Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Lamaran


__ADS_3

Malam harinya, acara lamaran Jovita berjalan lancar meski dengan wajah yang lebam karena ulah Minerva. Austin sendiri tampak sudah tidak begitu terpuruk karena ditinggalkan oleh Maria dan sudah mulai bisa tertawa bersama Emir.


Dua minggu kemudian, Yolanda benar-benar bebas dan langsung diantar ke Mansion Wycliff untuk bertemu dengan Minerva. Sesampainya di Mansion, tampak Minerva sudah menantikan kehadiran Yolanda di teras.


"Minerva." teriak Yolanda dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku sangat merindukanmu." ucap Yolanda yang langsung memeluk Minerva dengan sangat erat.


"Aku juga sangat merindukanmu, Yolanda. Maaf sudah membiarkanmu berada di dalam penjara dengan waktu yang lama." ucap Minerva.


"Jangan berkata begitu, Minerva. Aku justru sangat berterima kasih padamu karena sudah memasukkan aku dalam bui. Jika tidak, aku mungkin sudah tidak bernyawa saat ini."


"Aku sangat bersyukur mengenalmu, Minerva. Idemu sangat cerdas dan luar biasa. Karena mu, kini aku benar - benar terbebas dari MackTan dan juga pemimpinnya." ucap Yolanda panjang lebar.


Yolanda sangat memahami cara Minerva untuk menyelamatkan dirinya. Terlebih ketika di bui ia diperlakukan secara istimewa oleh beberapa sipir penjara.


"Bagaimana kabarmu, Yolanda?" tanya Minerva dan Yolanda langsung melepaskan pelukannya.


"Kau lihat sendiri kan? Kabarku baik Minerva sayang." jawab Yolanda sambil memutar tubuhnya di hadapan Minerva.


"Apa kau sudah tahu tentang Andre?" tanya Minerva hati-hati sambil mengajak Yolanda masuk ke dalam Mansion.


Yolanda pun langsung menganggukkan kepalanya. "Jangan khawatir tentang itu, Minerva. Meski awalnya sangat sakit dan berat saat Andre mengatakan harus menikah dan memutuskan hubungannya denganku, tapi aku sama sekali tidak menyesalinya. Kau tahu kenapa?" tanya Yolanda dan Minerva langsung menganggukkan kepalanya.


"Karena aku sangat bersyukur memilikimu." ucap Yolanda membuat Minerva makin terharu.


Akhirnya keduanya menghabiskan waktu bersama untuk saling bercerita hingga senja tiba. Kali ini Minerva meminta Yolanda untuk menginap di Mansionnya. Sayangnya Yolanda menolak secara halus karena ia sangat merindukan kost lamanya.


"Baiklah, sopir akan mengantar mu pulang Yolanda." ucap Minerva.


"Terima kasih, Minerva. Aku sangat berhutang budi padamu." ucap Yolanda.


Minerva pun mengantar Yolanda sampai depan Mansion dan kemudian segera masuk ke dalam setelah Yolanda masuk ke dalam mobil.


"Minerva sayang." panggil Mommy Moona sambil melambaikan tangannya ke arah Minerva.


Minerva pun langsung mendekat ke arah Mommynya. "Ada apa Mommy?"


"Ayahnya Risa baru saja meninggal dan kemungkinan besok malam Emir sekeluarga harus menunda untuk datang melamarmu, sayang." ucap Mommy Moona hati-hati.

__ADS_1


"Tidak masalah Mommy, aku sangat memahami Keadaan ini." jawab Minerva.


"Jika acara lamaran nya diadakan di Malam pernikahan bagaimana?" tanya Daddy Arthur.


Minerva kini terdiam dan kemudian mengangguk pelan. "Minerva akan ikut mana yang terbaik menurut Mommy dan Daddy." jawab Minerva.


Mendengar jawaban Minerva membuat Mommy dan Daddy makin bangga dengan Putrinya. Keduanya pun langsung memeluk Minerva dengan bersamaan.


"Kamu benar-benar putri Mommy yang membanggakan." ucap Mommy.


"Daddy juga sangat bangga padamu, Minerva." timpal Daddy Arthur.


Setelah sedikit membahas untuk acara pernikahan Minerva, kini mereka pun makan malam bersama dan kemudian kembali ke kamar masing-masing.


Sedangkan Minerva langsung menuju kamar Austin.


"Tumben main ke kamar kakak. Ada apa, Minerva?" tanya Austin.


"Emmmh, Kak. Minerva sebentar lagi akan menikah. Bagaimana dengan kakak?" tanya Minerva membuat Austin sedikit terkekeh dengan pertanyaan adiknya.


