Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Where are you, Minerva?


__ADS_3

"Wempy, apa kau melihat Minerva?" tanya Austin saat berpapasan dengan Wempy di depan ruang bagian keuangan.


"Tidak. Bukankah anda yang lebih sering melihat Minerva?" tanya Wempy dengan nada yang sedikit menyindir.


"Dia tidak ada di ruangannya." jawab Austin meninggalkan Wempy begitu saja.


Kini ia sampai di depan lift dan menunggu pintunya terbuka.


Ting! pintu lift terbuka dan nampak Asisten Billy hendak keluar dari lift.


"Billy, apa kau melihat Minerva." tanya Austin dan Billy langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak Tuan, saya baru saja datang dari pengecekan administrasi hotel." jawab Billy dan Austin bergegas masuk ke dalam lift. Ia pun memencet tombol yang menunjukkan lantai Under Ground.


Saat pintu lift terbuka, Austin segera menemui bagian resepsionis untuk menanyakan tentang Minerva.


"Apa kalian melihat Minerva?" tanya Austin.


"Lihat Tuan, tadi Minerva pergi dan menaiki taksi yang mangkal di seberang jalan." jelas salah satu resepsionis dan Austin segera memanggil Pak Mamat untuk mengantarkannya ke apartemen Minerva.


...🐾🐾🐾...


Sepanjang perjalanan, Austin terus saja mencoba menghubungi Minerva dan hasilnya pun nihil karena nomor ponsel Minerva sama sekali tidak bisa dihubungi.


Austin pun mengirimkan beberapa pesan untuk Minerva untuk menanyakan keberadaannya dan meminta maaf jika ia sudah kelewatan siang ini.


Sesampainya di apartemen Minerva, Austin berulang kali menekan bel dan tidak ada jawaban dari dalam.


"Huft, Minerva. Kamu dimana sih?" gumam Austin yang sudah mulai kalut.


Ia benar-benar menyesali semua perbuatannya. Kali ini ia benar-benar tidak ingin kehilangan Minerva untuk kedua kalinya. Austin duduk di sofa depan apartemen dan berfikir dimana ia harus mencari Minerva.


"Papi Aris. Ya, Minerva pasti ke rumah papinya." gumam Austin yang langsung turun ke bawah dan meminta Pak Mamat untuk mengantarnya ke rumah Papi Aris.


Sayangnya, sampai di rumah papi Aris, Austin juga tidak menemukan Minerva di sana. Austin pun memutuskan untuk menunggu kedatangan Minerva sampai menjelang senja.

__ADS_1


Austin kini menceritakan semuanya tentang kebenaran yang menyangkut Minerva kepada papi Aris. Tidak hanya itu, Austin juga menceritakan kesalahannya yang menyebabkan Minerva menghilang.


Sampai senja berlalu, Minerva tidak juga memperlihatkan dirinya di hadapan Austin dan Papi Aris. Bahkan Jovita yang baru saja pulang dari kantor pun juga menyatakan bahwa sejak kemarin, mereka sama sekali tidak bertukar pesan dan kabar.


"Lebih baik Nak Austin pulang dulu ke Mansion, siapa tahu Minerva sudah pulang kesana." ucap Papi Aris. "Jika nanti Minerva pulang kemari, Papi akan segera memberi tah Nak Austin."


Austin pun akhirnya setuju dengan ucapan Papi Aris, ia segera pulang ke Mansion untuk memastikan keberadaan Minerva.


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Sesampainya di Mansion, nampak Daddy Arthur dan juga Mommy Moona duduk di ruang tamu menantikan kehadiran Austin. Mommy Moona tampak matanya bengkak seperti habis menangis. Kini Austin sadar bahwa Minerva pasti tidak ada di Mansion juga


Beberapa anak buah Daddy Arthur juga nampak berkumpul di sana karena mereka akan mengurai permasalahan tentang Virus yang kini ada di dalam sistem IT Pusat.


"Apa Minerva bersama mu?" tanya Daddy Arthur pada Austin.


Austin menggelengkan kepalanya, "Tidak, Daddy. Aku bahkan sedang mencari dimana kini Minerva berada." jelas Austin.


"Ikut Daddy!" perintah Daddy Arthur yang langsung berjalan menuju ruang kerjanya. Austin dan Mommy nya pun mengikuti langkah Daddy.


Austin pun akhirnya menceritakan bagaimana kegundahan hatinya dan juga luapan kekesalannya yang ia luapkan pada Minerva sebelum Minerva pergi. Daddy Arthur dan Mommy Moona pun sangat terkejut saat mendengar cerita Austin.


