
Minerva mengalihkan pertanyaan dari Jovita karena ia benar-benar tidak tahu harus bercerita apa.
"Jo, kedatanganku saat ini bukan menceritakan bagaimana keadaanku dulu. Karena menurutku semua itu sudah berlalu. Aku hanya ingin menyelesaikan apa yang sekarang menjadi permasalahanmu."
"Meskipun Mami sudah meninggal, aku yakin para rentenir itu sekarang akan mengejar dirimu dan juga Papi Aris. Karena saat pengajuan pinjaman online, Mami juga mencantumkan kartu identitas milikmu dan juga milik papi." ucap Minerva panjang lebar dan membuat Jovita sangat terkejut.
"Kata-kata mu tepat sekali Minerva. Bagaimana kau mengetahui tentang ini? Apa kau juga pernah melakukan pinjaman online?" tebak Jovita.
"Oh, itu sangat tidak mungkin. Aku sangat tidak percaya kau melakukan itu. Lalu dari mana kau tahu?" tanya Jovita yang sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Minerva tadi.
"Aku mempelajarinya semalam. Apa kau mau aku bantu menyelesaikan masalah ini, Jo?" tawar Minerva membuat netra Jovita membulat sempurna. Meski raut wajahnya masih terlihat sembab, tapi tidak menutupi pancaran kebahagiaan Jovita.
"Aku mau, Minerva." jawab Jovita yang langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengambil berkas pinjaman online milik Mami Peny.
Minerva langsung menyalakan Macbooknya dan mengaktifkan sistem scorpio untuk membantu menyelesaikan permasalahan pinjaman online. Tak lama kemudian papi Aris pulang dari pasar dan langsung menyapa Minerva.
"Hai Minerva, sudah lama?"
"Baru saja Pi, sini aku bantu," Minerva mau membantu membawa keranjang belanjaan papi ke dapur, tapi Papi Aris langsung melarangnya.
"Kau dilarang membawa keranjang seperti ini, sayang. Duduklah dengan baik, Papi cukup kuat untuk membawanya ke dapur."
"Oh iya, Papi akan membuatkan martabak spesial untukmu. Papi jamin kau akan ketagihan." ucap papi yang langsung menghilang di balik pintu dapur.
"Papi memang seperti itu, Minerva. Dia jarang mau dibantu." tukas Jovita sambil membawa berkas pinjaman online Mami Peny.
"Ini aplikasi yang Mami gunakan untuk Pinjaman online." Jovita memperlihatkan hasil Print dari screenshoot ponselnya.
Dengan sigap Minerva langsung membuka aplikasi tersebut menggunakan macbooknya dan memasukkan data Mami untuk mengetahui sisa dan bunga pinjamannya.
...[BANK TITIL APPLICATION] ...
...[Pinjaman Online Cepat Cair Kurang dari 24 Jam] ...
__ADS_1
Name {Debtor} : Peny
Angsuran yang harus dibayarkan bulan ini : Rp35.500.000
Jumlah Pinjaman : Rp100.000.000
Sisa Tenor : 2 bulan
Jumlah yang sudah dibayarkan : Rp30.900.000
Angsuran jatuh tempo jatuh setiap tanggal 10 setiap bulannya.
"Mami memang termasuk orang yang sangat berani untuk meminjam uang Minerva. Uang yang sebenarnya dipinjam Mami jumlahnya tidak sampai seratus juta. Saat itu mami hanya pinjam sebesar empat puluh juta. Tapi, saat aku buka aplikasinya lewat ponsel, Mami langsung shock melihat jumlah pinjamannya ternyata sampai di angka seratus juta."
"Mami pikir pinjamannya tinggal sedikit lagi, gak taunya membengkak sampai sebanyak itu." jelas Jovita.
"Tenang saja, Jo. Aku akan menyelesaikan masalah ini hari ini juga." timpal Minerva yang kini mulai mengetikkan beberapa kode yang diperlihatkan oleh sistem scorpio.
"Kau akan melunasi hutang Mami?" pertanyaan Jovita kali ini membuat Minerva menatap tajam ke arahnya seolah memberi kode bahwa saat ini ia sedang tidak ingin diganggu. "Maaf, Minerva. Aku tidak akan mengganggumu. Aku akan membantu papi saja di belakang."
