
Austin dan Emir kini memutuskan untuk pulang ke apartemen milik Emir karena sudah waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Mereka berharap keesokan paginya bertemu dengan Minerva di apartemennya.
Austin segera masuk ke dalam kamar tamu dan merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah. Emir pun masuk ke dalam kamarnya dan langsung terlelap dalam tidurnya.
...🌅🌄🌅...
Keesokan harinya, Minerva mulai mengaktifkan ponselnya dan banyak sekali pesan dan notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya. Paling banyak adalah panggilan dan pesan dari Austin. Setelah itu Emir, Jovita dan juga Papi Aris yang begitu mengkhawatirkan Minerva.
Minerva langsung menelfon Papi Aris dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Minerva juga menceritakan bahwa ia kini sudah bertemu dengan keluarganya dan juga berada di Mansion.
Setelah itu, Minerva mengirim pesan yang sama untuk Austin dan Emir yang semalaman mencari dan begitu mengkhawatirkan dirinya.
📩 Minerva
Aku baik-baik saja dan jangan terlalu mengkhawatirkan diriku. Aku juga sudah pulang. Sampai bertemu di Mansion ya. Maaf sudah membuat risau semalaman. 🙏
Setelah mengirim pesan, Minerva segera membersihkan dirinya dan turun untuk sarapan. Ternyata Mommy dan Daddy sudah menunggunya di meja makan.
"Morning Mom.. Morning Dad.." Minerva menampilkan senyum indahnya pagi ini.
"Morning baby." jawab Daddy dan Mommy nya bersamaan.
"Bagaimana tidurmu, sayang. Kau tidur larut malam ya setelah membantu Daddy." timpal Mommy sambil mengusap punggung putrinya.
"Sangat nyenyak, Mom. Minerva sangat senang bisa membantu masalah Daddy." ucap Minerva.
"Hari ini, Daddy akan mengajak kalian berlibur di Bali. Nanti anak buah Daddy akan menyusul setelah membuat laporan di kantor IT Pusat. Bagaimana?" tawar Daddy.
"Waaaah, ide bagus Daddy. Kebetulan pekerjaan Minerva untuk tiga hari ke depan juga sudah selesai." balas Minerva senang.
Baru kali ini Minerva akan berlibur ke pulau Dewata yang sangat ia impikan sejak kecil. Tentu saja tawaran Daddy Arthur kali ini tidak akan Minerva tolak.
"Kalau begitu kita akan bersiap-siap setelah sarapan." ucap Daddy Arthur.
Mereka bertiga pun langsung menyantap sarapan mereka dan bersiap siap untuk berlibur ke Bali.
__ADS_1
...✈️✈️✈️...
Tepat pukul 10.00 pagi Austin berteriak menggedor pintu kamar Emir dan mengatakan bahwa Minerva sudah ada di Mansion. Emir yang baru selesai mandi pun segera membuka pintu kamarnya.
"Gak usah pake teriak! Minerva juga sudah mengirim pesan untukku." ucap Emir memperlihatkan pesan dari Minerva.
Austin membaca pesan yang dikirim Minerva untuk Emir, isinya sama persis dengan pesan yang dikirimkan Minerva untuknya.
"Si*l, aku kira Minerva hanya mengirim pesan untukku. Ternyata dia juga mengirimimu pesan yang isinya sama denganku." gerutu Austin kesal.
"Aku akan segera ke Mansion untuk bertemu dengan Minerva. Aku yakin hari ini dia pasti tidak pergi ke kantor." ucap Emir yang langsung menutup pintu kamarnya.
Mendengar Emir akan pergi menemui Minerva, Austin segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya secara kilat karena ia masih tidak mau kalah dengan Emir.
"Aku harus bertemu dengan Minerva lebih dulu." gumam Austin sambil memakai bajunya dengan terburu-buru.
Saat ia keluar dari kamar, apartemen Emir sudah kosong dan tertinggal secarik kertas yang ditempel di depan TV.
...AKU DULUAN YA 😜 MENGEJAR CINTA SEJATIKU...
"Huft, tidak bisa dibiarkan!" gerutu Austin yang kemudian buru-buru keluar dari apartemen Emir.
