Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Menghindari Emir


__ADS_3

Emir kini sampai di Villa milik keluarga Wycliff. Minerva dan keluarganya sedang bercengkerama di depan layar televisi. Dari kejauhan Minerva yang sudah melihat kedatangan Emir langsung masuk ke dalam kamarnya seperti enggan menemui Emir.


"Minerva ke kamar dulu yaa, udah ngantuk." ucap Minerva sambil menutupi mulutnya yang sedang menguap.


"Oke sayang, have a Nice dream ya." ucap Mommy Moona.


Minerva melambaikan tangannya dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Tepat saat Minerva sudah menutup pintu kamarnya, Emir menekan bel di depan pintu Villa dan mengucapkan salam.


"Suara anaknya Risa ya." ucap Mommy yang beranjak berdiri dan bersiap untuk membukakan pintu untuk Emir.


"Oh, Emir pasti sedang mencariku. Biar Austin aja Mom yang buka pintunya." ucap Austin yang buru-buru berdiri dan menuju ke arah pintu.


Mommy Moona dan Daddy Arthur pun kini memutuskan untuk masuk ke dalam kamar saat Austin menemui Emir.


"Ngapain malem-malem datang ke sini?" tanya Austin ketus.


"Hai Abang, aku cari Minerva ada kan?" jawab Emir.


"Udah tidur." jawab Austin singkat.


"Haaaah! Ini baru mau jam delapan loh, masa' udah tidur?" tanya Emir terkejut.


Padahal rencananya malam ini ia mau mengajak Minerva berkeliling Bali dan melihat suasana Bali saat malam hari. Tapi mendengar Minerva sudah tidur, membuat Emir langsung mengerutkan dahinya.


"Kau pasti berbohong kan?" tanya Emir kemudian. "Ayolah Austin, bukankah kita sudah sepakat untuk bersaing secara sehat?"


"Bersaing secara sehat bukan berarti saling membantu orang yang menjadi saingannya bukan? Lagi pula kali ini aku tidak berbohong. Minerva memang terlihat sangat lelah saat pulang dari jalan-jalan sore tadi." jelas Austin.


"Lebih baik kau pulang dan beristirahat." Austin kini membalikkan tubuh Emir dan mendorongnya untuk segera pulang.


"Baiklah," Emir segera melangkahkan kakinya menjauh dari Villa Wycliff.


Sambil menunggu jemputan sopir, Emir mengirim pesan untuk Minerva.


📩 Emir


Minerva, apa kau sudah tidur? Aku dengar kau lelah yaaa? Awalnya aku ingin mengajakmu berkeliling Bali malam ini. Tapi aku rasa Kesehatan mu lebih penting. Selamat istirahat yaa.

__ADS_1


Minerva yang sedang membaringkan tubuhnya hanya membaca pesan dari Emir tanpa berniat untuk membalasnya. Ingatannya kembali saat ia melihat Emir bersama seorang wanita di Danau tadi sore.


Flashback ON


Sore ini Minerva sudah siap untuk menuju ke Danau untuk menikmati pemandangan senja. Sayangnya kali ini Austin ada beberapa urusan bersama Daddy dan juga Mommy hingga Minerva harus pergi ditemani oleh seorang supir.


Awalnya Mommy sama sekali tidak mengizinkan Minerva untuk pergi, begitu juga dengan Austin dan Daddy. Tetapi melihat keinginan Minerva, mereka bertiga tidak ingin membuat Minerva kecewa.


Sesampainya di Danau, Minerva langsung mencari tempat duduk yang tidak dilewati orang yang berlalu lalang di sekitar danau agar ia puas menikmati pemandangannya. Akhirnya Minerva memilih untuk duduk di dekat pura.


Tidak lama setelah Minerva berada di danau dan mengambil beberapa gambar di sana. Ia melihat Emir datang bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik menurutnya.


"Kak Emir." gumam Minerva tersenyum. "Aku gak nyangka bakal ketemu kakak di sini." gumam Minerva yang kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Emir.


Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat wanita yang datang bersama Emir tadi memeluk Emir dengan sangat erat. Minerva langsung menutup mulutnya terkejut.


'Ternyata kedatangan Kak Emir ke Bali memang bukan untuk mengejarku.' gumam Minerva dalam hati.


