Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Booming


__ADS_3

"Apa ini alasanmu izin bekerja?" tanya Emir dengan tatapan tajam ke arah Yolanda.


Minerva tersenyum melihat Emir begitu marah saat Yolanda membawanya pergi. Tapi bukan tujuan Minerva membuat Emir memarahi Yolanda. Tujuan Minerva kali ini adalah membuat Yolanda mendekam di penjara agar Yolanda selamat dari perintah Titan.


"Maaf, Tuan. Saya tidak bermaksud membawa Nona Minerva pergi." ucap Yolanda.


"Lalu apa tujuanmu sekarang?" gertak Emir yang sudah dipenuhi amarah. "Minerva, turun dan ikuti kakakmu. Aku akan mengurus Karyawan ku sendiri." ucap Emir.


Minerva pun segera turun dari mobil dan menuju ke arah Austin, sedangkan Yolanda kini terus diinterogasi oleh Emir dan akhirnya digelandang ke kantor polisi dengan tuduhan penculikan terhadap Minerva.


Yolanda sama sekali tidak merasa kesal saat dirinya mulai masuk ke dalam mobil tahanan, dalam hatinya justru sangat lega karena sebentar lagi semua sadapan yang terpasang di tubuhnya akan segera terlepas.


'Kau memang sangat cerdas, Minerva. Bahkan caramu menyelamatkan aku juga begitu menakjubkan. Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku untuk kedua kalinya.' gumam Yolanda dalam hati.


Sedangkan Minerva kini sudah berada di mobil bersama dengan kakaknya. Ternyata di dalam mobil sudah ada Kenzi dan juga Maria yang ikut serta dengan Austin.


"Aku sangat mengkhawatirkan, Minerva San." ucap Kenzi sambil menggenggam tangan Minerva.


"Benarkah?" tanya Minerva dan Kenzi pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Look at this." Kenzi memperlihatkan ponsel Maria kepada Minerva. Tampak wajah Minerva ada dala iklan yang diputar berkali kali diponsel yang dipegang Kenzi.


"You Look so beautiful." puji Kenzi membuat Minerva merekahkan senyumannya.


"Thank you, Kenzi. And You're Look so Handsome." puji Minerva membuat Kenzi seketika membeliakkan matanya.


"Are you really?" tanya Kenzi dan Kini Minerva gantian menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu maukah kakak menunggu aku dewasa dan nanti aku akan menikah denganmu?" tanya Kenzi dengan bahasa Jepang membuat Minerva yang tidak paham langsung mengernyitkan dahinya.


Sedangkan Maria yang paham langsung menepuk bahu putranya dan mengingatkannya untuk tidak mengatakan hal ini.


"Apa yang barusan ia katakan padaku, Kak Maria?" tanya Minerva.


"Hanya celotehan anak kecil yang tidak perlu untuk didengarkan." jawab Maria.

__ADS_1


Kini mobil yang dikemudian Austin membelah jalanan kota. Wajah Minerva yang membintangi produk kecantikan Maria kini mulai terpampang di beberapa papan reklame.


Sedangkan anak buah Titan kini mulai gusar saat Minerva sudah begitu tenar dan booming di layar kaca maupun sosial media. Terlebih saat Yolanda kini sudah tertangkap polisi dengan tuduhan penculikan atas Minerva Bee.


Bahkan saat ini mereka tidak mengetahui apa saja yang terjadi oleh Yolanda karena alat sadap yang ada dalam diri Yolanda sudah dilepaskan karena Yolanda kini berganti menggunakan baju tahanan. Bahkan ponsel Yolanda juga kini sudah berada di tangan polisi berikut dengan mobil yang ia gunakan.


...🍀🍀🍀...


Minerva kini sudah sampai di Mansion dan langsung disambut oleh Daddy Arthur dan juga Mommy Moona. Moona langsung memeluk Putrinya dengan sangat erat.


"Mommy sangat takut kehilanganmu, sayang. Kamu benar-benar membuat Mommy tegang saat meminta Mommy untuk menghubungi Austin dan juga Emir." ucap Mommy Moona.


"Aku akan tetap baik-baik saja Mom. Percayalah." ucap Minerva sambil membawa Mommynya masuk ke dalam Mansion.


Austin, Maria dan Kenzi pun mengikuti langkah Minerva dari belakang. Kali ini Maria memang sengaja datang ke Mansion Austin untuk membicarakan tentang pekerjaan perusahaan mereka ke depannya. Terlebih beberapa media sangat ingin meliput Minerva yang sudah membuat gempar dunia maya.


