
Austin segera menghubungi asistennya untuk membatalkan acara dan pertemuan hari ini. Sedangkan Minerva kini sudah duduk manis menunggu Austin di dalam mobil.
"Kamu benar-benar tidak berubah sama sekali Minerva, masih secantik yang dulu. Bagaimana kabarmu?" tanya Austin yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Kakak lihat kan aku baik-baik saja." jawab Minerva sambil memainkan ponselnya.
"Kemana kau pergi setelah jet ski yang kau naiki meledak di tengah laut saat itu?" tanya Austin. "Aku benar-benar sangat mencemaskanmu, Minerva."
Minerva mengalihkan pandangannya ke Austin sambil mengerutkan dahinya. "Aku boleh balik tanya gak kenapa kakak ada di pantai waktu itu?"
Pertanyaan Minerva membuat Austin tercekat tak dapat menjawab apa-apa. Austin justru langsung menyalakan mobilnya dan mengemudikannya menuju butik langganannya.
"Kenapa diam? Apa kakak memang sudah merencanakan untuk melenyapkan aku?" tanya Minerva lagi.
"Aku tidak mungkin melakukan itu Minerva. Aku justru sangat mengkhawatirkanmu saat itu." timpal Austin.
"Maaf, itu memang sepertinya ulah Titan dan anak buahnya. Tapi aku berani sumpah jika aku dan Daddy benar-benar sudah tidak ikut campur dengan ulah Titan waktu itu. Trust me, please Minerva." pinta Austin sungguh-sungguh.
"Never mind. Aku juga sudah melupakan kejadian itu. Emmm, aku sudah menjatuhkan diri saat jet ski meledak dan berenang ke arah yang aku tidak tahu hingga bertemu dengan sepasang suami istri yang kemudian menyelamatkan aku." jelas Minerva membuat Austin lega mendengarnya.
"Oh iya kak, bisa antarkan aku ke alamat ini?" tanya Minerva yang kemudian menyodorkan secarik kertas alamat Lies Food Company.
"Tentu saja tahu, ini searah dengan butik langgananku. Kali ini belanjalah sesukamu karena aku mentraktirmu." jawab Austin.
"Waaaah, you're so kind brother." timpal Minerva dengan senyum lebarnya.
Austin pun ikut bahagia melihat Minerva tersenyum lebar. Perasaan bersalah yang terus menghantui Austin selama ini atas hilangnya Minerva berangsur angsur hilang melihat Minerva nampak baik-baik saja.
"Delapan tahun benar-benar tidak membuatmu berubah sama sekali Minerva, bahkan kau masih terlihat seperti anak SMA." celetuk Austin.
"Oh, yaa. Padahal usiaku sekarang hampir mendekati seperempat abad loh kak." timpal Minerva. "Kak Austin udah nikah?" tanya Minerva dan Austin hanya menggelengkan kepalanya.
Bagaimana mau menikah, jika Austin selama ini masih dirundung rasa bersalah atas hilangnya Minerva. Terlebih saat itu ia baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta dengan seorang gadis. Hilangnya Minerva membuat Austin tidak pernah berfikir untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun dan hanya fokus mengembangkan bisnisnya.
Meski Austin adalah pria yang humble, tapi tetap saja belum ada wanita yang menggantikan posisi Minerva Bee di hatinya. Dan pertemuannya kali ini dengan Minerva membuat Austin seolah menemukan kembali dirinya yang hilang.
__ADS_1
"Kenapa belum menikah? Kakak kan tampan dan mapan. Aku yakin banyak wanita yang mengantri untuk dipinang jadi istri kakak." celetuk Minerva membuat Austin tiba tiba menginjak rem mendadak.
"Aku tampan?" tanya Austin.
"Iyaa, tapi gak usah pake ngerem mendadak dong kak." jawab Minerva sambil mengusap dadanya karena terkejut.
"Trus Minerva mau gak jadi pacar kakak?" tanya Austin to the point.
"Ya enggak laaah."
Jawaban Minerva membuat Austin sedikit kecewa. "Kenapa?"
"Aku kan mau cari kerja, bukan mau pacaran." jawab Minerva membuat Austin membuang nafasnya kasar.
"Kita kan bukan pacaran setiap waktu, Minerva. Kamu juga masih bisa kerja kaaaan?" tanya Austin membuat Minerva sedikit heran.
"Mana mungkin baru saja bertemu sudah langsung berpacaran." gumam Minerva dalam hati.
