Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Problem Solving


__ADS_3

Minerva masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan sistem scorpio miliknya untuk mencari tahu masalah apa yang kini sedang dihadapi IT Pusat.


Sistem scorpio langsung memperlihatkan bahwa Virus TroMac sudah masuk dalam salah satu sistem milik IT Pusat. Ini berpengaruh besar dalam melumpuhkan sistem dan menyebar masuk pada setiap ponsel.


Selain melumpuhkan sistem, virus ini juga bisa membuat pengguna ponsel mengalami cidera otak manusia yang tidak bisa terdeteksi sejak dini.


"Ini gawat! tapi aku tidak bisa masuk begitu saja ke ruang kerja Daddy. Nanti yang lain bisa curiga." gumam Minerva.


Sistem scorpio pun kini memperlihatkan sesuatu di layarnya dan kemudian memperlihatkan langkah-langkah untuk mengalahkan virus TroMac.


"Nah, iya. martabak. Aku akan membelikan martabak untuk anak buah Daddy agar bisa masuk ke ruang kerja Daddy." gumam Minerva yang kemudian memesan martabak secara online.


Sambil menunggu martabaknya datang, Minerva menghafal kode-kode membuat sistem keamanan baru yang diperlihatkan oleh sistem Scorpio hingga Minerva siap untuk membantu para pakar rasi bintang.


Saat pesanannya sudah datang, Minerva pun langsung membawakan nya ke ruang kerja Daddy nya.


"Daddy, Minerva membawakan makanan untuk anak buah Daddy." ucap Minerva yang masih berdiri di pintu ruangan daddynya.


"Terima kasih sayang, setidaknya ini sedikit membantu." ucap daddynya dengan raut wajah yang nampak sangat lelah.


"Jika diizinkan, Minerva akan coba membantu permasalahan Daddy dan anak buah Daddy." ucap Minerva dan seketika membuat mata daddynya berbinar.


Kini Daddy Arthur teringat saat Minerva mampu mengalahkan sistem game milik Austin di usia belinya. Ia pun langsung menarik putrinya masuk ke dalam.


Minerva melihat sekeliling ruang kerja Daddy Arthur yang sangat lengkap dengan peralatan canggih dan layar lebar untuk mendeteksi segala sesuatu. Bahkan sistem kerja satelit juga ada di ruang kerja daddynya.


'Ini menyerupai apa yang digambarkan sistem scorpio tadi. Aku hanya perlu menuju ke pengendali pusat untuk memasukkan beberapa kode pemunculan sistem keamanan baru yang dapat membasmi virus TroMac.' gumam Minerva dalam hati.


"Hai Minerva, apa kau masih mengenalku?" tanya Abel Frey.


Minerva tersenyum saat Abel berdiri di hadapannya. "Tentu saja anak buah Daddy, bukan begitu Daddy?" tanya Minerva ke arah daddynya.


"Tepat sekali, kali ini Minerva akan mencoba membantu permasalahan yang sedang kita alami. Tolong jangan remehkan putriku! Dia bahkan pernah mengalahkan Abel Frey dalam trading di usianya yang masih belia." jelas Daddy Arthur.

__ADS_1


Semua anak buah Daddy Arthur pun tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun. Melihat Minerva yang masih terlihat seperti anak SMA memang membuat mereka tidak percaya bahwa Minerva dapat menyelesaikan masalah ini.


Mereka tim hebat saja mengaku kewalahan membuat sistem keamanan baru, apalagi Minerva yang tampak seperti anak kecil bagi mereka. Tapi kali ini mereka tidak berani berkomentar, terlebih Minerva pernah mengalahkan Abel Frey dalam trading.


"Virus ini dibuat untuk menguasai seluruh sistem jaringan teknologi. Ia menyebar dengan sangat cepat dan mengakibatkan pelumpuhan sistem." ucap Minerva saat melihat virus yang nampak dalam layar.


Ucapan Minerva membuat semua tercengang termasuk daddynya sendiri.


"Tidak hanya itu, akibat terbesar dari adanya virus ini adalah menyebabkan cidera otak yang tidak bisa terdeteksi sejak dini bagi pengguna ponsel maupun internet dalam PC." jelas Minerva.


Semua yang ada dalam ruang kerja Tuan Arthur hanya melongo saat mendangar informasi terakhir dari Minerva. Bahkan satu orang di antara mereka tidak ada yang mengetahui akan hal ini.


"Daddy, bisa beri tahu Minerva dimana pengendali pusatnya?" tanya Minerva.