Tak lama kemudian Emir pun datang dan kini mereka langsung mengadakan rapat di taman samping Mansion agar Kenzi juga bisa berenang dan tidak bosan menunggu Maria meeting.


"Aku ikut rapat saja dengan hahaoya agar bisa dekat dengan Minerva." pinta Kenzi pada Maria.


Selama rapat berlangsung, Emir yang duduk di samping Minerva diam diam menggenggam tangan Minerva dari bawa meja. Dan Minerva sama sekali tidak menolak genggaman dari Emir.


Sayangnya Kenzi sangat tidak suka saat melihat Emir dan juga Minerva saling bergenggaman tangan. Ia pun melayangkan protes dengan Maria saat rapat sudah selesai.


"Hahaoya," panggil Kenzi. "Apa rapatnya sudah selesai?"


"Ya, sayang. Apa ka ingin segera pulang?" tanya Maria dan Kenzi pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku hanya tidak suka melihat dia menggenggam tangan Minerva San." ucap Kenzi menunjuk ke arah Emir.


Emir yang sedikit paham tentang bahasa jepang pun membalas ucapan Kenzi.


"Hei, kenapa kau tidak suka?" tanya Emir. "Dia kan kekasihku."


Mendengar ucapan Emir, Kenzi pun langsung turun dari tempat duduknya dan menuju ke arah Minerva.

__ADS_1


"Who is more handsome between me and Emir." tanya Kenzi yang kini sudah berdiri di hadapan Minerva.


"Of course you are more handsome, Kenzi." jawab Minerva.


Kenzi pun tersenyum penuh kemenangan. "Thank you so much." ucapnya dan kemudian mengambil kursi dan duduk di samping Minerva.


"Ternyata kali ini aku harus bersaing dengan anak laki-laki berumur tujuh tahun." gerutu Emir kesal. Sedangkan Austin dan juga Maria hanya tertawa melihat pemandangan dimana Kenzi tampak mengakui sisi Minerva agar tidak didekati oleh Emir.


"Kenzi, sudah waktunya pulang." ucap Emir kesal. "Ayo, aku akan mengantarkan pulang dengan hahaoya." tawar Emir dengan bahasa Jepang.


"Tidak, aku tidak ingin pulang bersama sainganku sendiri. Lebih baik aku pulang diantar dengan Uncle Austin." jawab Kenzi membuat Emir semakin geram.


"Kenzi, tidak baik bicara seperti itu." ucap Maria mengusap kepala putranya. "Ayo kita pulang." ajak Maria.


Austin pun langsung berdiri dari tempat duduknya untuk bersiap-siap mengantarkan Maria pulang. "Aku sudah memesan taksi, Austin. Kau lebih baik istirahat saja." ucap Maria yang kemudian undur diri dari Mansion Austin.


Kini tinggal Emir, Austin dan juga Minerva yang masih ada di taman.


"Mulai besok, kau akan dijaga oleh beberapa penjaga di Mansion dan aku tidak mengizinkan kamu pergi kemana pun, Minerva." ucap Austin.


"Yaa, aku juga tidak ingin ada apa-apa lagi denganmu. Untuk masalah jumpa pers lebih baik di adakan disini dengan orang-orang tertentu saja, mengingat para preman itu pasti akan terus mengincarmu." ucap Emir.


"Aku juga akan mencari informasi lewat Yolanda, apa yang sudah direncanakan oleh Titan Mack padamu." lanjut Emir lagi.


"Thanks kak, tapi aku rasa Titan Mack sebentar lagi akan tiba di negara kita. Dan dia pasti juga sudah menyiapkan sejuta rencana berbahaya." jelas Minerva.


"Bukan kah begitu Kak Austin?" tanya Minerva dan Austin yang sangat paham dengan mavia derdarah dingin seperti Titan Mack pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menjagamu, Minerva?" tanya Emir kemudian.


"Bukan menjaga, tetapi lebih tepatnya kita harus selalu waspada untuk siap berperang melawannya kapanpun itu." ucap Minerva.


"Berperang?" tanya Emir tidak paham dengan ucapan Minerva.


"Maksudnya adalah siapkan body guard yang tangguh untuk melawan jika suatu saat Titan menyerang tiba-tiba karena aku pastikan dia sudah mengangkat bendera perang,." jelas Minerva.

__ADS_1


Emir dan Austin pun mengangguk setuju. Bahkan kali ini Daddy Arthur juga sudah mempersiapkan beberapa pakar rasi bintang untuk membantu Minerva.


__ADS_2