"Kakak akan langsung mengejar cinta kakak ke Jepang." jawab Austin sambil memperlihatkan tiket penerbangannya ke Jepang setelah acara pernikahan Minerva.


"Tentu, aku akan membawanya pulang sebagai calon istri." balas Austin.


...🍁🍁🍁...


Dua minggu kemudian, malam lamaran Minerva pun tiba. Mansion sudah dihias dengan sangat indah. Sejak sore Minerva juga sudah mulai dirias oleh penata rias. Sedangkan Daddy dan juga Austin sangat sibuk untuk mempersiapkan acara besar Minerva.


Mommy Moona yang sudah selesai dirias pun masuk ke dalam kamar Putrinya.


"Putri Mommy cantik sekali." puji Mommy Moona.


"Mommy juga sangat cantik malam ini." balas Minerva yang sudah selesa dirias juga. "Minerva gugup, Mom."


"'Mommy akan terus bersamamu. Jangan gugup sayang." ucap Mommy Moona dan Minerva pun menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian terdengar pintu kamar Minerva di ketuk dan Mommy pun langsung membukakan pintu.

__ADS_1


"Emir dan keluarganya sudah tiba." ucap Austin. "Aku datang untuk membawa Minerva turun, Mom."


"Minerva akan turun dengan Mommy. Kau tunggu di bawah saja bersama dengan Daddy." ucap Mommy dan Austin pun akhirnya kembali ke bawah dan duduk di samping Daddynya.


Emir tampak sangat tampan dengan balutan jas berwarna grey yang senada dengan gaun Minerva. Ia pun terus menatap ke arah pintu kamar Minerva menunggu empunya kamar keluar dan menemuinya.


Pintu kamar Minerva pun terbuka, tampak Mommy Moona menggandeng tangan Putrinya yang malam ini begitu memancarkan kecantikannya. Emir pun sama sekali tidak berkedip memandang ke arah Minerva.


"Emir, lihatlah calon istrimu, Nak. Dia sangat cantik sekali." ucap mama Risa pelan.


"Jaga sikap mama," bisik Tuan Dwayne. "Jangan sampai kita malu karena sikap Mama yang berlebihan." tambahnya lagi membuat Mama Risa mengerucutkan bibirnya.


Perlahan Minerva menuruni tangga satu per satu. Semua orang yang hadir tampak sangat tepukau dengan kecantikan Minerva tanpa terkecuali.


Sesampainya tempat perhelatan acara, Minerva pun duduk di antara Daddy dan juga Mommynya. Pembawa acara pun langsung memandu acara lamaran Minerva.


Satu per satu rangkaian acara terlewati, lamaran dari keluarga Emir untuk Minerva pun juga sudah diterima dan kini waktunya kedua calon mempelai untuk saling bertukar cincin.


Dengan mantap Emir pun langsung berdiri untuk segera mendekat ke arah Minerva, dan Minerva juga diminta untuk berdiri dari duduknya.


"Om Arthur dan Tante Moona yang teramat saya hormati, izinkan malam ini saya melamar putri anda, Minerva Bee untuk menjadi istri saya yang akan menjalani kehidupan bersama saya dalam suka dan duka." ucap Emir sebelum memasukkan cincin ke jari Minerva.


Daddy Arthur pun menjawab kata-kata Emir dan menerima lamaran Emir dengan simbolis memberikan tangan Minerva untuk dimasukkan cincin ke jari manisnya.


Semua orang yang hadir juga tampak sangat bahagia melihat keduanya yang sangat cocok dan juga serasi.


Setelah acara tukar cincin danfoto bersama selesai, kini para keluarga besar dan kerabat dekat yang diundang pun memberikan selamat dan selanjutnya menikmati hidangan yang sudah disajikan di taman.


Emir pun bersiap untuk menggandeng tangan Minerva, tetapi Austin bergerak lebih cepat untuk memegang tangan Emir.


"Malam ini aku belum mengizinkan kau untuk menyentuh adik perempuanku, Emir." ucap Austin.


"Why!" tanya Emir sambil mengerutkan dahinya.


"Karena kau harus sabar untuk menunggu hari esok." ucap Austin.


Sedangkan Minerva hanya tersenyum melihat kakak dan juga calon suaminya.

__ADS_1


"Minerva, lebih baik kau menghabiskan waktu untuk bersama teman perempuanmu. Aku yang akan menemani Emir malam ini." ucap Austin membuat Emir sedikit kesal.


Sejak kakeknya meninggal, Emir hanya berjumpa satu kali dengan Minerva saat fitting gaun pengantin dan setelah itu keduanya sama-sama disibukkan dengan jadwal pekerjaan yang sangat padat. Dan kali ini ia juga masih harus sabar menunggu hanya demi bersua dengan Minerva yang besok akan menjadi istrinya.


__ADS_2