Daddy Arthur langsung membawa Minerva menuju Monitor di ujung ruangan.


"Kita akan membuat sistem keamanan baru untuk memusnahkan virus ini. Yang lain bisa ke monitor masing-masing untuk membantu membuat sistem keamanan baru ini." perintah Minerva.


Abel Frey dan pakar rasi bintang yang lain segera menuju ke monitor mereka masing masing. Minerva kemudian memasukkan kode penting dimana hanya ia yang tahu passcode tersebut.


Satu jam berlalu.


Usaha mereka mulai membuahkan hasil. Virus TroMac berangsur angsur mulai hilang. Kelelahan Daddy Arthur dan anak buahnya berangsur angsur hilang. Mereka semakin semangat mengikuti arahan Minerva.


Tepat dua jam Virus TroMac berhasil dimusnahkan. Semuanya langsung bersorak gembira.


"Aku tidak menyangka ku sangat hebat gadis kecil." puji Abel Frey yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tuan Arthur.


"Apa kau sedang meremehkan putriku?" tanya Arthur dan Abel langsung menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja tidak, Tuan. Kehebatan anda ternyata menurun pada putri anda." puji Abel Frey.


"Terima kasih atas pujiannya Tuan Abel, aku hanya ingin membantu daddy saja." ucap Minerva.

__ADS_1


Kini mereka merayakan keberhasilan mereka dengan menikmati martabak yang sudah dingin. Minerva diberi tawaran untuk bergabung dengan tim mereka. Tetapi Minerva menolaknya dengan sangat santun hingga mereka tidak bisa memaksa Minerva untuk bergabung.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Minerva pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Daddy, Minerva kembali ke kamar ya. Jangan lupa istirahat." ucap Minerva kepada daddynya.


"Daaaah semuanya. Senang bekerja sama dengan kalian semua." Minerva melambaikan tangannya pada semua anak buah Tuan Arthur.


Setelah Minerva keluar dari ruangan, para pakar rasi bintang membicarakan hadiah apa yang harus mereka berikan untuk bantuan Minerva kali ini.


"Sistem keamanan yang Minerva buat pasti akan mendapatkan harga yang sangat fantastis. Bahkan dunia juga pasti akan membutuhkannya. Kira-kira bagaimana pembagiannya Tuan Arthur?" tanya Abel Frey kepada Arthur.


"Kita bicarakan lagi masalah ini nanti bersama Minerva. Aku yakin dia bijak dalam menyikapinya. Kalian Istirahatlah! Besok aku akan menyiapkan tiket liburan kalian ke Bali." ucap Tuan Arthur yang sudah menguap berkali kali.


Tuan Arthur segera meninggalkan ruang kerjanya. Anak buahnya pun kini langsung menuju kamar tamu yang sudah disiapkan untuk mereka menginap malam ini.


Saat Daddy Arthur masuk ke dalam selimut, tiba-tiba lengannya dicubit oleh Mommy Moona.


"Daddy mengajak Minerva untuk lembur ya?" tanya Mommy.


Daddy Arthur langsung mengaduh kesakitan, "Aduh sayaaang, Ampuuuun. Minerva yang datang menawarkan diri untuk membantu kami."


Mommy Moona langsung melepaskan cubitannya. "Lalu bagaimana hasilnya? Berhasil?" tanya Mommy Moona.


"Tentu saja, putri kita memang sangat luar biasa. Dia bahkan memimpin para pakar rasi bintang untuk membuat sistem keamanan baru dan berhasil melumpuhkan virus mematikan ini." jelas Arthur.


"Aku hanya takut keberhasilan Minerva kali ini membuatnya dalam bahaya. Aku juga tidak bisa mempercayai anak buah mu sepenuhnya sayang." ucap Moona diselimuti rasa khawatir yang berlebihan.


Daddy Arthur kini mulai berfikir tentang kekhawatiran istrinya.


"Aku faham kekawatiranmu sayang, kita akan bersama sama menjaga Minerva. Tenangkan dirimu dan Istirahatlah." ucap Daddy Arthur mengecup kening istrinya.


Mommy Moona pun menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian Daddy Arthur terlelap dan Mommy Moona keluar dari kamarnya dan berpindah ke kamar Minerva.

__ADS_1


"Aku akan menjaga putriku sebaik mungkin, meski dia kini sudah beranjak dewasa dan bisa menjaga diri." gumam Mommy Moona yang kemudian naik ke atas ranjang putrinya dan memeluknya dengan sangat erat.


__ADS_2