
Minerva kini kembali ke meja kerjanya dan menyelesaikan beberapa tugas yang kini menjadi tanggung jawabnya. Tetapi, Minerva juga mengaktifkan sistem scorpio untuk meretas CCTV di beberapa titik sudut perusahaan Lies Food.
"Hemmm, bukankah itu Romy, asisten dari Direktur Lies. Ada apa dia menuju gudang?" tanya Minerva dalam hati dan langsung mengecek CCTV yang ada dalam gudang.
Sayangnya di dalam gudang tidak terpasang CCTV. Akhirnya Minerva pun memutuskan untuk mengikuti Romy ke gudang. Tepat di luar ruang kerjanya, ia berpapasan dengan Direktur Lies.
"Hai Minerva, kau tidak pulang? Sepertinya tadi Austin sudah izin padaku bahwa kau akan pulang." ucap Lilies yang sudah membawa tas dan memakai kaca matanya.
"Benar, Direktur. Tapi pekerjaan saya belum selesai." jawab Minerva. "Apa anda sudah akan pulang, Nona?"
"Oh iya. Kalau begitu ku duluan ya. Jangan terlalu lelah, Minerva." ucap Direktur Lilies sambil meninggalkan Minerva.
"Baik." jawab Minerva sambil melihat Direktur Lilies benar-benar meninggalkan kantor.
Setelah itu, Minerva bergegas menuju gudang belakang ruang produksi. Terlihat pintu gudang sedikit terbuka, menandakan bahwa masih ada orang yang berada di dalam gudang tersebut. Minerva pun pelan-pelan menyusup masuk ke dalam gudang. Dan bersembunyi di balik box besar yang tertata di depan pintu masuk.
"Yolanda, aku akan membantumu keluar dari tempat ini dengan satu syarat. Menikahlah denganku, Yolanda!" ucap Romy dengan penuh penekanan.
"Aku benar-benar sangat menginginkan tu buhmu. Ayolah Yolanda, runtuhkanlah egomu agar kau bisa selamat, Yolanda."
"Jangan gila, Romy! Kamu pikir aku apa?!!!"
"Lagipula bagaimana bisa aku menikahi suami kakakku sendiri? Pergilah! Aku tidak butuh bantuanmu." ucap Yolanda dengan suara paraunya.
"Tentu saja bisa, Yolanda. Tenang saja, aku akan menjadi suami yang adil untuk kakak beradik seperti kalian." timpal Romy. "Satu malam akan aku habiskan bersama kalian berdua. Bukankah ini adil?"
"Cuiiih!" Yolanda meludahi ke arah wajah Romy. Untungnya hanya mengenai sepatu Romy dan itu membuat Romy sangat geram.
"Berani kau ya!!?!" suara Romy meninggi dan terdengar sangat mengerikan.
"Sekarang katakan apa maumu?!" gertak Romy.
"Lepaskan aku!" jawab Yolanda.
"Layani aku dulu!" Romy mencengkeram bahu Yolanda.
__ADS_1
"Tidak akan pernah!" Yolanda masih saja melawan Romy.
"Kenapa?!! Apa ini hanya karena Bos Dwayne mu itu yang membuatmu tergila-gila padanya?" tanya Romy yang sudah mulai hilang kesabaran.
"Tentu saja! Lebih baik aku mencintai atasanku sendiri, daripada mencintai laki-laki gila seperti kamu!!!"
"Aku akan membuka segelmu lebih dahulu sebelum bosku menjualmu pada seorang mucikari." Romy pun langsung menyobek baju Yolanda.
Setelah itu Romy langsung menarik tengkuk leher Yolanda dan me-l*-mat bi bir Yolanda dengan kasar. Yolanda yang tangannya masih terikat ke belakang hanya mampu menggelengkan kepalanya untuk berusaha mencoba menghindar dari Romy.
Kini tangan Romy mulai bergerilya di dada Yolanda dengan bibir yang masih menempel dengan bibir Yolanda. Sedangkan Yolanda terus saja mengerang meminta pertolongan meski terdengar kurang begitu jelas.
"Emmmppphhhff."Yolanda terus saja memperlihatkan penolakan hingga Romy makin geram dibuatnya. Ia pun menggi git bibir bawah Yolanda agar setidaknya Yolanda membuka mulutnya dan menerima pagutan Romy.
Yolanda yang merasakan kesakitan karena ulah Romy pun justru kembali membalas menggigit bibir Romy hingga berdarah membuat Romy melepaskan pagutannya.
