Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Kerja Sama 3 Perusahaan


__ADS_3

Seminggu setelah kematian Uncle Tio, pengadilan pun memutuskan untuk memberikan hukuman selama dua puluh tahun penjara untuk Lilies dan Amer dengan apa yang sudah mereka lakukan. Sedangkan Minerva sudah kembali menjalani aktivitasnya sehari-hari sebagai sekretaris kakaknya di Hotel dan Resto LoveBee.


"Kak, hari ini akan ada meeting lanjutan dengan pemilik perusahaan Jepang dan juga EO milik Kak Emir." ucap Minerva mengingatkan jadwal meeting pada kakaknya.


"Oke, kita akan meeting di Resto bawah saja. Aku ingin memperkenalkan menu baru di restoran kita kepada mereka." ucap Austin yang masih sibuk dengan setumpuk berkas yang ada di mejanya.


"Siaaap kakak." ucap Minerva melengang pergi.


Minerva segera menghubungi Nona Maria dan juga Emir mengenai hal ini. Baru saja Minerva selesai menghubungi mereka, sistem scorpio yang ada dalam saku Minerva pun tiba-tiba berkedip.


Minerva segera menyalakan nya untuk mengetahui pesan apa yang dikirimkan untuknya. Layar transparan sistem scorpio pun memberitahukan bahwa sebentar lagi misi penting yang harus Minerva kerjakan akan segera datang.


Tapi misi ini akan menimbulkan banyak kerugian dari pihak Minerva jika ia tidak jeli dan berhati-hati karena taruhan dari misi ini adalah nyawa orang-orang yang ada di sekitarnya.


Melihat pesan yang disampaikan melalui sistem scorpio membuat Minerva harus waspada dan berhati-hati sedini mungkin. Ia pun segera menyimpan kembali sistem scorpio miliknya.


"Dek, ayo turun. Emir sudah menuju kemari." ajak Austin yang sudah berdiri di depan meja kerja Minerva.


"Oke." jawab Minerva sambil membawa laptop dan berkas meeting lainnya.


...❤️❤️❤️...


Minerva dan Austin kini sudah menunggu kedatangan Maria dan juga Emir sambil membahas yang akan mereka bicarakan nanti.


"Maaf sudah membuat lama menunggu," ucap seorang wanita yang kini berdiri di samping Minerva.


Minerva mendongakkan kepalanya dan kini netra nya bertemu dengan Maria. "Hai, kau pasti Minerva bukan?" tanya Maria mengulurkan tangannya.


"Kenalkan, aku Maria."


Minerva tersenyum dan membalas uluran tangan Maria. Ia tidak menyangka jika Maria ternyata sangat humble. Pantas saja ia sempat terlihat dekat dengan Emir dan membuat Minerva merasa cemburu saat itu.

__ADS_1


"Senang dapat berkenalan dengan anda Nona Maria." balas Minerva.


"Ayolah Minerva, jangan terlalu sungkan padaku. Panggil saja aku kakak." balas Maria yang kemudian menarik kursi di samping Minerva.


"Tuan Austin, akhirnya kita bisa bekerja sama. Sudah sangat lama aku memimpikan dapat bekerja sama dengan pemilik hotel dan Resto sebesar ini." ucap Maria yang tidak tampak berbasa basi.


Mendengar ucapan Maria barusan membuat Austin tersenyum. "Aku juga senang dapat mengenal anda Nona Maria." balas Austin.


"Panggil saja Maria. Aku rasa umur kita tidak terlalu jauh bukan?" balas Maria dan Austin pun mengangguk setuju.


Tak lama kemudian Emir datang. Ia kemudian duduk di samping Austin dan mereka pun memulai meeting. Pertemuan kali ini berjalan sangat lancar. Iklan besar produk milik Maria akan diselenggarakan di hotel dan Resto Austin menggunakan jasa EO milik Emir kini mereka rancang dengan sangat baik dan hampir menuju titik sempurna.


Ketiga pemimpin perusahaan juga merasa sangat puas menampung ide berlian dari seorang Minerva. Produk kecantikan milik Maria juga nantinya akan dijual di Hotel Bee milik Austin. Tidak hanya itu, Maria juga akan menanam saham di Restoran LoveBee dan juga perusahaan EO milik Emir. Begitu juga dengan sebaliknya.


