Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Perjalanan Emir


__ADS_3

Perusahaan EOEB


Emir tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya sambil membuka buka hasil meeting nya tadi bersama Maria. Ini adalah project besar untuk perusahaannya, selain untuk pengadaan iklan dari beberapa produk yang dihasilkan perusahaan Maria, EOEB juga diminta sebagai Wedding Organizer dalam pernikahan sepupu Maria yang ada di Bali.


Kali ini kepergiannya ke Bali tidak hanya untuk mengejar Minerva, tetapi juga untuk menjalankan proyeknya. Emir menutup hasil meeting nya dan segera memasukkannya ke dalam koper. Sebentar lagi ia harus segera tiba di bandara untuk melakukan penerbangan bersama dengan Maria dan beberapa anak buahnya.


Sedangkan seluruh urusan di perusahaan sudah ia serahkan kepada Andre.


"Tuan Dwayne, sopir anda sudah menunggu di Lobby." ucap Andre.


Emir langsung berdiri dan bergegas menuju ke Lobby. Saat ia membuka pintu mobil, betapa terkejutnya Emir melihat Maria yang sudah duduk di dalam.


"Tuan, tidak masalah bukan jika kita berangkat bersama menuju ke Bali?" tanya Maria.


"Oh, bukan masalah besar, Nona." jawab Emir masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Maria.


Mobil pun segera meluncur membelah jalanan kota mengantarkan Emir dan juga Maria ke Bandara.


Selama perjalanan ke Bandara, Emir menyibukkan dirinya dengan ponselnya, begitu juga dengan Maria. Tidak ada percakapan antara keduanya hingga mereka tiba di bandara.


Meskipun penerbangan mereka berada dalam satu maskapai yang sama, tetapi tempat duduk mereka tidak berdekatan. Emir menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya. Pekerjaannya hari ini sungguh membuatnya sangat lelah, tetapi mengingat ia akan bertemu dengan Minerva sebentar lagi membuat rasa lelahnya sedikit demi sedikit berkurang.


Dari kejauhan Maria terus saja memandangi Emir yang sedang memejamkan matanya.


'Emirio Dwayne. Orang yang tegas, dingin tapi aku rasa dia akan berubah menjadi pria yang hangat.' gumam Maria dalam hati.


'Sepertinya usianya masih di bawahku.' batin Maria.


Ia kemudian mengalihkan pandangannya saat pesawat sudah mulai take off. Maria kemudian membuka ponselnya dan melihat galeri di ponselnya. Ia memandangi foto anak laki laki berusia tujuh tahun di layar ponsel dan seketika air matanya jatuh.


Yang dipandanginya adalah foto Kenzi, anak laki-lakinya yang dibawa lari oleh mantan suaminya. Kehidupan Maria sebelumnya sangatlah kelam. Ia hanyalah gadis yang dibayar untuk melahirkan putra pewaris perusahaan besar di Jepang.


Setelah Kenzi lahir, ia hanya mengurus Kenzi sampai usianya dua tahun dan kemudian Kenzi diambil paksa dan Maria menerima bayarannya dengan nominal yang cukup fantastis hingga Maria bisa membangun perusahaan kecil miliknya yang kini sudah berkembang menjadi perusahaan yang besar.


Semenjak itu Maria dilarang untuk bertemu dengan putranya dan hanya bisa melihat perkembangan Kenzi dari media sosial milik Kenzi. Hanya itu yang mampu Maria lakukan, melihat tanpa mampu bertemu atau bahkan menggapainya.


Kini ia menggeser slide gambar selanjutnya dan tampak foto mantan suaminya bersama dengan seorang wanita yang tentu saja istrinya. Hanya ada sesuatu yang sedikit mengganjal dalam foto tersebut.

__ADS_1


'Kenapa dia sangat mirip dengan Emirio Dwayne?' gumam Maria dalam hati sambil terus mengamati foto mantan suaminya. Perbedaannya hanya jika mantan suaminya sedikit berkumis sedangkan wajah Emir sangat bersih dari bulu di wajah.


Maria kemudian menyimpan kembali ponselnya dan menyandarkan kepalanya. Tujuan kedatangannya ke Indonesia kali ini memang hanya untuk memperluas jaringan bisnisnya agar ia bisa mengalahkan bisnis mantan suaminya.


Kini pesawat yang ditumpangi Emir dan juga Maria sudah mendapat di Bali. Maria jalan beriringan dengan Emir sambil menarik kopernya masing-masing. Dari kejauhan nampak Naomi sepupunya melambaikan tangannya ke arah Maria.


