Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Gara gara Yolanda


__ADS_3

Kepergian Austin membuat Yolanda merasa sangat bersalah dengan Minerva. Berulang kali ia mengucapkan kata Maaf nya dan berkali-kali pula Minerva menjawab bahwa itu bukanlah masalah yang besar. Dwayne pun juga sudah kembali ke apartemennya.


"Maafkan aku, Minerva. Aku adalah penyebab kemarahan Tuan Austin." ucap Yolanda.


"Ayolah Yolanda. Itu tidak seburuk yang kau fikirkan. Kau sama sekali tidak bersalah." jawab Minerva.


Minerva kemudian mengambil handuknya dan menuju ke kamar mandi. "Aku mandi dulu ya. Sepertinya setelah ini kau juga harus segera membersihkan diri agar lebih fresh, Yolanda." ucap Minerva yang kemudian menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Baiklah," jawab Yolanda yang kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Terlihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Andre dan juga pesan yang masuk.


Andre


Yolanda, kamu dimana? Kita pulang bareng yuk.


Andre


Yolanda, aku udah di depan kamar hotel. Kamu dimana sih?


Andre


Aku udah pergi, sekarang aku ada di rumah sakit Gezond. Tadi gak sengaja nyerempet orang. Kamu bisa tolongin aku gak Yolanda?


Pesan terakhir Andre membuat Yolanda sangat terkejut. Ia pun langsung mengetik pesan untuk Minerva karena ia harus segera pergi dan tidak bisa menunggu Minerva sampai selesai mandi.


^^^Yolanda^^^


^^^Minerva, maaf aku harus segera pergi. Temanku sedang dalam masalah besar sekarang.^^^


Setelah pesan untuk Minerva terkirim, Yolanda segera keluar dari apartemen Minerva. Tepat saat ia membuka pintu apartemen, Dwayne sudah berdiri di hadapannya.


"Eh, Tuan. Apa anda akan bertemu dengan Minerva?" tanya Yolanda dan Dwayne menganggukkan kepalanya.


"Nah, kebetulan sekali. Sampaikan pada Minerva, aku harus segera pergi karena ada suatu hal yang mendadak." tukas Yolanda sambil membuka pintu apartemen Minerva sedikit lebih lebar dan memudahkan Dwayne masuk ke dalamnya.


"Pergilah! Nanti aku akan sampaikan pada Minerva."


Kali ini Dwayne dengan mudah masuk ke dalam apartemen Minerva tanpa susah susah mengetahui password kunci pintunya.


Dwayne langsung duduk di sofa sambil memainkan ponselnya menunggu Minerva selesai mandi. Tak lama kemudian Minerva keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk meneriakkan nama Yolanda.


"Yol, mandilah! Aku sudah selesai." teriak Minerva membuat Dwayne berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Minerva.


Tetapi langkah Dwayne terhenti saat melihat Minerva yang sedang memilih bajunya di dalam lemari. Minerva benar-benar sangat seksi di mata Dwayne yang hanya mengenakan handuk yang di li litkan di tu buhnya itu.

__ADS_1


Dwayne yang posisinya kini ada di belakang Minerva menelan lu dahnya kasar saat Minerva sedikit membungkuk untuk mengambil pakaiannya.


"Yolanda titip pesan padaku untuk mengatakannya padamu jika dia ...."


Mendengar suara Dwayne, membuat Minerva berbalik dan langsung berteriak sambil menutupi da da nya dengan kedua tangannya.


"Aaaaaargh! Apa yang anda lakukan di kamarku Tuan?" tanya Minerva.


"Eh, aku hanya ingin menyampaikan pesan dari Yolanda. Tidak lebih." jelas Dwayne.


Jangan ditanya bagaimana gugupnya Dwayne saat ini yang berhadapan langsung dengan Minerva. Jantungnya berdegub sangat kencang padahal jarak mereka berdua tidak terlalu dekat.


Sedangkan Minerva kali ini merasa sangat malu. Ia pun mengambil bajunya sembarangan dan bergegas menuju kamar mandi.


"Tunggu saja di luar! Aku mau mengganti bajuku dulu."


Melihat Minerva yang berlari ke kamar mandi membuat Dwayne mengulum senyumnya. Ia pun berbalik dan kembali lagi duduk di sofa. Untuk menghilangkan rasa canggungnya, Dwayne pun menyalakan televisi milik Minerva.


...☘️☘️☘️...


"Dimana Yolanda?" tanya Minerva yang sudah memakai kaos dan celana pendeknya.


"Ada kepentingan mendadak yang mengharuskannya segera pergi." jawab Dwayne.


Minerva pun mengecek ponselnya dan benar, Yolanda juga telah mengirim pesan untuknya.


Minerva bertanya pada Dwayne tanpa menatap ke arahnya karena ia masih sedikit merasa malu.


"Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan padamu, Minerva."


Dwayne langsung menjelaskan tentang perubahan sikap Lilies yang masih berasa di dalam jeruji. Ia juga menjelaskan tentang permintaan Austin padanya untuk mencabut gugatannya pada Lilies.


"Lalu, apa hubungannya denganku?" tanya Minerva setelah mendengar penjelasan dari Dwayne.


Pertanyaan Minerva membuat Dwayne terdiam sesaat.


"Emmmm, aku akan mencabut gugatan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Lilies. Dan aku ingin meminta tolong padamu tentang syarat yang harus aku ajukan." jawab Dwayne membuat Minerva mengerutkan dahinya.


"Anda sangat lucu, Tuan Dwayne. Kenapa anda tadi tidak menjelaskan pada Kak Austin jika sepupunya itu sudah berubah? Aku yakin jika dia tahu sepupunya sudah menyesal, dia tidak akan searah itu padaku."


Dwayne sedikit tersentak dengan ucapan Minerva kali ini.


"Apa kau merasa menyesal telah membantuku kali ini, Minerva? Apa kau juga menyayangkan saat Austin kini marah terhadapmu?" Dwayne balik bertanya pada Minerva.

__ADS_1


Dwayne kini merasa Minerva memang memiliki perasaan khusus pada Austin dan tentunya membuatnya sangat cemburu.


"Entahlah. Aku juga tidak tahu." jawab Minerva dengan nada kesal.


"Apa kau mencintai Austin?" Kali ini Dwayne memberikan pertanyaan yang dia sendiri tidak siap untuk mendengarkan jawaban Minerva.


"Anda sama sekali tidak berhak untuk mengetahui perasaan seseorang, Tuan. Terlebih anda baru saja mengenal orang tersebut." balas Minerva.


"Aku sendiri juga tidak berniat sedikit pun bertanya pada anda. Apakah anda mencintai Direktur Lilies? karena dengan mudahnya anda mau mencabut gugatan anda."


"Bagaimana jika aku jawab bahwa aku tidak mencintai Lilies sama sekali, apa kau juga akan menjawab pertanyaanku, Minerva?"


Dwayne menatap Minerva lekat lekat menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya. Mendapat tatapan tajam dari Dwayne membuat Minerva membuang wajahnya.


"Aku tidak bertanya pada anda, bukan? Aku hanya mengatakan bahwa aku tidak berniat menanyakan hal privasi kepada orang yang baru saja aku kenal."


"Dan yang aku ucapkan tadi hanyalah contoh dari pertanyaan saja, tidak lebih." jelas Minerva membuat Dwayne mulai kehilangan kesabaran.


Dwayne semakin memberanikan dirinya untuk duduk lebih dekat dengan Minerva sampai Minerva terpojok di sofa.


"Orang yang baru saja kau kenal?" tanya Dwayne dan Minerva menganggukkan kepalanya. Ia merasa sedikit takut saat Dwayne semakin mendekat ke arahnya dan kini memegang dagu Minerva.


"Antara aku dan Austin, siapa yang lebih kau kenal, Minerva Bee?" tanya Dwayne yang masih memegang dagu Minerva.


Minerva menepis tangan Dwayne yang memegangi dagu nya, "Tentu saja aku lebih mengenal Kak Austin dari pada anda. Tolong menjauhlah, Tuan." Minerva mendorong da da Dwayne agar sedikit menjauh darinya.


"Bagaimana jika aku tidak mau?" Dwayne tetap tidak beranjak sedikit pun.


"Kenapa?"


"Because, You're Mine." jawab Dwayne membuat Minerva tercekat dan melepaskan tangannya dari da da Dwayne.


...🌿🌿🌿...


Hai Guys, mampir yuk ke novel temen aku,


judulnya My Boss My BRONDONG karya MeKha Chan


...BEKERJA DENGAN BOSS YANG UMURNYA LEBIH MUDA DARIMU, MEMBUATMU MERASA HARUS LEBIH DIHORMATI? TIDAK DENGAN BOSS SATU INI, DIA ADALAH BOSS YANG LEBIH DINGIN DARI SEBONGKAH ES....


...Indira Pertiwi, seorang janda berusia 30 tahun mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak satu-satunya....


...Awalnya Indi ditolak di perusahaan Wijaya yang dipimpin oleh Arya Wijaya, namun pada akhirnya Indi diterima juga di perusahaan Arya. Walaupun harus menghadapi Boss yang super dingin, tapi demi pekerjaan Indi tetap bertahan. Sampai suatu saat ada benih-benih rasa tumbuh dan berkembang....

__ADS_1


...Bagaimana kelanjutan cerita Indi? Dan apakah Indi akan bahagia pada akhirnya saat menjalin hubungan dengan seorang Arya Wijaya?...



__ADS_2