Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Waspada


__ADS_3

Maria yang baru keluar dari mobil sangat terkejut saat ada anak laki-laki yang memegang tangan Minerva dan meminta pertolongan. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah anak laki-laki tersebut ternyata Kenzi, putra kandungnya.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Maria menggunakan bahasa Jepang.


Kenzi mendongakkan kepalanya, saat melihat Maria ada di belakangnya, ia pun melepaskan genggaman tangannya pada Minerva dan beralih memeluk Maria dengan sangat kencang.


"Tolong aku, tante. Aku disekap orang orang yang tidak dikenal." ucap Kenzi dengan bahasa Jepang.


Minerva yang tidak tahu dengan apa yang diucapkan oleh anak laki-laki tadi dan juga Maria, kini melihat ada dua orang pria bertubuh kekar di seberang jalan yang hendak menuju ke arahnya. Bisa Minerva perkirakan bahwa kedua pemuda tadi pasti akan menangkap anak laki-laki yang bersama dengan Maria.


"Bawa anak laki-laki itu masuk ke dalam mobil." ucap Minerva dan Maria pun langsung membawa Kenzi masuk ke dalam mobilnya.


"Serahkan anak laki-laki itu pada kami." ucap salah satu pria yang berbadan besar.


"Bagaimana jika aku tidak mau?" tanya Minerva membuat pria yang satunya lagi geram dan bersiap untuk menangkap Minerva.


Untuknya Minerva sudah lebih dulu berjaga-jaga untuk melawan pria itu. Ia pun berkelit dan memukul tengkuk pria tadi sampai tersungkur.


"Wooow, Nona cantik ini jagoan juga rupanya ya." ucap pria berbadan besar yang kemudian menepukkan kedua tangannya. Tak lama kemudian anak buah pria tadi keluar dari persembunyiannya dan jika dihitung jumlahnya ada delapan orang.


"Tapi aku tidak yakin jika seorang wanita sepertimu bisa mengalahkan kami bersepuluh."


Minerva tidak patah arang, ia pun teta bersiap akan menghadapi ke sepuluh pria yang ada di hadapannya. Maria mulai ketakutan dan langsung menghubungi Emir untuk mengirim bantuan ke lokasinya sekarang.


Saat Maria menutup panggilannya kepada Emir, kini ia menutup mulutnya terkejut saat melihat Minerva sudah melumpuhkan delapan orang pria dan semuanya tampak mengeluarkan darah segar di kepalanya.


Ada yang di bibir, pelipis mata, rahang, telinga dan yang paling membuat Maria merinding saat melihat seorang pria yang mengeluarkan darah tepat di matanya.


"Apa kau juga mau mengalami hal yang sama dengan pria itu?" gertak Minerva sambil menunjuk ke arah pria yang mengeluarkan darah dari matanya.


Kedua pria tadi menggelengkan kepalanya dan langsung lari terbirit-birit diikuti delapan orang pria yang berhasil dikalahkan oleh Minerva.


Kenzi yang awalnya sangat ketakutan, kini memberanikan diri keluar dari mobil Maria dan mendekat ke arah Minerva.


"You are so awesome." puji Kenzi. "I am Kenzi." kenzi mengulurkan tangannya ke arah Minerva.

__ADS_1


"Hai, I am Minerva." balas Minerva menerima uluran tangan dari Kenzi.


Anak laki-laki berusia 7 tahun itu langsung mengucapkan terima kasih kepada Minerva karena telah menyelamatkannya. Maria pun keluar dari mobilnya dan mengajak Minerva dan Kenzi masuk ke dalam Reastora Jepang yang kini memang sedang sepi pengunjung.


Setelah memilih tempat duduk, pramusaji di restoran tersebut memberikan daftar menu kepada Maria dan juga Minerva.


"Mohon maaf sebelumnya, kami tidak berani membantu anda saat melawan penjahat tadi Nona. Karena di antara kami tidak ada yang bisa bela diri." ucap pramusaji tersebut.


"Tapi kami sudah menelfon kantor polisi untuk meminta bantuan. Tetapi ternyata anda sudah mampu mengalahkan sepuluh penjahat tadi. Dan restoran kami saat ini memberikan pelayanan khusus untuk anda. Anda tidak perlu membayar untuk makanan apa saja yang anda pesan hari ini." jelas pramusaji tersebut.


" Terima kasih banyak." jawab Minerva dengan senyum merekah.


Setelah memesan beberapa makanan, kini pramusaji tersebut kembali dan Maria mulai bertanya dengan bahasa Jepang kepada Kenzi yang tentunya tidak dipahami oleh Minerva.