"Itu adalah sepupuku yang akan menikah." Maria menunjuk ke arah Naomi yang melambaikan tangannya.


Maria dan Emir berjalan ke arah Naomi dan mereka pun kini saling berkenalan.


"Naomi, dimana calon suamimu?" tanya Maria melihat Naomi menjemputnya seorang diri.


"Dia sedang ada urusan." jawab Naomi sambil membawakan barang bawaan Maria.


"Tuan Emir dijemput siapa? Apa Tuan mau ikut bersama kami?" tanya Naomi dengan ramah. Meskipun berdarah Jepang, Naomi yang sudah satu tahun tinggal di bali menjadi sangat ramah seperti orang Bali lainnya.


"Saya sudah dijemput oleh supir. Kalau begitu saya permisi dulu." jawab Emir yang kemudian menuju ke arah supirnya.


Emir memang tidak memiliki villa seperti Austin, tetapi ayahnya memiliki hotel yang tidak begitu besar di dekat Danau Tamblingan dan tidak jauh dari Villa milik keluarga Wycliff.


Karena hari sudah malam, Emir memutuskan untuk mengunjungi Minerva besok pagi. Sesampainya di hotel, Emir segera membersihkan tubuhnya dan kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


📩📩📩


Austin


Ternyata aku yang lebih dulu berjumpa dengan Minerva. 😜 Kau sekarang tidak akan mudah untuk bertemu dengan Minerva seperti biasanya karena kau akan berhadapan denganku terlebih dahulu. Dan aku rasa kau juga belum pantas untuk mendapatkan adik kesayanganku ini.


Emir langsung terkekeh membaca pesan dari Austin.


"Dasar labil! Kemarin aja gak mau mengakui kalau Minerva itu adik kandungnya, eh sekarang malah sok sokan. Ancaman tidak bermutu." gumam Emir yang mulai mengetikkan pesan untuk Austin.


^^^📩📩📩^^^


^^^Emir ^^^


^^^Ancaman tidak bermutu. Belajarlah jadi kakak ipar yang baik. ^^^

__ADS_1


Setelah mengirimkan pesan untuk Austin, Emir langsung memejamkan matanya agar besok pagi bisa mengunjungi villa Keluarga Wycliff lebih awal.


...⛲⛲⛲...


Sedangkan Austin yang kini sedang bercengkerama dengan keluarganya langsung menggerutu kesal setelah membaca pesan balasan dari Emir.


"Awas aja nih orang!" gerutu Austin kesal dan menyimpan kembali ponselnya dalam sakunya.


"Kenapa sih?" tanya Mommy Moona yang mendengar gumaman putranya. "Gak jelas banget kamu."


Daddy Arthur dan Minerva pun ikut memandang ke arah Austin menunggunya menjawab dari pertanyaan Mommy karena mereka juga sempat mendengar Austin menggerutu.


"Oooh, gak ada apa-apa kok. He he he." jawab Austin salah tingkah dan yang lain pun kini kembali menikmati film layar lebar yang sedang di tonton bersama di ruang keluarga.


"Minerva gak buru-buru disuruh nikah kan Mom kayak aku?" tanya Austin tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan dari Austin, Daddy langsung memencet tombol pause untuk menjeda film yang sedang mereka tonton.


"Kalau Minerva sudah mendapatkan tambatan hatinya, ya besar kemungkinan Minerva akan menikah lebih dulu dari pada kamu." jawab Daddy Arthur sambil mengusap kepala Minerva.


"Yap, Mommy juga setuju dengan pendapat Daddy. Tapi dengan syarat Minerva tidak keluar dari Mansion karena dia harus tinggal bersama Mommy." timpal Mommy Moona.


"Lagipula sekarang Mommy juga gak akan minta kamu nikah cepet-cepet lagi Austin. Kamu pilih dulu wanita yang benar-benar bisa meluluhkan hatimu. Mommy juga gak buru-buru untuk itu. Karena keluarga kita sudah lengkap sekarang." jelas Mommy.


Minerva langsung memeluk Mommy nya dengan sangat erat. "Minerva juga masih pingin manja-manjaan sama Mommy." balas Minerva.


"Huuuh, aku sangat lega mendengarnya." gumam Austin yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Daddy dan Mommy nya.


"Maksud kamu lega apa?" tanya Daddy.


"Eitz, gak ada apa-apa kok. Yuk kita lanjut nontonnya." Austin langsung marah remote dan menekan tombol unpause nya.


...💞💞💞...


Hai Guys, mampir yuk ke Novel bestie aku.


Nama Pena : Unopp

__ADS_1


Judul novel : TRIPLE 'K'



__ADS_2