
Keesokan harinya Jovita bangun lebih awal dari Minerva. Ia mulai membereskan apartemen Minerva dan juga menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Makanan yang dibelikan Emir tadi malam dipanaskan oleh Jovita. Setelah itu baru Jovita bersiap-siap untuk mandi.
Minerva kini mulai mengerjapkan matanya saat mencium bau harum masakan yang dibuat oleh Jovita. Ia kemudian bangun dan membersihkan dirinya di kamar mandi.
"Waaah, bau harum masakanmu membuat perutku lapar Jo." ucap Minerva yang sudah mandi dan melihat Jovita sedang bersiap pergi ke kantor.
"Aku tidak memasaknya, itu semalam kak Emir membelikan nya untuk kita. Jadi aku tinggal menghangatkannya saja." jelas Jovita.
Minerva melihat beef teriyaki, Chicken egg roll, Shrimp roll, salad sayur an nasi putih di atas meja membuatnya langsung menarik kursi makan dan duduk manis di atasnya.
"Jo, kemarilah!" pinta Minerva. "Kita sudah lama tidak sarapan bersama bukan?" ajak Minerva dan Jovita pun langsung mendekat ke arah meja makan.
"Minerva, maafkan aku yang dulu tidak berbuat baik denganmu." ucap Jovita sambil menarik kursi.
"Sudahlah Jo, jangan kau fikirkan lagi masalah itu. Bukankah hubungan kita sekarang sudah membaik?" tukas Minerva sambil mulai menyantap sarapannya.
"Bolehkah nanti aku berkunjung ke rumah papi dan menikmati sarapan bersama dan papi?" tanya Minerva kemudian.
"Tentu saja boleh, bagaimana kalu malam ini kau menginap di rumah papi?" tawar Jovita. "Tapi apa kau nyamandengan rumah kecil seperti itu Minerva?"
Pertanyaan Jovita kali ini membuat Minerva langsung menendang kaki Jovita pelan.
"Awh!" pekik Jovita.
"Memang kau fikir aku ini apaan? Hah!!" timpal Minerva kesal.
"Iya deh, maaf." sungut Jovita merasa bersalah. "Aku hari ini akan menjalankan apa yang kau sarankan Minerva." ucap Jovita kemudian.
"Baiklah, kau berangkat saja dulu ke kantor. Nanti aku akan datang tepat jam 9. Bagaimana?" tanya Minerva da Jovita langsung mengangguk setuju.
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat duluan ya." Jovita segera menyelesaikan sarapannya dan beranjak pergi ke kantor.
Sedangkan Minerva masih menikmati sarapannya sambil bermain ponsel. Ia pun menyalakan sistem scorpio untuk mengecek kembali step penyelesaian masalah Jovita.
...🐾🐾🐾...
Sedangkan pagi ini Austin sudah tiba di bandara untuk menyambut kedatangan daddynya. Betapa terkejutnya Austin saat mendapati daddynya ternyata datang bersama dengan anak buahnya yang merupakan pakar rasi bintang dunia seperti kedatangan daddynya delapan tahun yang lalu.
__ADS_1
PoV Austin
Sepertinya aku tidak pernah mengatakan pada daddy jika Minerva masih hidup. Tapi kenapa Daddy kembali membawa anak buahnya kemari?
Ya Ampuuuun, Daddy. Kenapa kau kembali mempersulit untuk mendapatkan cinta dari Minerva? Pantas saja Minerva tidak kunjung menerima perasaanku.
Tapi, apa Minerva juga mengetahui tentang hal ini? sehingga dia menolak ajakanku untuk menjemput daddy.
Huuuuuh! masalah apa lagi yang akan aku alami saat ini?
...☘️☘️☘️...
"Hello Son!" sapa Daddy Arthur menepuk bahu putranya. "Kenapa melamun sepagi ini?" tepukan Daddy Arthur dibahu Austin membuyarkan lamunannya.
"Daddy, aku pikir Daddy datang sendiri." ucap Austin dengan nada bicara yang terdengar tidak bersahabat.
"Hei, kita sudah lama tidak berjumpa. Kenapa kau tidak memeluk Daddy dan justru bersikap seperti itu?" tanya Daddy Arthur sambil memeluk putranya.
Austin masih bersikap dingin dengan daddynya, terlebih pertanyaannya tidak kunjung dijawab. Daddy Arthur pun kini paham dengan sikap putranya, ia meminta para anak buahnya untuk berjalan lebih dahulu.
" Austin, apa yang sebenarnya sedang kau fikirkan? Daddy sama sekali tidak paham dengan sikapmu kali ini."
"Bukan apa-apa nak. Daddy hanya mengajak mereka berlibur saja. Kebetulan juga ada kerja sama dengan beberapa perusahaan IT di sini." jelas Daddy Arthur.