Sistem scorpio langsung memperlihatkan cara-cara membuat laporan bahwa Debtor Peny sudah melunasi seluruh hutang beserta bunganya dalam aplikasi tersebut. Minerva tetap harus mengirim uang ke rekening Bank Titil sebesar Rp69. 100 dan nantinya dalam laporan pelunasan pinjaman, Mami Peny mengirimkan uang sebesar Rp69.100.000 karena sistem scorpio hanya menambahkan tiga angka nol di belakangnya.
Minerva mengikuti satu per satu langkah yang diberikan oleh Sistem scorpio dan tinggal satu klik saja, hutang Mami Peny sudah terlunasi.
Minerva kini menarik nafasnya lega, hanya saja ia sedikit menyesal karena ia terlambat datang untuk menyelesaikan masalah ini hingga Mami Peny harus bunuh diri. Padahal siangnya ia sudah bertemu dengan Jovita.
Kini Minerva menutup kembali Macbooknya dan menyimpan sistem scorpio. Tiba-tiba dari dapur Jovita berlari ke arah Minerva dengan kegirangan.
"Look at this Minerva!" Jovita memperlihatkan ponselnya ke hadapan Minerva. Terlihat di layar ponsel Jovita ada notifikasi bahwa Mami Peny telah menyelesaikan pinjaman Onlinenya lebih cepat dari waktu yang di berikan.
"Kau berhasil, MInerva!" pekik Jovita kegirangan dan langsung memeluk Jovita dengan sangat erat.
"Andai saja kita bertemu lebih cepat. Mungkin saat ini Mami Peny masih hidup ya Jo." ucap Minerva.
__ADS_1
"Tidak Minerva. Aku yakin inilah yang terbaik. Aku tidak pernah menyesalkan semua itu karena itu memang akibat yang harus Mami terima karena perilakunya."
"Yang aku syukuri hanya satu, aku bisa bertemu kembali dengan peri baik hati. Anggap saja aku berhutang padamu, Minerva. Aku akan mencicilnya setiap bulan."
Minerva hanya terkekeh mendengar ucapan Jovita. Kini hidungnya mencium sesuatu yang membuat cacing yang ada di dalam perutnya kelaparan. Papi Aris keluar dari dapir dan membawakan martabak telur spesial untuk Minerva.
"Aku akan menagih hutang itu setiap minggu, tapi tidak denganmu, Jo. Aku akan menagih nya pada papi."
"Gaji papi dan Jovita sekarang lebih banyak gaji Jovita loh sayang." timpal papi sambil meletakkan masakannya di meja.
"Gaji? Aku hanya ingin menagih nya setiap minggu dengan makan martabak gratis di sini. Memangnya tidak boleh ya?"
Papi Aris dan Jovita saling melemparkan pandangan setelah mendengarkan keinginan Minerva. Keduanya tidak menjawab keinginan Minerva dan justru sama-sama memeluk Minerva dengan sangat erat. Bahkan Papi Aris sampai meneteskan air matanya terharu.
"Tidak perlu setiap minggu, setiap hari pun papi siap sayang. Kapan pun Minerva mau, Papi akan buatkan untuk Minerva."
Kini Minerva benar-benar merasakan keluarga yang lengkap. Minerva sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan papi Aris dan juga Jovita.
"Lain kali berkunjunglah ke apartemenku. Aku sangat senang jika kalian mau tinggal bersama denganku." tawar Minerva.
"Rumah ini juga milikmu, sayang. Papi akan tetap tinggal disini sambil berjualan. Tapi papi akan tetap mengunjungimu."
"Aku juga akan sering sering mengunjungimu, Minerva. Tapi aku akan tetap menemani papi tinggal disini." ucap Jovita.
Akhirnya mereka menghabiskan waktu bersama sambil saling bertukar cerita. Jovita lebih banyak bercerita hingga terlupa dengan rasa penasarannya terhadap Minerva.
"Jo, siang ini ajak aku jalan-jalan ke taman yuk. Sepertinya aku butuh refreshing naik motor bersamamu."
"As you wish, peri baik hati. Hari cutiku kali ini aku habiskan bersamamu."
Setelah makan siang, Jovita dan Minerva pun jalan-jalan dengan naik motor, sedangkan Papi Aris mulai persiapan untuk berjualan martabak.
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
Teman-teman mampir juga yuk ke novel aku yang lain.