"Oh iya Emir, jika boleh tahu, apa maksud dari nama perusahaanmu itu" tanya Maria. "Kenapa namanya EOEB?"


Pertanyaan Maria juga membuat Austin dan juga Minerva penasaran. Emir yang tidak pernah mengatakan apa maksud dari nama perusahaannya kini pun akhirnya buka suara.


"Event Organizer Emir Bee." jawab Emir membuat Austin dan Maria langsung memandang ke arah Minerva.


"Ternyata aku lebih berani secara terang-terangan menggunakan nama Minerva untuk perusahaanku. Terbukti bukan jika aku sangat tulus menyayangi Minerva ku." ucap Austin bangga.


"Waaaaah, Minerva. Kau begitu mengagumkan." puji Maria setelah mengetahui betapa besarnya Emir dan juga Austin mencintai dan menyayangi Minerva. Tidak seperti dirinya yang justru dicampakkan oleh orang yang pernah ia cintai.


Kini Minerva tersenyum dengan memperlihatkan rona merah di pipinya. Ia juga sangat tidak menyangka jika Emir menyelipkan namanya di perusahaannya.


"Emmm, kita bahas meeting lagi yaa. Bukankah kita belum menemukan orang yang tepat untuk menjadi bintang iklan?" ucap Minerva mengalihkan pembicaraan karena salah tingkah.


Yang lain pun setuju dengan ajakan Minerva. Emir mengusulkan untuk bintang iklan lebih baik dari kalangan perusahaan inti mereka saja. Menghindari pembengkakan biaya pengeluaran antar tiga perusahaan besar. Maria dan Austin pun setuju.


Serentak Maria, Austin, dan juga Emir memandang ke arah Minerva. Dari segi kecantikan, Minerva sangat pas menjadi bintang iklan. Dan mereka pun yakin jika pesona Minerva dapat mendobrak pasaran produk milik Maria dan juga membuat daya tarik konsumen lokal.

__ADS_1


"Minerva." ucap Maria, Emir, dan Austin secara bersamaan.


"Ya, ada apa denganku?" tanya Minerva sambil mengerutkan dahinya.


"Kau bintang iklannya. Bagaimana?" tanya Maria.


Minerva terkejut dengan permintaan Maria barusan. Ia mengalihkan pandangannya ke Austin dan juga Emir. Mereka berdua pun tampak menginginkan Minerva untuk menjadi bintang iklan.


'Apa ini mungkin yang sudah dimaksud oleh sistem scorpio?' tanya Minerva dalam hati. 'Ini tentunya akan membuat Titan Mack dan juga anak buahnya dengan mudah menemukan aku.'


Minerva menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. 'Baiklah, aku akan siap Bertempur melawan Titan Mack dan anak buahnya.' batin Minerva.


"Bagaimana Minerva?" tanya Austin. "Aku akan tetap memberi pengawalan ketat untuk keselamatan." ucap Austin lagi yang paham tentang keselamatan Minerva.


"Ya, aku juga akan ikut andil di dalamnya." ucap Emir.


"Baiklah, aku setuju." jawab Minerva membuat Maria, Austin dan juga Emir bernafas lega. Project besar mereka kini sudah sempurna. Tinggal pelaksanaannya dalam beberapa hari ke depan ini.


Setelah rapat selesai, Emir meminta izin kepada Austin untuk membawa Minerva jalan-jalan. Austin pun mempersilahkan karena tugas Minerva juga sudah selesai.


Kini tinggal Maria dan Austin yang masih duduk menikmati makan siang mereka yang memang belum habis.


"Jujur, aku sangat mengagumimu Austin. Di usia mudamu sudah memiliki perusahaan sebesar ini." ucap Maria.


"Oh iya, dari mana kau menemukan resep-resep enak seperti ini dan menjadi hidangan mahal di Restoran mu?" tanya Maria kemudian.


"Tentu saja dari pengalamanku yang sangat suka memadukan bumbu-bumbu dan akhirnya menjadi resep baru." jawab Austin.


Jawaban Austin membuat Maria makin kagum padanya. Tapi dia bukanlah tipe wanita yang mudah untuk jatuh cinta.


Begitu juga dengan Austin yang memang humble kepada siapa pun. Ia sama sekali tidak memiliki perasaan khusus terhadap Maria. Karena baginya Maria hanyalah sebatas rekan kerja, sama seperti lainnya.

__ADS_1


__ADS_2