Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Pulih


__ADS_3

Minerva kini sudah selesai diperiksa oleh Dokter Pribadi keluarga Wycliff. Dokter juga memberikan informasi bahwa Minerva hanya kelelahan dan tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Setelah dokter yang memeriksa Minerva undur diri, kini Austin dan juga Emir sama-sama menunggu Minerva siuman.


Satu jam, dua jam hingga waktu menunjukkan jam makan siang, Minerva belum juga sadar dari pingsannya. Tapi Austin dan Emir sama-sama sabar menunggu sambil membicarakan project kerja sama antara mereka berdua.


Sedangkan di bawah alam sadar Minerva, kini ia sedang berlatih bela diri dan kepekaan dalam memahami serangan musuh yang akan datang. Sayangnya Minerva tidak melihat dengan jelas siapa yang kali ini mengajarinya.


Saat dirasa Minerva sudah menguasai apa yang diajarkan, kini Minerva mulai siuman dan membuka matanya. Keringat di dahi Minerva juga tampak bercucuran dan baju yang ia kenakan juga sangat basah.


"Kaaak." suara Minerva terdengar sangat lemah.


Emir langsung mendekat ke arah Minerva dan memberikan air untuk Minerva, sedangkan Austin dengan sigap membantu Minerva untuk duduk. Satu gelas air putih habis diminum ole Minerva membuat Austin dan Emir saling melempar pandangan.


Setelah menghabiskan satu gelas air putih, wajah Minerva yang tadinya pucat, kini mulai terlihat sedikit segar. "Bagaimana keadaanmu saat ini dek? Apa yang kau rasakan?" tanya Austin kepada Minerva.


Minerva kini menyunggingkan senyumnya. Badannya terasa sangat lelah dan yang sangat ia rasakan adalah lapar. "Aku sangat lapar kak." jawab Minerva.


"Owh, aku sudah memesan makanan untuk mu Minerva, tapi mungkin sekarang makanannya sudah agak dingin, bagaimana jika aku menghangatkannya dulu?" tawar Emir dan Minerva langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, Kak. Langsung aku makan saja." ucap Minerva. emir langsung berdiri mengambil lunch box yang memang sudah ia pesan untuk Minerva satu jam yang lalu dan langsung menyerahkannya kepada Minerva.


Saat Minerva sedang menikmati makan siangnya, tiba - tiba ponsel Austin berdering dan ia langsung meninggalkan kamar khususnya dan mengangkat panggilan dari nomor yang tidak ia simpan dalam ponselnya.

__ADS_1


Sedangkan Emir terus saja memandangi Minerva yang masih menyantap makan siangnya. Merasa diperhatikan oleh Emir, Minerva pun balik menatap Emir.


"Kakak laper juga yaa?" tanya Minerva. "Sini makan bareng sama aku."


Mendengar ajakan Minerva, Emir menggelengkan kepalanya dan kini berpindah duduk lebih dekat dengan Minerva. Kini keduanya sudah tidak berjarak. Tangan Emir bergerak mengambil sisa makanan yang tertinggal di tepi mulut Minerva.


"Aku tidak lapar, sayang." bisik Emir. "Aku hanya sangat merindukanmu dan begitu mengkhawatirkan keadaanmu." lanjutnya lagi sambil mengusap bibir Minerva dengan tangannya.


Usapan tangan Emir di bibir Minerva membuat degub jantungnya semakin kencang. Sontak saja pipi Minerva merona karena perbuatan Emir barusan. Dan Emir makin tersenyum lebar melihat wajah Minerva yang kini sudah terlihat seperti kepiting rebus.


Tapi dengan cepat Minerva menguasai dirinya dan kembali menghabiskan makan siangnya. "Kakak sekarang terlalu banyak nge gombal yaaa." gerutu Minerva.


"Nge gombal? Tentu saja tidak. Aku sungguh sangat merindukanmu, Minerva." ucap Emir.


"Ehhhmmmm!!!"


"Jaga jarak kalian!" ucap Austin dengan suara bariton nya.


Emir pun langsung menggeser posisi uduknya dan Austin langsung duduk di dekat Minerva menggantikan posisi duduk Emir.


"Siang ini akan ada perusahaan Jepang yang ingin mengajukan kerja sama dengan Hotel kita, Minerva. Dia tertarik untuk menyewa taman belakang untuk membuat iklan mengenai produknya." jelas Austin.

__ADS_1


"Oh, iya Emir. Aku rasa perusahaan itu juga bekerja sama dengan perusahaanmu, bukan?" tanya Austin yang langsung menghadap ke arah Emir.


Emir pun langsung menganggukkan kepalanya karena memang dari awal ia yang merekomendasikan hotel milik Austin untuk tempatnya." Yap! Maria memang meminta tolong padaku untuk tempat yang sesuai dalam pengambilan gambar dan pembuatan iklan, jadi aku rekomendasikan saja untuk melihat sendiri ke Hotel mu. Dan ternyata ia sangat cocok." jelas Emir membuat Austin kini menganggukkan kepalanya.


...***...


Maafkan Author lagi ya harus up sedikit. Sambil mampir yuk baca novel bestie ku.


Nama Pena : DINA DINUL


Judul Novel : Suamiku bukan Jodohku


Kirana seorang gadis yang tiba - tiba di jodohkan dengan anak dari sahabat orang tuanya yang bernama Ilham setelah lulus SMA.


Disaat yang bersamaan, Kirana juga sedang menjalin hubungan dengan kekasihnya yang bernama Ibrahim.


Bagaimana hubungan Ibrahim dan Kirana?


Akankah perjodohan Ilham dan Kirana berlanjut?


Keputusan apa yang akan diambil oleh Kirana untuk masa depannya? Bahagia kah? Sedih kah?

__ADS_1



__ADS_2