"Kakak tadi belum sarapan ya?" tanya Minerva.
"Udah kok, emang kenapa?" tanya Austin balik.
"Aneh?" gumam Austin yang tidak paham dimana keanehan dirinya sendiri. Kini mobil Austin sudah sampai di butik langganan nya.
Minerva langsung masuk ke dalam butik bersama Austin dan memilih satu pasang pakaian kerja dan sepasang sepatu.
"Selamat Pagi, Mr. Wycliff. Apa anda sedang membawa seorang kekasih?" tanya salah satu karyawan butik yang baru kali ini melihat Austin pergi bersama seorang wanita.
Austin mengedikkan bahunya dan memberi isyarat pada karyawan tersebut untuk menanyakan sendiri kepada Minerva. Ternyata karyawan butik ini benar-benar menanyakan hal tersebut pada Minerva.
"Apa Nona ini kekasih Mr. Wycliff?" tanya karyawan butik pada Minerva yang kini sedang mencoba ukuran sepatu.
"Tentu saja tidak. Aku hanya teman yang dulu pernah jadi saingannya." jawab Minerva santai. "Sepertinya sepatu ini pas untukku, bisa tolong dibungkus?" tanya Minerva menyerahkan sepatu dan satu stel baju kerja pada karyawan butik tadi.
Dengan sigap karyawan butik tadi menerima belanjaan Minerva dan membawanya ke kasir.
__ADS_1
"Cari lagi baju dan sepatu yang lainnya, Minerva. Kenapa cuma beli satu?" Austin menarik tangan Minerva untuk memilih lagi.
Dengan pelan Minerva melepaskan tangan Austin, "Aku buru-buru Mr. Wycliff. Aku harus segera melamar pekerjaan." ucap Minerva menuju kasir untuk mengambil barang belanjaannya.
"Mbak, ini yang bayar dia ya." ucap Minerva sambil menunjuk ke arah Austin yang berjalan ke arahnya. Sedangkan Minerva langsung menuju kamar ganti untuk mengganti bajunya.
"Pilihan anda sangat luar biasa Mr. Wycliff, aku mendukungmu." ucap kasir butik. "Aku juga akan memberi tahu Nyonya Moona jika anda sudah memiliki kekasih saat ini." tambahnya lagi membuat Austin mendelikkan matanya.
"Jangan katakan ini pada Mommy atau kalian pasti akan kupecat semuanya." ancam Austin membuat karyawan butik milik mamanya langsung diam seribu bahasa.
Tak lama kemudian Minerva keluar dari ruang ganti dan kini tampak semakin cantik dan terlihat lebih dewasa meskipun wajahnya masih terlihat seperti anak SMA. Austin benar-benar tercengang melihat Minerva keluar dari ruang ganti hingga ia tidak menyadari bahwa Mommy Moona sudah berdiri tepat di sampingnya.
"Ehemmmm, sepertinya anak Mommy sudah mulai jatuh cinta." celetuk Mommy Moona sambil menepuk bahu putranya.
Austin makin tersentak saat mendengar suara Mommynya ada di sampingnya. "Mommy, kenapa kau datang sepagi ini?" tanya Austin sedikit gelagapan.
"Oh iya, mom. Kenalkan ini emmm, teman lamaku. Kita baru saja bertemu tadi pagi. Namanya Minerva." ucap Austin mengenalkan Minerva pada Mommynya.
"Hai Minerva, aku Mommynya Austin. You can call me Moona." ucap Mommy Moona mengulurkan tangannya ke arah Minerva.
"Hai Tante Moona. Aku Minerva." balas Minerva menjabat tangan Mommy Austin.
"Mom, sepertinya aku harus segera mengantar Minerva bekerja. Daaah mom." Austin segera menarik tangan Minerva menjauh dari Mommynya. Minerva pun melambaikan tangannya pada Tante Moona.
Sepeninggalan Austin dan Minerva membuat Mommy Moona langsung tersenyum lebar.
"Kalian tahu, sepertinya putraku benar-benar menyukai gadis itu." ucap Nyonya Moona dengan wajah yang sangat gembira sambil masuk ke dalam ruangannya.
...🍒🍒🍒...
Hai Readers, ini aku kasih cuplikan novel temen aku.
...Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya....
...Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?...
__ADS_1
Yuk langsung baca aja di Novel Mr Arogant Karya Rahayu Ningtyas Bunga Kinanti