"Aku bukan anak kecil lagi yang mudah Daddy bohongi." Austin makin kesal dengan daddynya dan berjalan lebih dulu meninggalkan daddynya.
Setelah memesankan taksi untuk anak buah daddynya, kini Austin menuju mobilnya. Terlihat Pak Mamat sedang mengobrol dengan Daddy Arthur.
"Nona yang sedang dekat dengan den Austin sangat cantik Tuan. Saya saja sampai terpesona." ucap Pak Mamat pada Tuan Arthur.
"Benarkah kata Pak Mamat jika Kau sedang dekat dengan seorang gadis cantik, Nak?" tanya Daddy Arthur saat putranya sudah masuk ke dalam mobil.
"Daddy tidak perlu basa basi dengan pertanyaan itu. Karena aku yakin Daddy juga sudah tahu." jawab Austin ketus.
"Austin, katakan pada Daddy apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Daddy Arthur.
"Aku hanya kecewa dengan Daddy. Apa Daddy tidak ingat delapan tahun yang lalu? Gara-gara Daddy dan anak buah Daddy, aku jadi kehilangan Minerva." jelas Austin tanpa memandang ke arah daddynya.
__ADS_1
Daddy Arthur membuang nafasnya kasar. Dia tidak menyangka jika putra kesayangannya ternyata trauma dengan kedatangannya bersama dengan anak buahnya.
"Bukankah sudah berulang kali Daddy katakan jika Daddy sama sekali tidak ada hubungannya dengan hilangnya Minerva?" balas Daddy Arthur.
"Daddy minta maaf jika itu membuatmu kecewa dengan Daddy. Tapi percayalah nak, Daddy tidak akan mengulang untuk kedua kalinya. Trust me, please." ucap Daddy Arthur sungguh-sungguh.
Kali ini Austin baru tergerak untuk memandang ke arah daddynya. "Aku butuh pembuktian dari Daddy, bukan hanya omong kosong."
"Baiklah, kau bisa pegang ucapan Daddy kali ini." Daddy Arthur menyodorkan kelilingkingnya ke arah Austin.
"Aku pegang ucapan Daddy," timpal Austin sambil menakutkan kelingkingnya.
"Peluklah Daddy, apa kau tidak merindukanku?" tanya Daddy Arthur merentangkan kedua tangannya.
Austin pun memeluk daddynya dengan sangat erat. Bohong besar jika ia tidak merindukan daddynya yang sudah hampir dua tahun tidak bertemu.
"Katakan pada Daddy, siapa gadis cantik yang sudah mencuri hati putra kesayangan Daddy ini?" tanya Tuan Arthur.
"Emmmh, aku masih belum bisa mengatakannya pada Daddy. Karena itu adalah privasiku." jawab Austin sambil melepaskan pelukannya.
"Baiklah, Daddy akan menghormati privasi putra Daddy. Hanya saja satu hal yang kamu harus tahu, Austin. Kamu dilarang untuk jatuh cinta pada Minerva."
Deg! Austin terkejut dengan ucapan Daddynya kali ini.
"Daddy tahu dari mana Minerva masih hidup?" tanya Austin dengan tatapan tajam nya.
"Tentu saja dari Mommy mu. Kenapa kau begitu terkejut mendengarnya?" tanya Daddy Austin.
"Daddy sudah berjanji padaku untuk tidak mengulangi kesalahan Daddy delapan tahun yang lalu kan? Tapi apa maksud semua ini?" Austin sangat kesal dengan daddynya kali ini. Terlebih saat ia dilarang untuk jatuh cinta degan Minerva.
"Austin, Daddy tidak akan menyakiti Minerva seperti apa yang kau duga. Daddy sungguh sangat menyesali kesalahan daddy saat itu. Jika perlu Daddy akan bersimpuh di kaki Minerva untuk mendapatkan Maaf nya." jelas Tuan Arthur.
Sayangnya Austin sudah terbakar amarah yang luar biasa saat ini dan enggan untuk mendengarkan penjelasan dari daddynya.
"Cukup Daddy! Aku tidak mau mendengar lagi omong kosong Daddy. Pak Mamat, hentikan mobilnya di sini. Biarkan aku turun di sini dan memesan taksi dari pada harus satu mobil dengan Daddy." teriak Austin.
Mau tidak mau Pak Mamat menurunkan Austin di pinggir jalan dan Austin segera keluar dari mobil sambil membanting pintu.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Arthur kini yang tidak paham dengan sikap putranya hanya diam saja tidak menanggapi.
"Kita langsung ke rumah sakit saja Pak Mamat, jangan hiraukan Austin. Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri." ucap Tuan Arthur dan Pak Mamat pun langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.