Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Who Are You?


__ADS_3

**Pesan masuk dari Direktur Ga-Nas**


^^^Direktur Ga-Nas^^^


^^^Aku akan datang jam 8 malam ini.^^^


Pesan dari Dwayne membuat Yolanda senyum senyum sendiri tidak sabar menantikan Direktur Ga-nasnya datang untuk menemuinya.


Baru kali ini juga Dwayne mau mengikuti permintaan dari bawahannya mengingat Dwayne adalah Direktur yang sangat tegas dan dingin.


"Hemmm, sepertinya kali ini Tuan Dwayne akan bertekuk lutut denganku, Yolanda Chya." gumam Yolanda sambil melihat dirinya di depan kaca.


...***...


Sedangkan di sisi lain, Emirio Dwayne juga tidak sabar menunggu jam 8 malam hanya untuk memastikan siapa Gadis Penyelamat yang dimaksud oleh Yolanda. Karena seingat Dwayne, Gadis itu sempat mengangkat telfon darinya dan suaranya sangat mirip dengan Minerva.


Dwayne segera menghubungi asistennya, Andre untuk mengantarnya ke Hotel Bee. Ia sengaja untuk datang lebih cepat dan memesan satu kamar di sana untuk menyelesaikan segala permasalahannya.


"Ndre, pesankan aku kamar dekat dengan kamar yang sudah dipesan oleh Yolanda." pinta Dwayne yang memperlihatkan nomor kamar di ponselnya.


"Suite Room Bee Hotel Nomor 707" Andre membaca kamar yang dipesan oleh Yolanda. "Keren sekali seorang Yolanda Chya bisa memesan kamar hotel semahal ini, Tuan." celetuk Andre.


"Mungkin bukan Yolanda yang memesannya." jawab Dwayne sambil menatap ke luar jendela.


Jawaban Dwayne membuat Andre bertanya-tanya dalam hati apa yang membuat Tuannya ingin memesan kamar hotel yang berdekatan dengan karyawannya sendiri. Andre yang hampir setiap waktu bersama Dwayne, sangat memahami bagaimana karakter Dwayne dan segala permasalahannya.


"Tuan, emmm apa tujuan anda kali ini? Adakah hanya untuk menguak masalah di Perusahaan Nona Lilies atau ada tujuan lain?" tanya Andre hati - hati.


"Aku belum tahu. Yang jelas kali ini aku ingin tahu apa yang Yolanda ingin laporkan padaku." jawab Dwayne yang terus terngiang suara gadis yang menerima panggilannya menggunakan ponsel Yolanda.


"Saya hanya merasa ini tidak seperti biasanya, Tuan. Biasanya semalam apapun Tuan selesai bekerja, Tuan selalu kembali ke apartemen. Tapi kali ini anda justru memesan kamar dekat dengan Yolanda. Kenapa tidak pesan Pesidential Suite Room saja Tuan agar anda lebih nyaman?" tanya Andre yang kali ini terdengar sangat mencampuri urusan pribadi Tuannya.


Dwayne mengalihkan pandangannya ke arah Andre dan menatapnya tajam lewat kaca spion.


"Oh, maaf Tuan. Saya mohon maafkan saya. Sepertinya saya sudah terlalu berlebihan." ucap Andre ketakutan.

__ADS_1


Kini keduanya terdiam sampai mobil berhenti tepat di depan lobby hotel. Andre langsung menyerahkan kunci mobil kepada petugas vallet parking dan ia pun segera memesan kamar untuk Tuan Dwayne.


Tepat saat Dwayne keluar dari mobil, ia melihat Austin masuk ke lobby hotel dan berjalan tergesa-gesa menuju meja resepsionis.


Dwayne sengaja memperlambat jalannya agar tidak bertemu dengan Austin. Tak lama kemudian Austin menuju ke lift dan Andre berjalan ke arahnya.


"Tuan, anda mendapat kamar tepat di depan kamar 707. Nomor kamar anda 709, Tuan." jelas Andre.


"Thanks, Andre. Oh, iya. Apa tadi Austin mengenalimu?" tanya Dwayne sambil berjalan menuju ke lift.


"Tidak, Tuan. Dia hanya menanyakan dimana kamar yang dipesan oleh Minerva Bee. Setelah itu Tuan Austin meminta kunci kamar 708 karena Minerva Bee ada di kamar 707." jelas Andre.


Kali ini Dwayne benar-benar tercekat tak bisa berkata-kata sedikit pun. Nama gadis yang sangat dirindukannya kini terdengar jelas di telinganya.


"Tuan, berarti Yolanda satu kamar dengan Minerva Bee yang dimaksud oleh Tuan Austin, bukan?" tanya Andre yang baru sadar bahwa Tuan Austin dan Tuan Dwayne menuju nomor kamar yang sama.