Mommy Moona langsung jatuh tidak sadarkan diri membuat Austin makin panik dan makin merasa bersalah. Ia langsung memanggil Dokter Malvin ke Mansionnya untuk memeriksa keadaan Mommy dan Daddy Arthur pun segera mengerahkan anak buahnya untuk mencari Minerva.


Ada yang diperintahkan mencari Minerva dengan melacak keberadaan putrinya melewati nomor ponsel Minerva, ada juga yang diminta untuk menyusuri kota Metropolitan.


Austin pun memutuskan untuk kembali mencari Minerva sendiri sedangkan Pak Mamat diminta untuk stand by di Mansion untuk berjaga-jaga apabila Mommy nya butuh dibawa ke rumah sakit.


"Ada apa ini?" tanya Emir melihat hiruk pikuk di Mansion Austin. Ia langsung menatap Austin mencari jawaban dari mulut Austin.


Emir kali ini datang ke Mansion untuk mengajak Minerva menonton bersamanya seperti janjinya tadi siang, sayangnya Minerva tidak kunjung menjawab panggilannya dan membalas pesannya.


Austin yang masih berdiri di pintu Mansionnya dengan enggan menjawab pertanyaan Emir. "Minerva menghilang sejak tadi siang selepas makan siang." jawab Austin membuat Emir langsung melayangkan tinjunya ke wajah Austin.


"Kau Bod*h! Kenapa kau tidak becus menjaga Minerva?!" pekik Emir marah.

__ADS_1


Austin mengusap ujung bibirnya yang mulai mengeluarkan darah segar akibat bogem mentah dari Emir.


"Dari awal aku memang sudah tidak percaya denganmu! Kau memang mala petaka untuk Minerva ku!" pekik Emir yang kemudian meninggalkan Austin yang masih berdiri di depan Mansionnya.


"Tunggu nak! Jangan pergi dulu!" teriak Daddy Arthur dan langkah Emir pun langsung terhenti.


"Anak buah ku menemukan titik terakhir keberadaan Minerva setelah melacak lewat nomor ponselnya." lanjut Daddy Arthur membuat Emir berbalik dan berjalan mendekat ke arah Tuan Arthur.


"Dimana terakhir Minerva berada?" tanya Emir dan juga Austin hampir beriringan.


"Di Hotel Bee." jawab Abel Frey memperlihatkan hasil penemuannya.


"Tentu saja di hotel Bee karena Minerva memang sudah tidak mengaktifkan ponselnya sejak ia menghilang." ucap Austin kesal.


Benar saja, disitu terlihat laporan terakhir keberadaan Minerva pada pukul 13.40 WIB.


"Aku akan mencari Minerva dan tidak akan menyerahkannya pada kalian saat aku berhasil mendapat Minerva." ucap Emir sambil berjalan menjauh dari tempat Daddy Arthur, Austin dan juga Abel Frey berdiri.


Austin pun juga bergegas meninggalkan Mansion untuk mencari Minerva. Sedangkan Daddy Arthur kembali mengecek keadaan istrinya yang sudah selesai diperiksa oleh Dokter Malvin.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dokter?" tanya Arthur pada dokter Malvin.


"Nyonya Moona hanya perlu istirahat. Kabar yang ia terima memang membuatnya sangat shock hingga tidak sadarkan diri. Tetapi jantungnya masih berdetak dengan normal, tidak seperti sebelumnya."


"Semoga putri anda segera ditemukan Tuan Arthur, karena dia adalah kekuatan terbesar bagi Nyonya Moona saat ini." jelas Dokter Malvin sebelum berpamitan meninggalkan Mansion Wycliff.


"Terima kasih banyak dokter." ucap Tuan Arthur mengantarkan dokter Malvin sampai pintu keluar.


Tidak lama kemudian, Mommy Moona sadar dan langsung menanyakan keberadaan Minerva.


"Dimana putri Cantik ku, sayang?"


Daddy Arthur langsung menggenggam tangan istrinya dan menenangkannya. "Aku yakin, Minerva hanya ingin menenangkan dirinya sebentar. Aku juga sudah mengerahkan anak buahku untuk mencari keberadaan Minerva." jelas Arthur.


"Bagaimana jika Minerva tidak kunjung ditemukan dan semakin pergi menjauh dariku?" tanya Moona yang mulai berlinangan air mata.

__ADS_1


Tak lama kemudian ponsel milik Moona berdering dan Moona langsung menerima panggilan yang masuk dalam ponselnya.


__ADS_2