
Austin langsung masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan kesal. Sedangkan Lilies mengejar Austin dan mengetuk kaca mobil sepupunya itu.
"Ada apa lagi?" tanya Austin membuka kaca jendela mobilnya.
"Kumohon jangan marah. Maafkan aku." ucap Lilies sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Kau hanya membuang waktuku percuma, Lilies. Kau tahu kan tadi aku sedang bersama siapa?" gerutu Austin kesal.
"Ya, aku tahu kau sedang bersama Minerva. Tapi saat ini aku benar-benar sedang kalut Austin, dan aku sangat membutuhkanmu ada di dekatku."
"Kumohon jangan pergi." pinta Lilies membuat Austin membuang nafasnya kasar.
"Huft, kau sungguh merepotkan, Lies. Jika Uncle tidak menitipkanmu padaku, sudah pasti kau akan aku tinggalkan sendiri untuk menghadapi masalah yang kau buat sendiri."
Austin dengan terpaksa keluar dari mobilnya dan kembali masuk ke dalam untuk menemani Lilies.
"Aku benar-benar minta maaf Austin. Tersenyumlah setidaknya sedikit membuatku tenang." pinta Lilies sambil menyodorkan minuman untuk Austin.
Austin membuka penutup minuman yang diberikan Lilies san meminumnya. "Aku baru saja bertemu Minerva setelah delapan tahun kami berpisah. Aku baru saja ingin dekat dengannya dan kau justru mengacaukan semuanya."
"Apa Aunty Moona sudah sempat bertemu dengan Minerva?" tanya Lilies dan Austin menganggukkan kepalanya.
"Pantas saja dia langsung membuat heboh seluruh keluarga besar dengan memberi kabar bahwa kau sudah mempunyai kekasih." ucap Lilies.
"Mommy terlalu berlebihan, padahal Minerva juga belum menjadi kekasihku." gumam Austin.
...💫💫💫...
Di kamar 707
Andre yang sudah selesai mengumpulkan semua bukti, langsung menghubungi temannya Ruben yang bekerja sebagai KaPolRes untuk melaporkan bukti yang ditemukan oleh Yolanda.
Tidak hanya itu, Andre pun juga sudah siap menghubungi pengacara Ega untuk membantu Yolanda jika nanti dihadapkan di sebuah persidangan. Mereka pun mengadakan perjanjian untuk bertemu besok pagi di kamar hotel yang sudah dipesan oleh Tuan Dwayne.
Setelah semuanya selesai, Andre langsung merapikan meja dan menyimpan laptop di meja kamar Yolanda.
"Sekarang aku harus tidur karena besok aku harus bangun pagi untuk menemui Ruben dan Ega." gumam Andre yang sudah merebahkan tubuhnya di sofa. Tak lama kemudian mata Andre pun terpejam.
...♏♏♏...
__ADS_1
Tepat tengah malam, Minerva mengerjapkan matanya saat ia merasakan tubuhnya sangat berat. Betapa terkejutnya Minerva saat mendapati dirinya berada dalam pelukan Tuan Dwayne.
"Tuan Dwayne, bagaimana bisa dia memelukku seperti ini?" gumam Minerva pelan sambil mencoba memindahkan tangan milik Dwayne dari tubuhnya.
Bukannya terlepas, Dwayne justru mengeratkan pelukannya pada Minerva hingga Minerva refleks menyikut perut Dwayne dengan kencang.
"Awwwh!" pekik Dwayne kesakitan dan langsung membuka matanya.
"Kenapa aku bisa tidur bersamamu, Tuan?" tanya Minerva dengan raut wajah yang tidak suka.
"Aku memindahkan mu yang tertidur di sofa ke tempat tidur. Dan tidak tahu kenapa aku bisa tertidur di sampingmu." jelas Dwayne sambil mengusap perutnya yang terasa sangat sakit.
"Dimana Yolanda?" tanya Minerva kemudian.
"Ada di kamar yang kau pesan, Minerva."
"Lalu aku dimana sekarang?" Minerva langsung turun dari tempat tidur dan menuju ke pintu keluar.
Dwayne tidak menjawab pertanyaan Minerva dan hanya mengikuti dari belakang. Saat membuka pintu, Minerva melihat nomor kamar yang ia pesan ada di hadapannya.
"Anda memesan kamar tepat di depan kamar yang aku pesan?" tanya Minerva berbalik menatap Dwayne.
"Emmmm, bisa dikatakan begitu." jawab Dwayne.
"Andre, bangun dong. Pindah ke kamar yang dipesan bosmu saja." ucap Minerva sambil menggoyangkan tubuh Andre.
Mendengar suara Minerva, membuat Andre langsung tersadar dari tidurnya namun enggan untuk membuka matanya. Ia pun berniat untuk menarik tangan Minerva dan memeluknya seperti yang pernah ia lihat dalam drama korea.
