
Minerva kini sudah berada di mobil milik Emir dan langsung duduk di samping Emir di kursi belakang. Sedangkan Yolanda ada di kursi depan di samping Andre.
"Hai Yolanda. Apa kabar?" tanya Minerva.
"Aku baik dan sangat mengkhawatirkan dirimu, Minerva. Aku dengar Tuan Arthur datang dengan para pakar rasi bintang. Apa kau sudah bertemu dengan mereka?" tanya Yolanda.
"Belum dan mungkin sebentar lagi mereka akan menemuiku. Terlebih saat ini mereka pasti sudah sempat melihat berita yang booming tentang ku di media sosial." jawab Minerva dengan menghela nafasnya pelan.
Mendengar percakapan antara Minerva dengan Yolanda membuat Emir langsung mengerutkan dahinya.
"Bukankah kalian baru saja mengenal tidak lama ini? Tapi kenapa Yolanda banyak tahu mengenai dirimu, Minerva?" tanya Emir penasaran. Sebab dirinya yang sudah lama mengenal Minerva justru tidak tahu masalah apa yang pernah dialami oleh Minerva. Bahkan dia baru saja tahu dari cerita Austin.
"Oh itu, emmm. Saat aku bersama Yolanda kita sudah banyak bertukar cerita sampai kita tidak tidur semalaman. Bukankah begitu Yolanda?" kilah Minerva memberi alasan yang masuk akal.
"Oh iya, bagaimana jika hari ini kau menginap di apartemen ku?" ajak Minerva.
"Waaah, ini adalah penawaran yang tidak dapat aku tolak Minerva." timpal Yolanda menyetujui ajakan dari Minerva.
"Tapi tunggu dulu. Kenapa kau sekarang bekerja dengan Tuan Austin? Padahal menurutku itu akan sangat berbahaya bagimu Minerva, karena kau akan kembali berurusan dengan Tuan Arthur." tanya Yolanda.
"Emmh, entahlah Yolanda. Kau tahu sendiri bukan, aku adalah pengangguran. Urusan Tuan Arthur aku rasa tidak begitu rumit bagiku, meskipun aku sendiri belum tahu apa tujuan dari para pakar rasi bintang yang datang bersamanya." jawab Yolanda.
"Kau bisa bekerja denganku, Minerva. Tidak harus dengan Austin. Bahkan aku bisa terus menjagamu tanpa khawatir sedikit pun." timpal Emir setelah mendengar alasan Minerva bekerja dengan Austin.
"Bukankah kakak dulu tidak mau menerima pegawai Seperti ku?" balas Minerva membuat Emir mengingat perkataannya dulu.
"Hei, aku hanya bercanda. Kenapa kau menganggapnya serius?" balas Emir. "Sekarang aku menawarkan pekerjaan untukmu, bahkan kau bisa menentukan berapa aku harus menggajimu selama satu bulan. Bagaimana?" tanya Emir dan Minerva langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak bisa Kak, aku baru saja bekerja satu hari. Masa' iya langsung resign."
__ADS_1
Mendengar jawaban Minerva kali ini tentunya membuat Emir sedikit kecewa. Ia begitu menyesal kenapa dulu harus pura-pura menolak saat mama Risa meminta Minerva bekerja dengannya.
Minerva kini membuka ponselnya dan ia sedikit terkejut saat beritanya saat ini tidak muncul lagi di media sosial. Bahkan bisa dikatakan hilang dalam sekejap dan tidak menyisakan sisa.
'Sepertinya aku tidak meminta sistem scorpio untuk menghapus berita dan informasi tentangku. Aku hanya memprotect saja agar tidak dilihat oleh Titan Mack dan anak buahnya. Tapi kenapa sekarang beritanya langsung hilang ya?' gumam Minerva dalam hati.
...🍒🍒🍒...
Sedangkan di tempat yang lain, pihak IT pusat sedang menjalankan penghapusan berita tentang Minerva langsung bernafas lega karena sebentar lagi ia akan memperoleh uang yang sangat besar dari seseorang yang memerintahkannya untuk menghapus berita tersebut.
