Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Rencana Mak Comblang


__ADS_3

Sesampainya di hotel, Andre langsung membersihkan dirinya dan memakai outfit yang baru dibelinya. Andre juga tidak lupa untuk menyemprotkan parfum yang baru ia beli ke tubuhnya.


"Benar juga kata pegawai tadi. Parfum ini membuat aku semakin cool." puji Andre sambil menatap dirinya di cermin.


Ia melihat jam di tangannya masih pukul enam lebih. Bermakna masih ada waktu untuk mempersiapkan diri membeli bunga dan coklat di pointmarket hotel Bee untuk salam kencan pertama dengan Minerva.


Sebelum keluar dari kamar, ia mengecek ponselnya dan membaca beberapa pesan dari Yolanda. Ia pun tertawa terbahak-bahak setelah berhasil mengerjai Yolanda tadi sore.


Flashback ON


"Andre, siapkan mobil dan kita segera pulang. Aku sangat lelah hari ini." perintah Tuan Dwayne.


"Apa saya perlu mengajak Yolanda pulang bersama dengan kita, Tuan?" tanya Andre, mengingat tadi pagi mereka berangkat bersama.


"Terserah, tapi aku hanya akan menunggu satu menit. Terlambat sedikit maka aku tinggal." jawab Dwayne yang sudah siap untuk turun ke lobby.


Mendengar keputusan Tuannya membuat Andre berencana untuk mengerjai Yolanda dengan mengirimkan pesan singkat. Dwayne dan Andre sama sekali tidak menunggu Yolanda karena itu sama sekali bukan kepribadian Dwayne dan Andre sangat paham itu.


Flashback OFF


Andre segera membalas pesan Yolanda yang masuk ke dalam ponselnya sekitar dua jam yang lalu.


^^^Andre^^^


^^^Maafkan aku, Yolanda. Aku tidak bermaksud meninggalkanmu. Kau tahu sendiri kan jika Tuan Dwayne bukan tipe orang yang bisa menunggu?^^^


Setelah mengirimkan pesan kepada Yolanda, ia langsung turun ke pointmarket.


Yolanda yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti baju, langsung membuka pesan dari Andre dan menghiraukan nya.


"Enak banget asal bilang maaf." gerutu Yolanda. Ia tidak berniat membalas pesan dari Andre sedikit pun. Tapi kemudian Yolanda teringat bahwa Andre akan membawa Tuan Dwayne ke taman belakang hotel tepat jam tujuh.


"Duuuh, Minerva kemana ya kok belum pulang?" Yolanda sedikit gusar mendapati Minerva tidak kunjung menampakkan dirinya, terlebih ia belum mengetahui nomor ponsel Minerva.


Akhirnya Yolanda memutuskan untuk tetap ke taman tanpa Minerva. Setidaknya ia bisa berkencan dengan Tuan Dwayne dan Andre ia jadikan sebagai obat nyamuknya. Ia pun segera membalas pesan dari Andre.


Yolanda

__ADS_1


Lain kali jangan diulangi!!! Aku akan berada di taman belakang sebelum jam 7 karena aku paham Tuan Dwayne tidak mau menunggu.


Andre membaca pesan Yolanda dengan tersenyum. Kali ini ia memang tidak bersama dengan Tuan Dwayne. Tapi setidaknya ia tetap bisa berkencan dengan Minerva dan akan menjadikan Yolanda sebagai obat nyamuk.


Setelah membayar bunga dan coklat ke kasir, Andre segera berjalan ke taman belakang dan dudung di salah satu bangku panjang tepat di bawah lampu temaram. Tak lama kemudian Yolanda datang dan duduk di samping Andre.


"Aku tidak terlambat bukan?" tanya Yolanda yang langsung membelalakkan matanya karena terkejut melihat penampilan Andre.


"Hai!" Yolanda menepuk bahu Andre. "Kau Andre kan? Kenapa bisa berubah seperti ini?"


Andre langsung tersenyum menatap Yolanda. "Bagaimana penampilanku sekarang? Terlihat makin tampan bukan?" Dengan percaya diri Andre langsung berdiri dan berkaca pinggang.


"Lumayaaan, kalau begini kan tidak membuat Minerva malu saat bersanding denganmu." puji Yolanda.


"Kamu juga malam ini cantik banget Yol," Andre mengamati penampilan Yolanda dari atas sampai bawah.


Yolanda hampir tidak pernah mengenakan dress selutut karena model pakaiannya adalah kaos dan celana jeans. Tapi kali ini, Yolanda tampil berbeda dan terlihat sangat cantik di mata Andre.