Sedangkan Dwayne yang melihat Minerva memegang tubuh asistennya, membuat Dwayne yang masih berdiri di pintu langsung menarik tangan Andre. "Pindah kamar!" gertak Dwayne dengan suara baritonnya membuat Andre langsung membuka matanya dengan dengan sempurna.
"Ya Ampuuuun, Tuan. Kau benar-benar mengganggu mimpiku yang sedang dibelai oleh bidadari." gerutu Andre kesal karena niatnya jadi berantakan.
Dwayne tidak menghiraukan kekesalan Andre dan terus menariknya menuju kamar yang sudah ia pesan. Sedangkan kini Minerva mengambil laptop milik Yolanda dan duduk di sofa sambil menyalakan sistem scorpio miliknya.
Sistem scorpio kini memperlihatkan satu masalah dunia yang sedang berkembang tentang bunga pinjaman online yang banyak menyulitkan banyak orang. Minerva mulai mempelajari cara kerja tentang pinjaman online dari beberapa aplikasi online.
Saat Minerva masih asik mengutak atik laptop milik Yolanda dan mempelajari sistem scorpio, Yolanda terbangun dari tidurnya dan Minerva langsung menyembunyikan sistem scorpio.
"Kau terbangun?" tanya Minerva melihat Yolanda yang mendekatinya.
__ADS_1
"Maaf sudah mengakui sisi tempat tidurmu. Kenapa kau belum tidur Minerva? Kau bisa kan tidur di sampingku." tanya Yolanda sambil mengintip layar laptopnya.
"Aku juga terbangun sepertimu. Apa perutmu masih sakit?" tanya Minerva.
"Sudah lebih baik. Aku melewatkan banyak waktu untuk mengobrol denganmu, Minerva. Oh iya, kau tinggal dimana sekarang?" tanya Yolanda.
"Aku belum sempat mencarinya."
"Mau tinggal bersamaku di rumah kontrakan. Tidak jauh dari sini." Yolanda menawarkan tempat tinggal untuk Minerva.
"Apa kau mau tinggal bersama musuh Titan Mack?" tanya Minerva sambil memandang ke arah Yolanda.
"Tapi aku tidak mau bermusuhan denganmu, Minerva. Aku mau bersahabat denganmu. Aku yakin Titan Mack mencarimu dan mencelakaimu hanya untuk balas dendam karena orang tuanya terbunuh oleh ayahmu saat Perang Titan."
Mendengar pernyataan Yolanda membuat Minerva tersenyum dan menangkupkan tangannya di wajah Yolanda.
"Aku sangat senang memiliki sahabat sepertimu. Tapi aku tetap harus hati-hati dan menjaga diriku sendiri seperti pesan ibuku."
Minerva melepaskan tangannya dan kembali fokus menatap layar laptop. "Lagipula kontrakanmu sekarang pasti tidak aman karena anak buah Direktur Lilies pasti sudah menjaga disana."
"Aku mungkin akan membeli satu apartemen, apa kau mau tinggal denganku?" tanya Minerva yang kini gantian menawarkan Yolanda untuk tinggal bersamanya.
Yolanda mengangguk dan langsung memeluk Minerva dengan sangat erat. "Aku mau Minerva, aku sangat mau. Kau benar-benar Gadis Penyelamatku. Bagaimana kalau kita sekarang bersahabat?"
Yolanda memberikan kelingkingnya ke arah Minerva dan Minerva langsung menautkan kelingkingnya ke Yolanda.
"Tapi kau harus siap jika suatu saat kita bertengkar dan berbeda pendapat." ucap Minerva dan Yolanda mengangguk setuju.
Kini Minerva dan Yolanda pun memutuskan untuk ke tempat tidur dan saling bertukar cerita.
"Apa yang ingin kau lakukan besok, Minerva?"
"Tentu saja bekerja. Apa kau lupa jika aku adalah karyawan satu hari Direktur Lilies? Aku tidak akan bisa menyelamatkanmu jika tidak masuk dalam perusahaannya." jawab Minerva.
"Kau sungguh genius, Minerva. Bahkan kau sangat handal membuka kunci ponsel ku yang sangat rumit." puji Yolanda.
"Tentu saja, aku kan hacker handal." balas Minerva sambil menyelimuti tubuhnya.
"Tapi aku masih penasaran bagaimana caranya kau membuka koperku? Kunci koperku kan tidak online." tanya Yolanda penasaran.
__ADS_1
"Itu hal mudah, kunci kopermu pasti tidak jauh dari tanggal lahirmu bukan?" jawab Minerva dan Yolanda hanya terkekeh kecil.
Tak lama kemudian, Yolanda memejamkan matanya begitu juga dengan Minerva.