Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Permintaan Mommy


__ADS_3

Di rumah sakit Gezond.


Austin terus saja memegangi tangan Mommy nya sambil diliputi rasa cemas dalam hatinya. Sudah lama penyakit jantung mommy tidak kambuh. Dulu Mommy hampir terkena pembengkakan jantung juga karena shock. Untungnya itu cepat dapat teratasi karena masalah yang membuat Mommy nya shock cepat terleraikan.


"Austin." panggil Mommy nya yang sudah sadar. "Kenapa kau tidak cerita pada Mommy, tentang masalah Lilies?"


"Maafkan aku, Mom. Aku hanya tidak mau buat Mommy khawatir." jawab Austin yang terus saja menggenggam tangan Mommy nya.


"Tapi Mommy jangan khawatir. Aku akan pastikan Lilies tidak akan lama berada di dalam penjara. Asalkan dia benar-benar mau berubah." timpal Austin.


"Mommy harap juga begitu. Sepertinya hidup Mommy tidak akan lama. Dada Mommy terasa sangat sesak, nak."


"Jujur, Mommy sangat lelah menunggumu yang tak kunjung mengenalkan calon menantu untuk Mommy."


"Jangan berkata seperti itu, Mom." pinta Austin dengan mata yang berkaca-kaca. "Jika Mommy merindukan Daddy, aku sudah memintanya untuk datang menjenguk Mommy."


"Daddy juga sudah memutuskan untuk tinggal lama di sini karena pekerjaan Daddy sudah selesai semua." jelas Austin.


"Kenapa kau tidak pernah memahami Mommy yang sangat mendambakan seorang menantu?" keluh Mommy Moona membuat Austin bingung harus menjawab apa.


"Maafkan aku, Mom. Aku sudah membuat Mommy kecewa." ucap Austin pelan.


Mommy Moona langsung mengusap kepala anak laki-laki satu-satunya itu. "Siapa gadis cantik yang kau bawa ke butik waktu itu?" tanya Mommy Moona.


"Dia Minerva Mom, aku baru saja bertemu dengannya setelah delapan tahun kita tidak saling berjumpa." jawab Austin.


"Apa kau mencintainya?"


Austin kali ini tidak bisa memungkiri pertanyaan dari Mommy nya. Ia memang mencintai Minerva, sampai nama hotelnya pun dinamakan Bee Hotel. Tapi sayangnya ia belum tahu bagaimana perasaan Minerva terhadapnya.


"Aku sangat mencintainya, Mom. Tapi aku tidak tahu siapa yang dicintai oleh Minerva." jawab Austin.


"Bisa kau bawa ia datang kemari menjenguk Mommy? Entah kenapa semenjak pertemuan Mommy dengannya di butik waktu itu membuat Mommy terus memikirkan gadis itu." pinta Mommy Moona.


"Aku akan membawanya menjenguk Mommy, tapi Mommy janji harus sembuh ya dan Mommy tidak boleh membahas apapun tentang Hubungan ku dengan Minerva."


Austin kali ini memberi ultimatum awal pada mommynya karena ia takut mommynya meminta macam-macam dengan dalih sakit jantung yang saat ini sedang dideritanya.

__ADS_1


"Hemm, Mommy tahu apa yang kau fikirkan saat ini, nak. Tenang saja, Mommy hanya ingin bertemu dengan Minerva. Tidak lebih." ucap Mommy Moona.


"Baiklah, aku akan segera membawa Minerva bertemu dengan Mommy."


Austin langsung keluar dari ruang mommynya dan segera menghubungi Minerva.


"Hai Minerva. Kau ada dimana?" tanya Austin saat Minerva sudah menerima panggilan darinya.


"Aku sedang pergi bersama Jovita. Ada apa Kak?"


"Kirim lokasimu sekarang ya. Ada hal penting yang harus aku sampaikan." ucap Austin yang kemudian langsung mematikan panggilannya.


Minerva yang saat ini sedang berada di taman hiburan bersama Jovita langsung mengirim pesan ke Austin.


"Siapa yang telfon?" tanya Jovita.


"Kak Austin, yang tadi nganterin aku ke rumah Papi." jawab Minerva. "Gak tau jih dia kenapa tiba-tiba minta share loc gitu aja."


"Penting kali." tebak Jovita. "Apa dia kekasihmu, Minerva?"