"****?" umpat Romy makin kesal. Kini ia mulai membuka atasan Yolanda yang sudah koyak dan melemparkan ke segala arah.
"Jangan gila, Romy!" pekik Yolanda yang diacuhkan oleh Romy.
Bugh! Bugh! Bugh!
Tiga pukulan langsung membuat Romy pingsan dan terkapar tepat di hadapan Yolanda. Yolanda sangat terkejut melihat keberanian gadis yang tidak ia kenal dan menyelamatkannya.
Gadis yang menyelamatkan Yolanda langsung melepas baju seragam yang dikenakan Romy dan juga ikatan di tangan Yolanda.
"Pakai ini! Kita akan keluar dari gudang ini dengan memakai seragam." ucap Minerva menyerahkan seragam Romy yang terlihat sangat kedodoran di tubuh Yolanda.
Tanpa pikir panjang, Yolanda pun mengikuti arahan Minerva untuk memakai baju Romy dan perlahan-lahan mereka keluar dari gudang dan menuju keluar gerbang.
Minerva melihat jam di ponselnya masih jam dua siang. Masih ada waktu dua jam lagi sebelum Austin menjemputnya pulang kerja.
"Terima kasih susah mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkan aku." ucap Yolanda saat keduanya sudah berada di dalam taksi.
"Sama-sama. Anggap saja aku berhutang budi padamu." balas Minerva.
__ADS_1
"Haaah? Berhutang budi? Oh iya kenalkan namaku _____"
"Yolanda Chya, Manager yang menyimpan rahasia Lies Food Company dan akan melaporkannya ke pihak yang berwajib bukan?"
Belum sempat Yolanda memperkenalkan dirinya, Minerva lebih dulu membicarakan siapa Yolanda sebenarnya.
"Hei, kau jangan-jangan suruhan dari Direkturmu ya?" tanya Yolanda justru mencurigai Minerva.
Minerva hanya tersenyum simpul dan memperlihatkan ponsel yang kini sedang dibawanya.
"Looooh, ini kan ponselku?" ucap Yolanda sangat terkejut.
"Berarti kau wanita yang sudah aku titipi semua barang-barang ku ya?" tanya Yolanda dan Minerva hanya menganggukkan kepalanya.
Yolanda langsung memeluk Minerva dengan sangat erat. "Bersyukurnya aku bertemu denganmu malam itu. Terima kasih sekali lagi sudah menyelamatkan aku."
"Aku sempat mengecek ponselmu dan beberapa barang yang ada dalam kopermu. Dari situ aku tahu bahwa kau sebenarnya sangat dalam bahaya." ucap Minerva yang kemudian menceritakan bahwa dia akhirnya melamar pekerjaan di Lies Food Company sebagai Staf IT untuk membantu misi Yolanda.
Mendengar penjelasan Minerva, membuat Yolanda terus berterima kasih pada Minerva. Ia sangat lega saat mengetahui bahwa dirinya tidak sendirian sekarang.
"Aku sudah mengumpulkan semua buktinya di ponselmu. Tapi aku akan mengembalikan ponsel dan semua barangmu setelah aku membeli ponsel baru dan beberapa barang yang aku perlukan, bagaimana?" tanya Minerva dan Yolanda langsung menganggukkan kepalanya tanpa menunggu lama.
Akhirnya mereka berdua pun sampai di Mall terbesar di kota itu. Yolanda mencari pakaian dan mengubah sedikit penampilannya dengan menggunakan kacamata dan membeli wig. Minerva pun membeli beberapa stel baju kerja, harian, dan baju yang akan digunakan untuk bepergian.
Tidak hanya itu, Minerva juga membeli beberapa pasang sepatu. Setelah itu Minerva membeli ponsel dan langsung memindahkan uang digitalnya ke dalam ponsel barunya.
"Aku akan kembali ke kantor dan kau bisa menungguku di Hotel Bee dekat pantai. Bagaimana?" tanya Minerva pada Yolanda.
"Okey, barang belanjaanmu biar aku yang bawa. Tenang saja, aku tidak akan mencurinya." balas Yolanda.
Kini keduanya memesan taksi dan kembali ke arah yang berbeda. Minerva terus saja memainkan ponselnya hingga taksi yang ditumpanginya sampai di depan kantor.
Sedangkan Yolanda kini sangat bersyukur dirinya selamat dari sekapan Direktur Lies Food Company. Ia pun langsung menghubungi Direktur Dwayne untuk melaporkan tentang apa yang baru saja terjadi padanya.
__ADS_1