
Keesokan paginya, Minerva dan juga Emir melangsungkan pernikahannya di ballroom hotel milik Austin. Suasana megah dan juga meriah begitu melekat dalam setiap penataan dekorasi yang disiapkan Emir jauh jauh hari.
Semua tamu undangan juga benar-benar sangat kagum dan terkesima dengan perhelatan pernikahan Emir dan juga Minerva. Sayangnya Minerva sama sekali tidak mau pernikahan sakralnya dipublikasikan meskipun banyak pihak media entertainment yang hendak memberikan sponsor dalam acara pernikahannya.
Minerva tampak lebih anggun dan cantik dengan gaun dengan model ball gown dengan detail lace, aksen mutiara serta bordiran di seluruh bagian dan warna silver memberikan kesan mewah bagi yang mengenakannya.
Sedangkan Emir memakai balutan jas berwarna senada dengan gaun Minerva juga tampak sangat tampan dan mempesona. Semua tamu undangan yang hadir pun berdecak kagum dan memuji keserasian mereka berdua.
Pernikahan Emir dan Minerva berjalan dengan sangat lancar dan berkesan. Kini Emir benar-benar merasa sangat bahagia memiliki Minerva sepenuhnya.
"Kamu benar-benar sangat cantik istriku, sayang." ucap Emir pelan sambil mengusap bibir Minerva.
Keduanya kini saling melemparkan pandang, sedangkan para tamu undangan kini menantikan Emir memberikan ciuman pertamanya kepada Minerva.
"Kak Emir juga terlihat sangat tampan." puji Minerva.
"Benarkah?" tanya Emir dan Minerva pun mengangguk.
"Bolehkah aku menyentuhnya dengan bibirku, sayang?" tanya Emir lagi sambil terus mengusap bibir Minerva.
Minerva pun memejamkan matanya dan Emir perlahan mendaratkan bibirnya di bibir Minerva. Perlahan tapi pasti ciuman mereka yang awalnya biasa, kini menjadi semakin dalam. Bahkan Emir sampai memegang tengkuk Minerva dan keduanya benar benar hanyut dan lebur menjadi satu.
Tamu undangan pun makin riuh bersorak ramai sampai Minerva sedikit mendorong tubuh Emir agar segera melepaskan pagutannya.
__ADS_1
Dan kini tiba waktunya acara lempar bunga yang ditunggu para tamu undangan yang belum menikah. Dan lemparan bunga tersebut justru tertangkap oleh Yolanda bersamaan dengan Bripda Yogi yang kebetulan ditugaskan untuk menjaga keamanan acara pernikahan Minerva dari pihak kepolisian.
Setelah serangkaian acara yang sangat padat dari pagi hingga malam, kini keduanya pun masuk ke dalam kamar Presidential Suite di hotel Bee yang sudah disiapkan Austin. Emir dan Minerva pun sama-sama canggung satu sama lain.
"Apa perlu aku bantu untuk melepaskan gaunmu, sayang?" tanya Emir membuat hati Minerva berdesir. Terlebih saat Emir menyentuh punggungnya, ia merasa bulu kuduknya berdiri semua.
"Tidak perlu, Kak. Aku bisa melepaskannya sendiri." Ucap Minerva sedikit menjauh dari Emir.
"Baiklah," Emir yang masih merasa canggung pun tidak mau memaksa kehendak Minerva.
Namun melihat Minerva makin kesulitan, perlahan tangan Emir terulur menyentuh pengait gaun Minerva dan membukanya satu per satu hingga terlihat punggungmulus Minerva yang membuat Emir langsung menelan ludahnya kasar.
"Terima kasih Kak." ucap Minerva yang buru-buru melarikan diri untuk masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Emir mengusap wajahnya kasar sambil duduk tercenung melihat pemandangan indah untuk pertama kalinya. Degub jantung Emir benar-benar susah untuk dikondisikan terlebih saat mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Sayangnya sampai satu jam berlalu, Minerva belum juga keluar dari kamar mandi dan membuat Emir langsung mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan keadaan istrinya.
"Minerva, are you okay?" teriak Emir dari luar.
Perlahan Minerva membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya. "Ada apa denganmu, Minerva?" tanya Emir lagi.
"Mommy membawakan pakaian yang buruk untukku." gerutu Minerva.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Emir sedikit tidak yakin dengan ucapan Minerva.
Mana mungkin seorang istri sultan memberikan pakaian yang buruk untuk putri kesayangannya.
"Lihat saja kalau tidak percaya." ucap Minerva membuka pintu kamar mandi dan memperlihatkan dirinya yang berbalut kan lingerie seksi berwarna merah menyala yang sudah disiapkan oleh Mommynya.
Gemuruh di dada Emir makin tidak bisa dikondisikan. Bahkan ia melupakan dirinya yang belum sempat membersihkan diri. Emir justru langsung mengangkat tubuh Minerva ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang.
"Kakak!" pekik Minerva terkejut.
"Ini bukan pakaian yang buruk istriku sayang. Karena kecantikan justru bertambah berjuta kali lipat dengan menggunakan ini." bisik Emir membuat tubuh Minerva sedikit meremang.
Kini Minerva sudah berada di bawah kungkungan Emir. Dengan sangat lembut Emir kembali mendaratkan bibirnya untuk kedua kalinya di bibir Minerva hingga keduanya kini saling berbalas untuk meleburkan gejolak dalam diri mereka.
Emir benar-benar membuat Minerva terbuai dengan permainannya yang sangat lembut hingga keduanya benar-benar melepaskan malam pertama mereka secara bersamaan.
Satu kali membuat Emir sangat ingin untuk mengulang kedua kalinya. Dengan lembut Emir meminta lagi pada Minerva dan Minerva pun menyetujui permintaan suaminya.
Untuk kedua kalinya, Minerva justru terlihat semakin menantang dan membuat Emir kini merasa ketagihan hingga akhirnya mereka mengakhiri permainan pa nas mereka pada pukul 2 dini hari.
🍀🍀🍀
Kini Minerva benar-benar sudah hidup bahagia bersama Emir, sedangkan Austin pun mengejar cintanya ke Jepang.
__ADS_1
Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua. Mohon maaf jika dalam penulisan novel ini Author sangat banyak kekurangan.
Mampir Yuk ke karya Author yang lain.