
Semenjak dinner malam itu, Kenzi tidak lagi begitu berambisi dengan Minerva karena ia sama sekali tidak berani untuk sunat. Tetapi tetap saja masih posesif setiap bertemu dengan Minerva.
Sementara itu di Markas besar MackTan, mereka sedang menguji coba bahan peledak yang akan dikirimkan untuk menghancurkan Minerva. Sudah satu bulan mereka membuat bom yang berupa kue tart, dimana jika kue tersebut dipotong menggunakan pisau maka yang pertama terjadi adalah keluarnya api yang langsung menyambar tangan si pemotong roti.
Dan ketika pemotong roti tersebut kaget dan melemparkan pisau tersebut, roti itu seketika akan meledak dan menghancurkan beberapa orang di sekitarnya sampai hancur lebur.
Titan Mack langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera naik ke mobil karena mereka akan menguji bahan peledak tersebut di tengah lautan. Setelah semuanya sudah naik ke atas mobil, mereka pun menuju ke pantai dimana dulu Titan melenyapkan Minerva.
Sesampainya di tepi pantai, Titan dan anak buahnya langsung memesan kapal kecil untuk menuju ke tengah lautan.
"Tuan, apa tidak sebaiknya langsung kita kirimkan saja rotinya pada Minerva?" tanya anak buah kepercayaan Titan.
Titan Mack diam sejenak dan kemudian menggelengkan kepalanya. "No, aku harus pastikan dulu kekuatannya. Aku tidak mau gagal lagi untuk kedua kalinya." jawab Titan.
Akhirnya Titan dan kesepuluh anka buahnya pun langsung naik ke kapal. Roti yang berisi bom kini berada di tengah tengah kapal. Titan pun langsung memerintahkan nahkoda untuk segera menjalankan kapal.
Setelah sampai di tengah lautan, anak buah Titan mulai menyiapkan kapal sekoci untuk meletakkan roti yang berbahan bom tersebut.
Kapal sekoci pun siap, kini Titan sendiri yang akan meletakkan roti bom tersebut ke dalam kapal. Dengan sangat hati-hati ia mengangkat kardus roti tersebut.
Dua anak buah Titan mulai mengikatkan tali ke kardus roti agar Titan mudah untuk menurunkannya ke sekoci. Tiba-tiba saja Titan memekik kesakitan saat lengan tangannya di gigit oleh semut api.
"Aaaarggghhh!" pekik Titan sambil melemparkan kardus roti tersebut ke atas dan
DUARRR! bom seketika meletus karena kardus roti yang dilempar Titan mengenai besi kapal.
Gumpalan awan tebal langsung membumbung tinggi ke angkasa. Kapal yang dinaiki oleh Titan dan anak buahnya langsung hancur tak bersisa. Ombak dari tengah lautan pun bergulung lebih tinggi menuju dataran pantai.
...🍀🍀🍀...
Tepat di saat yang sama, Minerva yang sedang membuka sistem scorpio pun melihat apa yang kini sudah terjadi pada Titan.
__ADS_1
"Kapalnya meledak dan ini sama persis dengan beberapa tahun yang lalu saat Titan berusaha untuk melenyapkan aku." gumam Minerva.
"Tapi Titan sudah mati atau kembali ke alam dewa?" tanya Minerva pada dirinya sendiri sambil terus mengontak atik layar sistem scorpio.
Kini sistem scorpio memperlihatkan gumpalan asap yang membumbung tinggi di angkasa. Sama sekali tidak memperlihatkan Titan kembali ke alam dewa.
Minerva pun mulai mengecek ke bawah permukaan laut dan mulai tampak puing-puing tubuh anak buah Titan. Minerva terus mengamati dengan seksama dan belum menemukan dimana puing tubuh Titan.
Sampai ke dasar laut pun Minerva belum menemui tanda-tanda mengenai Titan Mack. Adakah ia sudah hancur bersama dengan hancurnya kapal dengan anak buahnya atau tidak.
Tetapi Minerva terus mengamati secara detail hingga ia menemukan kepala Titan Mack yang masih utuh di balik batu karang besar di dasar laut.
"Aaaarrrrgghhh!" teriak Minerva ketakutan saat melihat mata Titan yang melotot.
"Ada apa Minerva?" tanya Mommy Moona yang langsung berlari ke kamar Putrinya saat mendengar Minerva berteriak.
Minerva pun memegangi dadanya sambil mengatur nafasnya yang memburu. "Tidak ada apa-apa Mommy." ucap Minerva.
"Mommy kira ada apa-apa yang terjadi padamu, sayang." ucap Mommy Moona sedikit merasa tenang.
"Lain kali jangan melamun ya." Moona mengusap kepala Putrinya dan Minerva pun mengangguk.
"Mom, Minerva bosan jika terus menerus terkurung di Mansion." rengek Minerva.
"Tapi ini demi keselamatan mu, sayang. Mommy tidak mau terjadi apapun terhadapmu meski kau sudah teruji mampu bela diri."
"Tapi, Mom. Minerva sangat ingin berbelanja atau setidaknya cukup keluar dari Mansion naik mobil dan kembali lagi tanpa turun dari mobil sedikit pun." pinta Minerva dengan memperlihatkan puppy eyesnya.
"Huuuh, baiklah sayang. Mommy akan bicarakan masalah ini dengan Daddy. Jika Daddy setuju, maka kamu akan mama temani jalan-jalan keluar dengan mobil." ucap mommy Moona yang kemudian meninggalkan kamar Minerva.
...🍀🍀🍀...
__ADS_1
Kabar meledaknya kapal yang dinaiki oleh Titan Mack langsung terdengar oleh Daddy Arthur dan para pakar rasi bintang. Arthur langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengecek ke lokasi dimana kapal tersebut meledak.
Setelah itu Daddy Arthur pun langsung menghubungi Austin dan juga Emir untuk segera merapat. Karena kemungkinan anak buah Titan yang tidak ikut serta ke tengah laut pasti akan menuju ke dermaga.
Baru selesai menghubungi Austin dan juga Emir, ponsel Daddy Arthur pun kembali berdering dan nampak nama Mommy Moona di layar ponselnya.
"Ada apa sayang?"
"..."
"Jangan sekarang ya, Daddy akan mengizinkannya nanti saat Daddy sudah pulang."
"..."
"Coba rayu dan temani Minerva agar dia mengerti dengan keadaan saat ini."
"..."
"Love you too, sayang." ucap Daddy Arthur mengakhiri panggilannya dengan Mommy Moona.
Kemudian ia pun bergegas menuju ke lobby karena Austin dan Emir akak menunggunya di sana.
🍀🍀🍀
Readers tercinta, mampir yuk ke Novel bestie aku.
Judulnya : Asisten Culun
Karya : L'Fere
__ADS_1