"Kak, apa yang katakan pada Kenzi? Aku sama sekali tidak paham." tanya Minerva pelan kepada Maria.


"Aku bertanya padanya bagaimana ia bisa disekap oleh penjahat tadi. Ternyata saat sampai di sini, ia dibawa oleh mama tirinya ke suatu tempat yang ia tidak tahu dan ditinggalkan begitu saja. Kemudian ia dibawa oleh penjahat tadi dan disekap." jelas Maria dengan mata yang berkaca-kaca.


"Lalu kenapa kau menangis?" tanya Minerva.


"Dia adalah putraku, Minerva." ucap Maria membuat Minerva makin terkejut.


"Kau sangat cantik dan hebat. Dan aku rasa aku sangat menyukai." ucap Kenzi menggunakan bahasa Jepang.


"I Don't know what you say, Kenzi." timpal Minerva sedangkan Maria kini terkekeh karena memahami apa yang Kenzi ucapkan tadi.


"Emmm, I say if I do love you, Minerva San." ucap Kenzi.


"Hei, kamu terlalu kecil untuk mengatakan itu, Kenzi." ucap Minerva mengusap kepala anak laki-laki di hadapannya yang masih berusia tujuh tahun.


Kenzi hanya tersenyum mendengar ucapan Minerva, kini ia beralih memandang ke arah Maria. "Aunty, apa kau orang Jepang?" tanya Kenzi dan Maria langsung menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu bawa aku pulang ke Jepang bersamamu ya, aku akan melaporkan kejahatan mama pada nenek dan kakekku."


"Kenapa begitu?" tanya Maria.

__ADS_1


"Dia itu kan hanya mama tiriku, yang mencintai papa ku tanpa menyayangi aku sedikitpun. Kata Papa, mama kandungku sudah meninggal dunia."


Ucapan Kenzi kali ini membuat Maria tidak mampu menahan lagi air matanya. Ia terus saja menangis dalam pelukan Minerva dan tentunya membuat Kenzi menjadi bingung melihat Maria yang tiba-tiba menangis.


"Kenapa kau menangis Aunty?" Kenzi mengusap punggung Maria dengan sangat lembut. "Apa aku juga akan menjadi beban untukmu? Aku hanya ingin diantar pulang saja, tidak lebih."


Maria kemudian menyeka air matanya dan memeluk Kenzi dengan sangat erat. Ia sangat ingin mengatakan pada Kenzi bahwa ia dialah mama kandungnya. Tapi ia kembali teringat perjanjian yang sudah ia tanda tangani dengan mantan suaminya bahwa ia tidak akan mengatakan pada Kenzi bahwa ia adalah orang Yang melahirkannya.


"Apa kau mau tinggal bersamaku untuk sementara waktu?" tanya Maria. "Aku belum bisa ke Jepang dalam waktu dekat ini." lanjut Maria dan Kenzi langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Aunty, aku juga ingin belajar bahasa indonesia agar bisa mengobrol dengan Minerva." ucap Kenzi.


Setelah pesanan mereka tiba, Maria pun menceritakan kepada Minerva apa yang ia bicarakan tadi bersama Kenzi.


"Meski kau tidak bisa mengatakan bahwa kau adalah ibu kandungnya, setidaknya kau masih bisa merawatnya untuk beberapa waktu." ucap Minerva menimpali cerita yang disampaikan Maria.


"Terima kasih Minerva. Oh iya, Sepertinya pesona mu juga mampu menarik laki-laki yang masih bocah seperti Kenzi." ucap Maria kemudian.


"Dia sampai mau belajar Bahasa Indonesia agar bisa mengobrol denganmu."


"Benarkah?" tanya Minerva dan Kenzi menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang sedang Minerva bicarakan dengan Maria.


"Yes, you are. I wanna learn bahasa to speak with you." ucap Kenzi sambil menikmati makanannya.


"Oh iya Aunty, siapa namamu?" tanya Kenzi pada Maria karena ia belum sempat menanyakan nama Maria.


"Maria San."


"Maria?" Kenzi mengulangi ucapan Maria yang memperkenalkan dirinya.


Maria hanya tersenyum dan mengangguk.


"Nama mu seperti nama mama kandung ku. Mungkin jika ia masih hidup, pasti parasnya secantik dirimu Aunty." ucap Kenzi.


Maria kembali terdiam sambil menahan rasa sesak dalam dadanya.

__ADS_1


"Bolehkah aku memanggil mu hahaoya?" pinta Kenzi yang meminta memanggil Maria dengan sebutan ibu dalam bahasa Jepang.


"Tentu saja." jawab Maria sambil mengusap kepala Kenzi.


__ADS_2