
Ketakutan Minerva kini terbukti karena salah satu anggota dari MackTan sudah mengetahui keberadaannya.
"Aku harus segera memprotect semua kabar, informasi, dan segala apapun mengenai diriku." gumam Minerva dan secara otomatis sistem scorpio melakukan perintah yang diinginkan oleh Minerva.
Setelah semua selesai sesuai dengan keinginannya, kini Minerva menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menghela nafasnya lega.
...☘️☘️☘️...
Sedangkan di sisi lain, Yolanda membelalakkan matanya terkejut melihat beberapa berita terkini yang memperlihatkan Minerva disambut secara luar biasa di perusahaan milik Austin.
"Ini akan sangat berbahaya untuk Minerva." gumam Yolanda yang mana ia juga merupakan salah satu anggota Mack Tan.
Bukan hanya berbahaya untuk Minerva, tapi juga berbahaya untuk dirinya sendiri. Yolanda jelas tidak mungkin selamanya bisa menyembunyikan Minerva dari Titan Mack.
Tapi setelah mengecek berita internasional, ternyata informasi tentang Minerva tidak ia dapatkan. "Aku harus segera memberitahukan ini pada Tuan Dwayne, agar dia sendiri yang turun tangan untuk meminta Tuan Austin menghapus semua informasi ini." gumam Yolanda dan ia langsung menuju ke ruangan Dwayne.
Dwayne yang saat ini sedang melihat postingan tersebut juga mengecam aksi Austin yang kali ini melampaui batas. Ini tentunya sangat membahayakan nyawa Minerva meskipun belum tersiarkan ke ranah internasional karena memang berita tersebut sudah di proteksi oleh sistem scorpio.
Terlebih kini Dwayne makin khawatir setelah mendengar penjelasan dari Yolanda bagaimana Minerva masih diincar oleh Titan Mack sampai saat ini.
"Panggil Andre dan minta dia untuk menyiapkan mobil!" perintah Dwayne. "Kita bertiga harus langsung menuju ke Perusahaan milik Austin sekarang juga."
Mendengar perintah dari Tuannya, Yolanda pun bergegas menghubungi Andre dan mereka bertiga langsung menuju ke Perusahaan Austin.
...☘️☘️☘️...
__ADS_1
Tepat saat Dwayne sampai di perusahaan milik Austin, postingan di media sosial dan juga berita tentang penyambutan Minerva sudah hilang dan tidak ada bekas sedikit pun. Bahkan dalam pencarian dengan mengetik nama 'Minerva Bee' juga tidak membuahkan hasil.
"Bagus! Austin sudah bekerja dengan cepat menghapus berita ini." ucap Dwayne sambil terus mengecek ponselnya.
"Lalu apa kita akan tetap menemui Tuan Austin?" tanya Andre dan Dwayne pun mengangguk.
"Kalian tunggu saja di sini, aku akan menemui Austin seorang diri untuk membuat perhitungan dengannya." jelas Dwayne yang kemudian keluar dari mobilnya.
Dwayne bergegas menuju ruang Austin dan melewati Minerva begitu saja sampai Minerva mengerutkan dahinya.
"Kak Emir, kenapa dia melewatiku begitu saja tanpa menyapa ku?" tanya Minerva dalam hati. Ia pun penasaran dan mengikuti langkah Emir masuk ke dalam ruangan Austin.
Tapi kemudian Minerva menghentikan langkahnya saat mendengar Emir membuat perhitungan dengan Austin dan kali ini Austin nampak begitu bersalah dan hanya diam saja mendengarkan gertakan dari Emir.
"Aku akan merebut Minerva dari sisimu dan memintanya bekerja di bawah pengawasan karena kau memang terbukti tidak dapat menjaganya sama sekali." ancam Emir.
Emir membuang nafasnya kasar, "Aku akan membawa Minerva pulang bersamaku. Dan setiap harinya aku yang akan mengantar dan menjemputnya." ucap Dwayne yang langsung berbalik hendak meninggalkan ruangan Austin.
"Hei, mana bisa seperti itu!" teriak Austin tidak bisa terima dan menghadang langkah Emir. "Minerva adalah milikku." ucap Austin kemudian.
Emir berdecih pelan mendengar ucapan Austin. "Cih, belum tentu jadi milikmu karena kau saja tidak becus untuk menjaganya. Anggap saja ini hukuman untukmu karena kau lalai menjaganya hari ini." jawab Emir yang kemudian melewati Austin begitu saja dan langsung menghampiri Minerva yang berdiri di dekat pintu ruangan Austin.
"Kita pulang sekarang karena jam bekerjamu sudah usai. Yolanda menunggumu di mobil." ucap Emir dan Minerva langsung mengambil tasnya dan pulang bersama Emir.
Sepeninggalan Emir dan juga Minerva membuat Austin kesal dengan keteledorannya kali ini. Ia pun segera membuat meeting dadakan untuk seluruh Manager dan juga Tim IT hotel untuk memberikan peringatan bahwa tidak boleh ada satu orang pun yang mempublikasikan tentang Minerva.
__ADS_1
Peringatan Austin kali ini membuat para karyawannya bertanya-tanya alasan apa yang membuatnya harus merahasiakan Minerva.
"Alasannya cukup sederhana. Aku hanya tidak ingin siapa pun merebut Minerva dari sisiku!" jelas Austin mantap dan membuat seluruh jajaran karyawan menerima alasan yang di lontarkan oleh Austin.
Setelah meeting singkat tersebut berakhir, Wempy langsung menghampiri dan menepuk bahu Austin.
"Aku tidak menyangka kau ternyata begitu mencintai Minerva. Sampai sebegitu posesif nya dirimu, Austin." celetuk Wempy.
"Aku hanya tidak ingin kehilangan Minerva untuk kedua kalinya." jelas Austin sambil beranjak dari kursinya dan bersiap untuk pulang.
"Tapi jangan pernah kecewa kalau nantinya kau tidak bisa mendapatkan Minerva." ujar Wempy dan membuat Austin menatap tajam ke arahnya.
"Apa maksud dari ucapanmu, hah??!!"
"Aku hanya melihat keakraban antara Minerva dan Direktur EOEB. Aku rasa dia juga menyimpan perasaan khusus untuk Minerva. Bukankah Dwayne itu saingan beratmu?" tanya Wempy dan Austin pun mengangguk santai.
"Kita memegang sudah menyatakan diri untuk saling bersaing dengan cara yang sehat." jelas Austin yang kemudian mendapat cibiran dari Wempy.
"Dasar bodoh! Kalau begitu aku juga menyatakan diriku untuk bersaing dengan kalian berdua secara sehat. Bagaimana?"
"Kau mau aku pecat??!!" gertak Austin.
Wempy langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman dari bosnya. "Bahkan aku siap dipecat setelah mendapatkan Minerva." jawab Wempy yang kemudian meninggalkan ruangan Austin.
"Dasar gila!!!" umpat Austin yang tidak dihiraukan oleh Wempy.
__ADS_1
Kini ia bersiap untuk pulang ke Mansion utamanya karena hari ini Mommy nya sudah pulih dan diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit.