Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Perjuangan Dua Pria Tampan


__ADS_3

Jovita kini telah selesai merapikan rambut Minerva yang akan pergi bersama Emir. Jovita menawarkan dirinya memoles wajah Minerva, tetapi Minerva menolaknya karena ia sangat malu jika bermake up tebal.


Bel di apartemen Minerva membuat Jovita bergegas keluar dari kamar Minerva. "Sepertinya Kak Emir sudah datang, aku akan membukakan pintu untuknya."


"Tunggu dulu, Jo." cegah Minerva. "Bagaimana penampilanku malam ini?" tanya Minerva sedikit gugup.


Kali ini Minerva memutuskan untuk mengenakan celana jeans yang dipadukan kaos tidak berlengan dan outer merah membuat kulitnya yang putih terlihat semakin terang.


"Kau terlihat sangat cantik Minerva, percayalah." puji Jovita.


Bel apartemen Minerva kini berbunyi untuk yang kedua kalinya.


"Hemm, sepertinya Kak Emir sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu. Lebih baik kau saja yang membukakan pintu. Aku akan membuatkan minuman untuknya."


Jovita melangkahkan kakinya menuju ke pantry dan Minerva pun bergegas membukakan pintu untuk Kak Emir. Langkah kaki Minerva terhenti saat melihat Emir sudah duduk di ruang tamunya.


"Kak Emir, kau sudah di sini?" tanya Minerva terkejut. "Lalu siapa yang memencet bell dari tadi?"


"Eh, hai Minerva. Kau duduklah, biar aku yang membukakan pintunya." ucap Emir berdiri.


Emir pun langsung membukakan pintu untuk Austin. Melihat pintu akhirnya dibukakan oleh Emir, Austin pun dengan geram langsung mendorong tubuh Emir ke belakang.


"Kau sudah berani beraninya mengerjaiku yaaa!" pekik Austin.


Emir sengaja tidak melawan karena ia sudah tahu jika ada Minerva yang duduk di ruang tamu.


"Eh, Kak Austin. Ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba datang dan mendorong Kak Emir?" tanya Minerva yang langsung berdiri dari duduknya.


Mendengar suara Minerva, Austin langsung melepaskan tangannya.


"Maaf Minerva, aku hanya kesal dengan Dwayne. Bisa-bisanya ___"


Belum selesai Austin melanjutkan kalimatnya, Dwayne sudah menyela lebih dahulu.


"Aduh, da da aku jadi sesak banget." keluh Emir.


Minerva langsung beralih kepada Emir, "Kakak gak papa kan?" tanya Minerva sedikit khawatir.

__ADS_1


"Sepertinya malam ini Dwayne sedang sakit dan tidak bisa ____"


Ucapan Austin kali ini kembali dipotong oleh Dwayne.


"Aku gak papa kok. Cengkeraman Austin sudah tidak berasa apalagi berbekas." jelas Dwayne membuat Austin sangat kesal.


Austin dan Dwayne kini saling melemparkan pandangan kekesalan mereka.


"Oh iya Kak Austin. Apa tujuanmu datang kemari?" tanya Minerva melihat penampilan Austin yang terlihat sedikit formal.


"Aku sebenarnya ingin mengajakmu dinner malam ini, Minerva. Bahkan aku juga sudah membelikan dress untuk kau pakai." jawab Austin sambil menyerahkan goodie bag yang ia bawa.


"Waaah, terima kasih Kak." ucap Minerva sambil menerima pemberian dari Austin. "Tapi Kak Emir sudah lebih dulu mengajakku ke bukit bintang."


Dwayne kini tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan dari Minerva.


"Kalau begitu, aku akan ikut kalian ke bukit bintang. Bagaimana?" ucap Austin kemudian dan senyum kemenangan Dwayne seketika sirna.


"Tidak bisa!" sanggah Dwayne tidak terima.


Tak lama kemudian Jovita membawakan minuman ke ruang tamu. "Loh ternyata bukan cuma Kak Emir ya yang datang?" ucap Jovita. "Aku akan membuat minuman lagi." Jovita meletakkan minuman untuk Emir di meja dan bersiap kembali ke pantry.


"See! Minerva memperbolehkan aku untuk ikut dengannya. Terima kasih Minerva ku sayang." Austin menerima coklat panas dari tangan Minerva dan sengaja membuat Dwayne kesal.


Kini senyum kemenangan tercetak jelas di bibir Austin. Sedangkan Dwayne yang belum terima dengan keputusan Minerva hanya memutar bola matanya malas.


"Minerva, memangnya kau tidak melihat pakaian yang dipakai oleh Austin? Itu sangat tidak cocok sekali untuk ke Bukit Bintang." keluh Dwayne sambil menyesap coklat hangat buatan Jovita.


"Tidak cocok katamu? Bahkan aku terlihat sangat tampan mengenakan ini. Bukankah begitu Minerva?" tanya Austin yang kali ini meminta dukungan pada Minerva.


Minerva mengangguk mengiyakan penilaian Austin pada dirinya sendiri.


"Yap, kau memang terlihat sangat tampan jika seperti ini kak." jawab Minerva sambil membenarkan dasi kupu-kupu Austin.


Dwayne kembali harus bersabar kali ini melihat kedekatan Austin dengan Minerva. Tanpa menunggu lama, Jovita kini sudah siap untuk mengikuti ajakan Minerva.


Melihat Jovita yang sudah berdiri di belakang Minerva, membuat Dwayne langsung mengamit tangan Minerva. "Kau satu mobil denganku. Biarkan Jovita satu mobil dengan Kak Austin." ajak Dwayne yang langsung melangkah lebih dulu.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita satu mobil saja? Sepertinya ban mobilku kempes." dalih Austin membuat alasan.


Lagi-lagi Dwayne harus membuang nafasnya kasar. "Jangan berbohong! mana mungkin kau mengajak Minerva dinner dengan ban mobil yang kempes?" sanggah Dwayne.


Minerva langsung mengusap lengan Dwayne pelan. "Sudahlah kak, lebih baik kita pergi bersama dengan satu mobil. Lebih efisien juga."


Mendengar Minerva yang sudah angkat bicara, akhirnya Dwayne menyerah. Setelah keluar dari lift, Kini mereka bertiga sudah berada di lobby apartemen menunggu Dwayne.


Saat mobil Dwayne datang, dengan cepat Austin masuk ke dalam mobil dan duduk di depan, tepat di samping Dwayne.


"Hei, kau duduk di belakang di samping Jovita!" teriak Dwayne yang benar-benar sangat kesal.


"Bagaimana jika kita meminta persetujuan Minerva saja? Aku sangat yakin jika kali ini sudah bisa dipastikan jika Minerva pasti akan berpihak denganku dan memilih duduk di samping Jovita." tanya Austin pada Dwayne.


"Kaaauuu!!! Benar-benar parasit!" pekik Dwayne pelan.


"Kita sudah sepakat bukan untuk bersaing dengan sehat?" bisik Austin.


Dwayne sama sekali tidak menanggapi ucapan Austin. Setelah Minerva dan Jovita duduk di kursi belakang, ia pun segera mengemudikan mobilnya.


Selama perjalanan, Austin dan Dwayne sama-sama saling mencuri pandang ke arah Minerva.


"Minerva!" panggil Jovita setengah berbisik.


"Hemm. Ada apa?" tanya Minerva menoleh ke arah Jovita.


"Katakan padaku bagaimana caranya menarik simpati kedua pria tampan sekaligus? Mereka dari tadi terus saja mencuri pandang ke arahmu." tanya Jovita.


"Diih, kamu nih apaan sih. Suka ngelantur jauh deh." timpal Minerva.


Jovita kini menggelengkan kepalanya melihat Minerva nya yang terlihat sangat polos.


"Sekarang coba katakan padaku. Di antara Kak Austin dan Kak Emir. Kamu lebih suka yang mana?" tanya Jovita.


Pertanyaan Jovita kali ini terdengar oleh Austin dan juga Dwayne meskipun musik dalam mobil diputar dengan suara yang sedikit kencang.


Tangan Austin dan Dwayne pun sampai tergerak bersama untuk mengecilkan volume musiknya. Jovita menahan tawanya melihat tangan kedua pria tampan itu bertabrakan dan saling mengibaskan satu sama lain.

__ADS_1


Jovita sangat paham jika Austin dan Dwayne mendengar pertanyaannya yang ia tujukan pada Minerva karena memang ia sendiri sengaja sedikit mengeraskan suaranya.


"Jangan ngobrolin ini di sini deh. Ntar kita obrolin di kamar aja ya." jawab Minerva yang tentunya membuat Austin dan Dwayne sama-sama kecewa.


__ADS_2