge liat dan mengeratkan lengannya yang memeluk tubuh Andre dengan sangat erat.
Berkali - kali Andre menelan ludahnya kasar melihat Yolanda yang tamat sangat cantik dan se k si di mata Andre. Ia pun me-main-kan jari nya menelusuri wajah cantik Yolanda dan terhenti tepat di bi bir milik Yolanda.
"Kau sudah berani berbohong dengan ku ya! Jangan salahkan aku jika aku kali ini harus menghukum kebohongan, Yolanda!"
Andre memberanikan dirinya me nge c*p bibir Yolanda sekilas. "It's so sweet." puji Andre yang kemudian semakin berani me lu m*t bibir Yolanda dengan sangat ra kus sampai Yolanda sedikit me le ng*h akibat pa gu t*n Andre.
Setelah pu as me ma g*t bibir milik Yolanda, Andre pun mere-bahkan tu-buhnya tepat di samping Yolanda dan tak lama kemudian ia terlelap dalam tidurnya.
...❤️❤️❤️...
"Andre! Bagaimana dia bisa ada di sini?" gumam Yolanda.
Ia kembali mengingat mimpinya semalam saat bi birnya di lu mat oleh seseorang.
"Jangan jangan itu bukan mimpi?" tanya Yolanda sambil memegang bi birnya sendiri.
"Noooo!" teriak Yolanda sambil mendorong tubuh Andre, terlebih saat sudah sadar apa yang ia kenakan saat ini.
Teriakan Yolanda kali ini membuat Andre menyipitkan matanya yang masih sangat berat untuk terbuka. "Jangan berteriak Yolanda. Suara mu sangat menggangguku." gerutu Andre.
"Katakan padaku, bagaimana kau bisa berada disini. Heh!"
"Kita bicarakan nanti ya, aku masih sangat mengantuk, Yolanda." uap Andre kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
Akhirnya Yolanda pun menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sambil bertanya-tanya bagaimana bisa Andre masuk ke dalam kamarnya.
Andre masih tertidur pulas saat Yolanda selesai mandi. Dengan iseng Yolanda mendekati Andre dan memercikkan air ke wajah Andre.
"Cepatlah bangun dan katakan bagaimana kau bisa masuk ke sini." pinta Yolanda sambil terus memercikkan air ke wajah Andre.
Andre pun akhirnya terpaksa bangun karena ulah Yolanda. "Katakan dulu padaku, kenapa kau berbohong, Yolanda?"
"Emmm, aku tidak berniat berbohong sama sekali. Aku hanya salah bicara." tukas Yolanda yang masih berdiri di samping tempat tidur.
Andre pun duduk dan menarik Yolanda agar duduk di sampingnya. "Kau tidak perlu tahu bagaimana aku sampai di sini. Katakan padaku, apakah kau mencintai Romy?"
Pertanyaan Andre kali ini langsung dijawab Yolanda dengan gelengan kepalanya.
Andre pun mendekatkan dirinya dengan Yolanda. Bau harum tubuh Yolanda langsung masuk ke hidungnya dan Andre pun semakin berani memeluk pinggang Yolanda.
"Sekarang katakan padaku, apakah kau mencintaiku, Yolanda?"
Yolanda kini tercekat tak bisa menjawab pertanyaan dari Andre. Ia takut jika Andre hanya bercanda seperti sebelumnya. Jarak keduanya kini sangat dekat dan membuat Yolanda salah tingkah.
"Tidak perlu kau jawab karena aku akan segera tahu jawabannya." Bi bir Andre kini mendarat sempurna di bi bir Yolanda. Andre me nye sa* nya dan me ma g*tnya perlahan. Yolanda pun membalas permainan Andre pagi ini dan melingkar kan tangannya di leher Andre.
Keduanya sama sama tenggelam dalam perasaan mereka. Andre kini semakin berani mengusap punggung Yolanda dan membuat Yolanda langsung me re mang. Terlebih saat usapan nya kini beralih di bagian tubuhnya yang depan.
"Emmmmmmh." Yolanda mulai me le ng*h membuat Andre semakin bersemangat melakukan perkenalan dengan tu buh Yolanda yang masih berpakaian lengkap.
Tiba-tiba ponsel Andre berdering dan Yolanda langsung mendorong tu buh Andre. "Angkat dulu telfon nya." ucap Yolanda yang wajahnya sudah memerah.
"Oke. Jangan kemana-mana. Aku masih ingin melanjutkannya denganmu." ucap Andre mengambil ponselnya dan menerima panggilan yang masuk.
Sedangkan Yolanda kini menutup wajahnya malu.
'Ya Ampuun, Yolanda. Apa yang sudah kamu lakukan?' gumam Yolanda dalam hati.
'Bagaimana jika Andre tidak serius dan hanya bercanda denganmu?'
__ADS_1
'Bagaimana jika kau sudah mencintai Andre dan Andre justru mencintai wanita lain?'
'Oh My God, Aku harus bagaimana sekarang?'