Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Meeting


__ADS_3

Minerva kini langsung mengerjakan tugasnya sebagai Sekretaris Austin saat tiba di kantor. Hari ini ada jadwal meeting dengan beberapa pegawai perusahaan EOEB milik Emirio Dwayne tentang beberapa acara pernikahan dan Event penting yang akan menggunakan Hotel dan Resto milik Austin sebagai tempatnya.


Minerva segera membuat presentasi yang akan dibicarakan saat meeting nanti dan segera memperlihatkannya kepada Austin.


"Tuan, ini bahan untuk presentasi saat meeting nanti." Minerva menyerahkan flash disk dan juga print out nya pada Austin.


Austin langsung memeriksa hasil kerja Minerva dan langsung menarik bibirnya tersenyum lebar. "Minerva, aku sangat suka dengan hasil kerjamu. Bahan presentasi yang kau buat sangat menarik, detail dan padat. Kau sudah berbohong padaku dengan mengatakan bahwa kau sama sekali tidak berpengalaman." ucap Austin yang sangat mengagumi hasil kerja Minerva.


"Pujian anda terlalu berlebihan Tuan. Saya memang baru kali ini bekerja sebagai Sekretaris." jawab Minerva dengan jujur.


"Benarkah?" tanya Austin menelisik dan Minerva pun menganggukkan kepalanya. "Berarti kau memang sangat cerdas Minerva." puji Austin dan Minerva hanya menyunggingkan senyumnya.


"Baiklah, siapkan dirimu karena kali ini kau akan mempresentasikan ini di depan pegawai Emir dan juga pegawai di sini." perintah Austin.


"Terima kasih Tuan. Ini merupakan penghormatan besar untuk saya." balas Minerva yang kemudian undur diri dari hadapan Austin.


PoV Austin


*Aku benar-benar tidak bisa terima jika gadis secantik dan secerdas dirimu adalah adik Kandung ku.


Ini sangat tidak adil, Minerva.


Kau seharusnya menjadi istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Bahkan aku tidak tahu lagi bagaimana harus bersikap padamu jika hasil tes itu benar-benar membuat diriku kecewa*.


Austin mengusap wajahnya kasar dan memijat kepalanya yang terasa sedikit sakit karena memikirkan hal ini. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan nampak Lilies masuk ke dalam ruangannya.


"HEI! Kau tidak bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk?" hardik Austin yang tidak diindahkan oleh Lilies.


"Aku baru mendengar jika Minerva gebetanmu itu ternyata adalah adik kandungmu. Apa itu benar?" tanya Lilies.


Austin hanya mengedikkan bahunya tanpa menjawab pertanyaan Lilies.


"Aku dan Daddy semalam tidak bisa memenuhi undangan Tante Moona. Perusahaanku sedang ada masalah Austin. Berbagai teror dari perusahaan lain datang silih berganti karena aku menyebutkan nama perusahaan mereka kepada pihak kepolisian." jelas Lilies panjang lebar.


"Maafkan aku, kali ini aku tidak bisa membantumu Lilies. Aku juga sedang dalam masalah besar." timpal Austin nampak tidak peduli dengan masalah yang menimpa perusahaan Lilies.

__ADS_1


"Apa ini karena Minerva? Kau belum bisa menerima kenyataan, ya?" Tanya Lilies yang kembali diacuhkan oleh Austin.


"That's a pity you are." tukas Lilies lagi.


"Aku mau menjual perusahaan milikku dan juga apartemen yang aku tempati. Aku tidak bisa terus menerus seperti ini, hidup dalam teror yang tentunya berbahaya untukku." jelas Lilies yang kemudian menceritakan maksud kedatangannya kali ini.


"Kau kan punya uang yang sangat banyak, beli lah perusahaan dan apartemen milikku agar aku bisa kembali ke Amerika. Daddy mengajakku untuk kembali saja ke sana."


"Akan aku bicarakan dengan Daddy dan Mommy. Datanglah nanti malam ke Mansion untuk membahas masalah ini." jawab Austin yang kemudian mempersiapkan dirinya untuk meeting.


"Pulanglah! Aku sibuk hari ini." usir Austin.


"Kenapa harus pulang? Kau mau meeting bukan?" tanya Lilies dan Austin hanya menjawab dengan deheman.


"Aku juga ikut meeting bersamamu kali ini." lanjut Lilies dengan santainya.


"Untuk apa?" tanya Austin sambil mengerutkan dahinya.


"Karena aku memilih perusahaan milik Dwayne sebagai Wedding Organizer di acara pernikahanku dan melangsungkan nya di Ballroom Hotel milikmu." jelas Lilies yang kemudian melangkahkan kakinya lebih dulu meninggalkan Austin.


"Tunggu, Lilies! dengan siapa kau akan menikah? Kenapa kau tidak memberi tahu aku?" tanya Austin mengejar langkah Lilies yang sudah lebih dulu menuju ke meeting room.


...🐾🐾🐾...


Sesampainya di meeting room, nampak Minerva dan Wempy sedang mempersiapkan layar untuk menampilkan presentasi yang akan disampaikan oleh Minerva. Beberapa pegawainya juga sudah siap di kursi mereka masing-masing dan pandangan Austin kini tertuju pada Amer yang duduk di samping Lilies.