'Aku baru tahu ternyata wanita yang dicintai Kak Emir sangat cantik. Tetapi kenapa kak Emir tidak pernah menceritakan ini denganku?' batin Minerva yang terus saja memperhatikan Emir dari jauh.


Tangan Minerva pun tergerak untuk mengabadikan kebersamaan Emir dengan Maria sore itu.


PoV Minerva


Memang saat aku kembali bertemu dengannya, ia berubah menjadi pria yang sangat dingin dan ketus. Tapi akhir-akhir ini ia sudah kembali berubah menjadi kak Emir yang dulu aku kenal.


Entah kenapa kini hatiku terasa sangat sakit melihat Kak Emir dekat dengan wanita lain. Apa aku merasa cemburu?


Oh tidak-tidak! Jangan bodoh Minerva.


Kau tidak boleh merasa cemburu sedikit pun. Bukannya kau sendiri yang menganggap Kak Emir itu sahabatmu?


Tapi apa maksud dari perhatiannya selama ini? Apa seperti itu perhatian seorang sahabat laki-laki terhadap sahabat perempuannya?


Dia selalu menggenggam tanganku dengan sangat hangat. Bahkan tatapan matanya pun bisa membuatku salah tingkah.


Oh My God, Ayolaaah Minerva. Selama ini kau yang berharap penuh dengannya. Kau yang begitu menginginkan dirimu untuk menjadi salah satu wanita di hati Kak Emir. Padahal Kak Emir tidak pernah menyatakan apapun tentang perasaannya terhadapmu.


...😖😖😖...

__ADS_1


Minerva langsung menyimpan ponselnya dan bersembunyi di balik pura saat Emir dan wanita di sampingnya hendak pergi dari danau.


"Huuuuft, untung saja dia tidak melihatku tadi." gumam Minerva mengusap da danya.


Ia pun diam diam mengikuti mobil yang dikendarai Emir.


"Pak, kita ikuti mobil yang di depan itu ya. Sepertinya aku mengenal mereka." ucap Minerva pada sopirnya.


"Baik non,"


Sopir Minerva pun langsung mengikuti mobil sesuai dengan permintaan Minerva. Hingga sampai di Villa yang tidak jauh dengan Villa Wycliff, Minerva melihat Emir dan wanita tadi turun dan masuk ke dalam villa.


"Itu tadi teman Non Minerva?" tanya pak sopir dan Minerva langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan pak. Saya ternyata salah orang." jawab Minerva. Tanpa terasa satu bulir air mata jatuh di pipi Minerva dan cepat-cepat Minerva menghapusnya.


"Kita pulang saja pak. Aku juga sudah sangat lelah." ucap Minerva yang kemudian membuang mukanya ke luar jendela.


'Bahkan kak Emir sudah tinggal bersama dengan wanita itu.' batin Minerva.


Kini Minerva menggigit bi bir bawahnya kuat-kuat untuk menahan tangisnya. Ia tidak ingin keluarganya tahu bahwa ia baru saja menangis. Apalagi jika mereka tahu ia menangis hanya karena seorang pria.


Sesampainya di villa, Minerva langsung turun dan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setidaknya agar dia merasa sedikit tenang.


Untungnya Daddy, Mommy dan juga Austin sampai di villa saat Minerva sudah selesai mandi. Mereka sama sekali tidak mengetahui kesedihan Minerva yang sangat tertutupi dengan wajahnya yang sangat segar setelah mandi.


"Waaaaah, sepertinya kau sangat senang ya healing sendiri." celetuk Austin sambil mengusap kepala Minerva.


Minerva hanya tersenyum menanggapi celoteh Austin.


"Aku akan membuatkan makan malam untuk Mommy, Daddy dan juga kakak. Segeralah mandi dan kita makan bersama setelah ini."


Minerva langsung menuju ke pantry untuk membuat makanan. Karena keluarga Narayan memang sudah tidak datang ke villa sejak tadi siang untuk mempersiapkan pernikahan Narayan besok.


Flashback OFF


Hai Readers, mampir yuk ke karya temen Author.


Nama Pena : Momoy Dandelion

__ADS_1


Judul Novel : Pemuas Ranjang CEO



__ADS_2