Pertanyaan Jovita kali ini membuat Minerva mengerutkan dahinya.


"Minerva ku sayang. Mana ada hari gini seorang perempuan berteman dekat dengan laki-laki? Apalagi di usia kita yang sekarang ini hampir seperempat abad."


"Lalu?"


"Apa dia perhatian denganmu?" tanya Jovita kemudian dan Minerva mengangguk padanya.


"Apa dia pernah dengan sengaja menggenggam tanganmu atau bahkan menggandengmu?" tanya Jovita dan kini Minerva kembali menganggukkan kepalanya.


"Fix, aku yakin lelaki yang kau panggil Kak Austin itu pasti memiliki perasaan khusus padamu. Sayangnya peri baik hatiku ini salah satu wanita yang tidak peka dengan simbol yang diberikan oleh laki-laki."


Minerva memutar bola matanya malas mendengar ucapan Jovita kali ini.


"Jangan mengada-ada. Aku sangat tidak percaya dengan omong kosongmu kali ini, Jo." Minerva masih saja mengelak.


"Oke, begini saja. Sekarang mungkin kau menganggap hal itu biasa. Tapi sebentar lagi kau akan merasa hal yang berbeda ketika bersama dengannya." ucap Jovita dan Minerva hanya mengedikkan bahunya.

__ADS_1


Tiba-tiba mobil milik Austin berhenti tepat di depan Minerva dan Jovita duduk. Jovita langsung membuka mulutnya dan terkejut setelah melihat sosok yang keluar dari mobil. Melihat Jovita seperti itu, Minerva langsung menepuk lengan Jovita dan Jovita langsung menutup mulutnya.


Minerva pun mengenalkan Austin pada Jovita dan keduanya saling berkenalan. Setelah itu Minerva dan Austin pun undur diri dari hadapan Jovita. Saat mobil yang ditumpangi Minerva hilang dari pandangan, Jovita langsung mengetik pesan untuk Minerva.


Jovita


Oh My God, Minerva. Aku bener-bener gak nyangka Austin setampan itu. Please deh jangan sia siapin cowok limited edition kayak dia. Udah tampan, macho, perhatian, tajir pula.


Minerva yang membaca pesan dari Jovita pun mengulum senyumnya dan mengetik pesan balasan untuk Jovita.


^^^MInerva^^^


^^^Kamu mau sama Austin? Kalo kamu suka ambil aja. 😊^^^


Jovita


Yaelah, dia kan sukanya sama kamu bukan sama aku. Gimana sih. 🙄


"Lagi chat ama siapa sih? Happy bener bawaannya." tanya Austin dan Jovita langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas.


"Ama Jovita. Dia kayaknya naksir tuh sama kakak." jawab Minerva.


"Duuh, sayangnya aku udah naksir sama seseorang tuh, gimana?" timpal Austin.


"Oh yaaaa? Waah, jangan lupa kenalin ke aku ya Kak siapa cewek yang udah ditaksir sama kakak." ucap Minerva yang terdengar tanpa beban.


"Hemm, gampang deh ntar. Oh iya. Aku mau bawa kamu ke rumah sakit jengukin Mommy Moona."


"Emang ada apa sama tante Moona?" tanya Minerva.


Austin pun menceritakan Mommy nya yang terkena serangan jantung karena terkejut mendengar kabar dari Lilies. Tidak hanya itu, Austin juga menyampaikan keinginan Mommy nya yang ingin bertemu dengan Minerva.


Mendengar penjelasan Austin, Minerva pun diam-diam menyalakan sistem scorpio dan mencari tahu tentang serangan jantung yang terjadi pada Mommy Moona.


"Apa Mommy sudah lama memiliki riwayat sakit jantung?" pertanyaan Minerva kali ini pun di iya kan oleh Austin.


Minerva membaca informasi dari sistem scorpio untuk membawakan Mommy Moona Buah delima yang bermanfaat untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah pembentukan sumbatan pada pembuluh darah. Tujuannya agar aliran darah dari dan ke jantung, serta pembuluh darah di seluruh tubuh tetap lancar.

__ADS_1


"Kak, kita mampir ke toko buah ya. Aku mau beliin buah delima buat Tante Moona." pinta Minerva sambil kembali menyimpan sistem scorpio nya.


"Oke, di depan rumah sakit ada toko buah. Nanti kita mampir kesana ya." timpal Austin.


__ADS_2