Austin mempercepat langkahnya menuju ke tempat duduk Amer dan memandangnya dengan tatapan tajam. "Amer!" Austin memanggil laki-laki yang ada di hadapannya.


"Ya Tuan Austin." jawab Amer mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Austin.


Austin pun menerima uluran tangan dari Amer. "Kau calon mempelai pria di pernikahan sepupu ku?" tanya Austin dan dengan mantap Amer langsung menganggukkan kepalanya.


"Benar, Tuan." jawab Amer.


Kini Austin hanya diam tidak menanggapi jawaban Amer. Ia pun duduk tepat di samping Minerva sambil menunggu kedatangan Emirio Dwayne dan para anak buahnya.

__ADS_1


"Hai sepupu, apa kabar? Aku tidak menyangka ternyata kita adalah saudara." sapa Lilies.


"Saya juga sangat tidak menyangka sebelumnya." jawab Minerva membuat Lilies terkekeh.


"Jangan terlalu formal denganku. Kau sekarang bukan karyawanku lagi Minerva. Panggil saja aku Lilies." timpal Lilies.


Kini keduanya tampak akrab dan saling mengobrol sampai Emir datang dengan beberapa anak buahnya. Tampak Yolanda Dan Andre mengiringi Tuannya dan tiga orang pegawai lainnya.


Minerva dan Lilies kini menghentikan obrolan mereka dan memandang ke arah Emir yang terlihat sangat tampan dan memukau. Emir langsung menyunggingkan senyumnya ke arah Minerva dan membuat Minerva sedikit salah tingkah.


Sedangkan Austin hanya memutar bola matanya malas melihat lemparan senyum Emir ke arah Minerva. Ia pun langsung membuka meeting dan mempersilahkan Minerva untuk mempresentasikan gambaran secara umum untuk acara yang pertama, yaitu pernikahan Lilies dan Amer yang ditulis dengan inisial L&A.


Minerva langsung berdiri dan mulai mempresentasikan gambaran acaranya secara detail. Penampilan presentasi yang Minerva buat memang sangat luar biasa dan membuat Emir benar-benar sangat terpukau. Bukan cuma Emir saja, bahkan semua yang hadir berdecak kagum.


Tidak hanya itu, penjelasan Minerva juga sangat jelas, intonasi suaranya juga terdengar begitu menyejukkan, dan tentunya paras cantiknya membuat semua yang hadir seperti disihir olehnya karena semua benar-benar mendengarkan penjelasan Minerva tanpa komplain sedikit pun sampai akhir.


"Sekian penjelasan dari saya, dan selanjutnya saya persilakan jika ada yang ingin bertanya, komplain, dan memberikan saran." ucap Minerva yang kemudian disambut dengan tepukan tangan yang meriah dari semua yang hadir dalam meeting.


Lilies tampak mengangkat tangannya lebih dulu dan kemudian disusul oleh Emir.


"Saya sangat takjub dengan penyampaian Minerva. Konsep acaranya sangat menarik, bahkan saya sendiri belum menemukan konsep seperti yang disampaikan oleh Minerva. Perpaduan dalam semua aspek juga sangat pas, rinci dan teratur. Satu lagi untuk biaya juga perhitungannya sungguh mengagumkan karena menurut saya pribadi ini sangatlah terjangkau." ungkap Lilies yang terlihat sangat puas dengan penyampaian Minerva kali ini.


"Saya hanya akan memberikan saran kepada Tuan Austin dan juga Tuan Dwayne, sepertinya anda harus sering-sering melakukan kerja sama karena dengan konsep seperti yang Minerva sampaikan tadi, tentunya akan membuat Ballroom di Hotel ini selalu penuh setiap harinya."


Mendengar penjelasan Lilies membuat Minerva jadi merona. Ia sendiri tidak mengira penyampaian nya berpengaruh sampai sejauh ini.


"Anda terlalu memuji saya Nona Lilies. Saya bisa seperti ini juga karena arahan dan bimbingan Tuan Austin dan teman-teman yang lain." jawab Minerva.


"Saya sendiri setuju dengan apa yang disampaikan oleh Nona Lilies tadi. Kali ini saya hanya ingin memberi tawaran kerja sama yang lebih lama dengan perusahaan anda Tuan Austin." tawar Emirio Dwayne.


Austin pun langsung melebarkan senyumannya dan mengangguk setuju dengan tawaran Dwayne. Siapa yang bisa menolak untuk bekerja sama dengan Perusahaan ternama seperti milik Dwayne.


"Saya setuju dengan anda Tuan Emir. Nanti kita bicarakan setelah penjelasan yang kedua dari Minerva untuk Event penting yang kedua." timpal Austin.


Kini Minerva kembali menyampaikan presentasinya yang kedua. Lagi lagi penyampaian Minerva kembali membius mereka yang hadir disana sampai meeting berakhir. Tak ada kritik atau komplain yang Minerva dapatkan hari ini. Hanya pujian saja yang terus menerus disampaikan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2