"Aku seperti tidak asing dengan wajah perempuan yang ada dalam media sosial tadi. Sayangnya saat aku hendak mengamatinya lagi, Tuan besar keburu meminta kita untuk segera menghapusnya." ucap salah satu kru perempuan yang kini bergabung dengan IT Pusat.
"Yang aku ingat hanya nama belakangnya saja yang seperti lebah." timpal kru yang lain dan mengundang tawa semua kru yang ada dalam ruangan tersebut.
"Tapi tunggu, sepertinya ada sistem proteksi tersendiri dalam penayangan berita tadi." ucap salah satu kru yang masih menghadap layar besar IT Pusat.
"Dan aku baru menemukan sistem proteksi handal semacam ini. Hal ini hanya dilakukan oleh Hacker mancanegara yang sudah sangat menguasai berbagai kode peretasan." tambahnya lagi.
"Sepertinya tidak Pak Direktur. Coba nanti kami akan tanyakan dengan para pakar rasi bintang yang sedang membantu peningkatan sistem IT di negara kita." jelas kru yang masih di depan layar.
"Sepertinya hal semacam ini harus segera kita bicarakan. Aku hanya takut nantinya sistem baru yang tidak dikenali ini dapat merugikan banyak pihak." jelas Ketua IT tersebut.
"Saya akan segera mengadakan rapat dadakan dengan para pakar rasi bintang dan mengundang Tuan Arthur untuk bergabung dalam hal ini." ucap kru tersebut.
"Baiklah. Adakan segera. Besok pagi aku menunggu laporan dari kalian." ucap Ketua IT yang kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
...☘️☘️☘️...
Kini mobil Emir sudah sampai di apartemen. Minerva segera turun dari mobil dan mengajak Yolanda untuk ikut dengannya.
__ADS_1
"Ayo turun." ajak Minerva sambil menepuk bahu Yolanda.
"Tapi aku tidak membawa baju ganti dan baju kerja untuk besok. Bagaimana jika aku mengambilnya dulu baru?" tanya Yolanda.
"Baiklah, segera kembali. Aku menunggumu." ucap Minerva pada Yolanda.
"Oh iya Andre, aku titip Yolanda padamu, kau bisa kan mengantarkannya pulang dan ke sini lagi?" tanya Minerva kepada Andre.
"Dengan senang hati, Tuan Putri." jawab Andre sambil menundukkan kepalanya membuat Minerva terkekeh pelan.
Emir dan Minerva pun kini berjalan beriringan menuju ke apartemen mereka. Keduanya saling diam saat berada di dalam lift.
Emir mencoba mencuri pandang ke arah Minerva yang terlihat masih memainkan ponselnya. 'Kau terlihat semakin menawan Minerva, tapi entah mengapa sangat sulit bagiku untuk mengungkapkan segala isi hatiku hingga aku harus kalah langkah dengan Austin.' gumam Emir dalam hati.
'Meski aku tidak bisa bersanding denganmu, setidaknya aku masih menjadi sahabat Terbaik mu Dan tetap menjadi Kak Emir mu.' batin Emir yang masih terus mencuri pandang ke arah Minerva.
"Kak," tepuk Minerva tepat di bahu Emir. "Udah sampai nih. Met istirahat ya." ucap Minerva sambil melambaikan tangannya.
Emir yang tergagap langsung melangkahkan kakinya menuju ke apartemennya. Tapi kemudian ia berbalik lagi memanggil Minerva.
"Minerva!" panggil Emir membuat langkah Minerva terhenti.
"Emmmh, jangan sungkan untuk meminta bantuan dari ku jika kau menemukan kesulitan apapun itu." ucap Emir.
Minerva tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. "Baiklah, thanks kak." jawab Minerva.
"Oh iya Minerva. Bagaimana jika malam ini kita makan malam bersama? Aku akan memasak untukmu." tawar Emir.
"Ini adalah tawaran yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Selesai mandi, aku akan membantu kakak memasak." ucap Minerva yang kemudian langsung memencet kunci password apartemennya.
__ADS_1
"Nanti langsung masuk saja, Minerva. Passwordnya sama persis dengan pintu apartemenmu." ucap Emir.
"Whatt??!!" Minerva berbalik memandang ke arah Emir. Sayangnya Emir sudah masuk ke dalam apartemennya.