Austin mengusap wajahnya kasar. Ia segera membuka ponselnya untuk mencari tahu penyebab kemacetan di depan.
...🚗🚗🚗...
Sedangkan Emir kini sudah tiba di Mansion Keluarga Wycliff. Ia terkejut saat mengetahui Minerva kini sedang diajak berlibur ke Bali.
"Baiklah, aku akan menyusul Minerva ke Bali." gumam Emir.
Sayangnya keinginan Emir kali ini harus tertunda karena Andre kemudian menelfon nya dan mengingatkannya jika ada meeting dengan klien penting dari Jepang.
Emir pun segera mengemudikan mobilnya menuju ke kantor. Memerlukan waktu 45 menit untuk sampai di kantor.
Sesampainya di kantor, Emir segera menemui Andre untuk membahas kerja sama nya kali ini dengan perusahaan Jepang.
__ADS_1
"Andre, kau bisa menggantikan aku meeting kali ini dengan Nona Maria?" tanya Emir yang sudah tidak sabar untuk melakukan penerbangan ke Pulau Dewata mengejar Minerva.
"Maaf, Tuan Dwayne. Tetapi Nona Maria meminta bertemu dengan anda sendiri dalam meeting kali ini." jelas Andre.
Emir kini memijat pelipis kepalanya memikirkan bagaimana ia bisa segera bertemu dengan Minerva. Emir melihat jam di tangannya masih menunjukkan pukul 11.45, sedangkan meeting akan dimulai pukul 13.00.
"Pesankan aku tiket pesawat ke Bali hari ini!" perintah Emir dan Andre pun langsung membuka ponselnya untuk mengecek jadwal penerbangan hari ini.
"Jangan lupa kosongkan jadwalku selama dua hari ke depan. Dan tolong handle semua pekerjaanku selama aku berada di Bali." pinta Emir yang kini masih menatap ke layar monitor untuk mengecek ulang bahasan meeting kali ini.
"Hari ini jadwal penerbangan ke Bali pukul 7.00 malam Tuan Dwayne. Bagaimana?" tanya Andre.
"Tidak ada yang lebih awal?" tanya Emir gusar.
"Jadwal siang ini ada pukul 13.00 dan bertepatan dengan jadwal meeting anda, Tuan." jelas Andre.
"Maskapai penerbangan lainnya bagaimana?" tanya Emir lagi.
Andre pun kembali menscroll ponselnya dan jadwal penerbangan lainnya tidak jauh beda dengan maskapai yang biasa dipesan oleh Emir. Akhirnya Emir pasrah harus memilih penerbangan pukul 7.00 malam.
"Tuan, anda ingin saya pesankan makan siang dengan menu apa siang ini?" tanya Andre karena waktu makan siang sudah tiba.
"Apa saja." jawab Emir yang memang bukan orang yang pemilih dalam makanan.
Andre segera undur diri dari ruangan Emir dan melangkahkan kakinya menuju ke kantin. Ia pun berpapasan dengan Yolanda yang jugahendak menuju ke kantin untuk makan siang.
"Ndre, aku dengar siang ini ada meeting dengan Nona Maria ya?" tanya Yolanda.
"Yap. Ia ingin meminta perusahaan kita untuk membuat beberapa iklan tentang produk Jepang yang sudah masuk di Indonesia." jelas Andre.
"Wooow, ini bisnis yang sangat besar. Trus bintang iklannya sudah dapat?" tanya Yolanda antusias. "Kalau emang belum ada, aku mau banget loh jadi bintang iklannya. Lumayan kan bisa buat modal nikah kita."
Andre langsung menyentil dahi Yolanda. "Kamu mau telanjang depan orang kalo ternyata yang dibutuhkan itu untuk iklan sabun mandi?" tanya Andre kesal dan Yolanda langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku kan gak bilang untuk iklan sabun mandi." gerutu Yolanda. "Kamu ini gimana sih."
__ADS_1
"Yaudah, nanti kalo Tuan Dwayne butuh orang untuk iklan sabun colek, aku akan panggil kamu." balas Andre yang kemudian berlalu mendahului Yolanda.
"Hiiiiih, Andreeeeeee. Gak sabun colek juga kaliiiiiii."