Wajah Yolanda jadi bersemu merah mendengar pujian Andre.


PoV Yolanda


Outfitnya kece banget, udah gitu parfumnya juga harum. Kenapa sih parfum laki-laki kayak yang dipake Andre bisa bikin cewek mabuk kepayang.


Oh My God! Stop mikirin Andre! Kamu jangan gila Yolanda. Kamu kesini itu mau kencan sama Tuan Dwayne, bukan Andre!


PoV Andre


Yolanda ternyata bisa berubah juga ya jadi bidadari. Baru sadar aku kalo Yolanda cantik banget malem ini. Kenapa gak dari dulu coba pake dress kayak gini?


Rambutnya Yolanda juga harum banget lagi. Pake sampo apaan sih dia? Kalo kayak gini kan aku jadi pingin mainin rambut Yolanda.


Eitz, gak boleh! Ini gak boleh terjadi! Gimana ceritanya sih aku malah jadi mikirin Yolanda. Aku kesini kan mau kencan sama Minerva. Tapi Minerva kemana ya kok belum kelihatan?


......................


"Minerva lagi siap-siap ya?" tanya Andre penasaran karena Minerva belum juga terlihat.

__ADS_1


"Sorry banget ya, Ndre." Yolanda menangkupkan kedua tangannya. "Minerva belum pulang dari tadi. Aku tunggu-tunggu masih juga belum nongol." ungkap Yolanda dan raut wajah Andre langsung berubah kecewa.


"Aku takut terlambat lagi ketemu Tuan Dwayne, jadi aku buru-buru dateng kesini."


"Kamu udah coba telfon Minerva?" tanya Andre khawatir mendengar Minerva belum juga pulang.


"Aku gak punya nomor ponsel Minerva. Makanya aku bingung harus cari dia kemana." jawab Yolanda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apaaaa??!!! Bukannya tadi pagi kamu bilang sedang berbalas chat dengan Minerva?" Andre terkejut mendengar pernyataan Yolanda.


"Kamu gak paham juga ya? Mana mungkin aku bilang sama Tuan Dwayne kalo aku lagi berbalas pesan sama kamu di ruangan yang sama." jawab Yolanda dan Andre langsung mengusap wajahnya kasar.


Kencan pertamanya kali ini harus gagal gara-gara Yolanda. Tapi Andre tidak menyalahkan Yolanda sama sekali.


"Tuan Dwayne juga tidak datang malam ini. Dia tadi pulang ke apartemennya karena mamanya akan datang mengunjunginya." Kali ini kejujuran Andre membuat Yolanda mengerutkan dahinya.


"Lalu untuk apa aku datang kemari, jika Tuan Dwayne tidak datang?" gerutu Yolanda kesal. Bayangan kencannya bersama Tuan Dwayne seketika menghilang.


"Kau tidak bertanya apakah aku membawa Tuan atau tidak. Kau pun juga tidak mengatakan padaku jika Minerva belum pulang." ucap Andre yang tidak mau disalahkan oleh Yolanda.


Kini keduanya sama-sama terdiam dengan diselimuti rasa kecewa di dalam hati masing-masing.


"Aku lapar, makan yuk di sana." Andre menunjuk salah satu warung makan di luar hotel. "Aku yang traktir, setidaknya untuk permintaan maafku padamu."


Andre langsung menarik tangan Yolanda dan berjalan menuju warung makan yang ia tunjuk. "Aku juga salah kok. Maafin aku ya."


Andre tersenyum dan mengangguk mendengar permintaan maaf Yolanda. Kini keduanya kembali bertukar cerita dan saling meledek satu sama lain.


Setelah sampai di warung makan, mereka pun langsung memesan makanan dan mencari tempat.


"Kita akan buat pertemuan seperti ini lain waktu dan pastikan Tuan Dwayne dan Minerva benar-benar datang. Bagaimana?" tawar Andre.


"Deal. Kita bicarakan lagi nanti. Sekarang perutku benar-benar sudah lapar." jawab Yolanda sambil menyantap makanannya.


Setelah selesai makan, mereka berdua kembali ke kamar hotel masing-masing.


"Yolanda." panggil Andre saat Yolanda akan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Ini buat kamu aja. Anggap aja kamu dapet dari Tuan Dwayne." Andre memberikan bunga dan coklat yang tadinya akan diberikan pada Minerva.


Yolanda pun menerima pemberian Andre dengan tersenyum. "Thanks ya Ndre buat malam ini. See you, tomorrow."


__ADS_2