Sedangkan Dwayne hanya mengangguk sambil menetralkan perasaannya yang berkecamuk dalam hati. Ia benar-benar tidak menyangka Minerva masih hidup setelah delapan tahun berlalu tanpa ada kabar sedikit pun tentang Minerva.


Berbagai pertanyaan memenuhi benak Dwayne saat ini, tentang dimana Minerva selama ini? Bagaimana keadaannya setelah jet ski yang dinaikinya meledak? Jika dia memang diselamatkan oleh orang lain, kenapa baru sekarang dia muncul setelah delapan tahun lebih Dwayne begitu kehilangan Minerva?


"Kita harus menemui Yolanda sekarang." ucap Dwayne pada Andre sambil melihat jam di tangannya yang kini menunjukkan pukul enam petang.


Andre sedikit curiga dengan sikap Tuannya kali ini yang terlihat sangat terburu-buru untuk bertemu dengan Yolanda yang berstatus hanya sebagai Manager di perusahaannya.


"Baik Tuan." jawab Andre yang dengan sigap menekan bel di pintu kamar 707.


Yolanda yang baru saja memejamkan matanya langsung meloncat kaget saat mendengar bel kamar berbunyi. Ia langsung melihat ke arah jam dinding.


"Baru jam enam petang. Tuan Dwayne tidak mungkin datang secepat ini." gumam Yolanda merapikan rambutnya dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


Betapa terkejutnya Yolanda saat mengetahui asisten Andre dan Direktur Dwayne sudah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Oh My God, ini benar-benar sangat tidak mungkin. Tuan Dwayne datang bahkan dua jam lebih cepat dari jam yang sudah ditentukan." ucap Yolanda gusar yang langsung merapikan penampilannya di depan kaca.


"Bersiaplah sebaik mungkin untuk penampilan terbaikmu. Aku yang akan membukakan pintu untuk Bosmu." ucap Minerva yang sudah berdiri di belakang Yolanda.

__ADS_1


"Thanks a lot, Minerva. Aku benar-benar banyak berhutang padamu." ucap Yolanda yang langsung berlari ke kamar mandi..


Sedangkan Minerva hanya tersenyum simpul dan membukakan pintu untuk Tuan Dwayne dan asistennya.


Pintu kamar kini terbuka dan terlihat Minerva berdiri tepat di balik pintu. Paras cantik Minerva langsung membuat Andre menutup mulutnya saking terkesima. Sedangkan Dwayne kini merasa bumi seperti berhenti berputar. Kakinya berasa sangat lemas seperti tak kuat untuk menopangnya lagi hingga ponselnya terjatuh tepat mengenai sepatu Andre.


"Min ner va." ucap Dwayne terbata-bata dan Minerva menyunggingkan senyumnya membuat siapapun yang melihatnya pasti langsung jatuh cinta.


"Yes I am. Silahkan masuk, Tuan. Anda pasti atasan Yolanda bukan?"


Minerva membuka pintunya lebih lebar dan mempersilahkan Dwayne dan asistennya masuk.


"Kenalkan saya Andre, rekan kerja Yolanda. Saya masih single dan bekerja sebagai asisten kepercayaan di Event Organizer EB yang biasa dikenal dengan EOEB." Andre mengulurkan tangannya ke arah Minerva dan Dwayne langsung menampik tangan Andre dengan sangat kencang.


"Aku tidak mengizinkan mu menggoda seorang wanita saat sedang bekerja denganku, Andre." tegur Dwayne dengan nada yang tidak suka.


Andre pun menurunkan tangannya sambil meringis kesakitan dan Minerva hanya terkekeh kecil melihatnya.


"Aku Minerva Bee. Tunggu sebentar ya. Yolanda sebentar lagi akan menemui kalian." ucap Minerva yang bersiap-siap untuk keluar dari kamar hotelnya.


"Kau mau kemana, Minerva?" tanya Dwayne yang merasa tidak rela Minerva meninggalkannya lagi.


"Aku hanya ingin membeli sesuatu di bawah." jawab Minerva.


"Apa kau tidak mengenalku, Minerva?" tanya Dwayne sambil menelan ludahnya kasar.


"Oh, aku baru mengetahui nama Andre. Who are you?" tanya Minerva.


Belum sempat Minerva mendapatkan jawaban dari Dwayne, pintu kamarnya susah diketuk seseorang yang kemudian memanggil namanya.


"Minerva, kau ada di dalam?" tanya Austin dari luar kamar.


^^^...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...^^^


Mampir yuk ke novel temen aku. Karya kak Nunuk Pujiati judulnya Mendadak Nikah

__ADS_1



__ADS_2