Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Bukti Lengkap


__ADS_3

Pagi harinya, Minerva sudah duduk di kursi sambil sarapan sandwich dan secangkir teh. Ia melihat beberapa berita viral tentang anak yang mengeluh sakit tenggorokan setelah makan Lies Snack.


"Sepertinya hari ini tempat kerjaku akan penuh dengan para wartawan." gumam Minerva.


"Bukan hanya sepertinya, tapi memang iya." timpal Yolanda. "Pagi ini aku akan bertemu dengan Polisi Ruben dan juga pengacara untuk mengusut kasus ini. Jadi mungkin bukan hanya wartawan saja, tapi polisi juga akan sampai di sana."


"Yolanda, untuk bukti yang dari aku. Cukup katakan pada mereka kalau itu memang kamu yang merekamnya. Aku hanya membantumu mengumpulkan bukti dan tidak mau ikut campur sedikitpun. Kau mengerti?"


Yolanda langsung menganggukkan kepalanya. "Aku sangat paham untuk hal ini Minerva, terima kasih banyak sudah banyak membantuku. Oh iya, aku duluan yaa. Selamat bekerja, Minerva."


Yolanda langsung membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya ia saat Dwayne sudah berdiri tepat di depannya.


"Tu-Tuan Dwayne. Apa yang anda lakukan di sini?" tanya Yolanda.


Dwayne yang baru saja hendak mengetuk pintu kamar juga sama terkejutnya melihat pintu tersebut terbuka. "Kau." Dwayne menunjuk Yolanda dengan telunjuk ya tepat di depan mukanya. "Segera persiapkan pertemuan pagi ini bersama Andre. Aku ingin bertemu Minerva untuk mengatakan terima kasih padanya." jawab Dwayne yang kemudian menyerobot masuk ke dalam.


Yolanda yang sedikit heran dengan sikap Dwayne tidak ambil pusing dan segera menemui Andre untuk mempersiapkan meeting pagi ini. Sedangkan Minerva yang sudah menyelesaikan sarapannya langsung mengambil tasnya dan bersiap untuk pergi bekerja.


"Kau mau kemana, Minerva?" tanya Dwayne.


"Hai, Tuan. Bagaimana anda bisa masuk kemari?" tanya Minerva dengan tatapan tidak suka. "Bukankah itu tidak sopan jika masuk tanpa mengetuk pintu?"


"Oh, tadi aku dibukakan pintu oleh Yolanda. Emmm, aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah membantu mengumpulkan bukti." jelas Dwayne.


"Jangan terlalu sungkan, Tuan. Baiklah, jika tidak ada yang perlu dibicarakan lagi sebaiknya anda keluar karena saya harus segera berangkat bekerja." ucap Minerva to the point.


"Apa kau ingin aku antar, Minerva?" tawar Dwayne dan Minerva langsung menggerakkan tangannya memberi isyarat bahwa ia tidak mau.


Tiba-tiba pintu kamar diketuk dan terdengar suara Austin memanggil nama Minerva. Minerva pun membuka pintu dan Austin langsung tersenyum melihat gadis yang dirindukannya ada di depannya sekarang.


Sayangnya senyum Austin langsung memudar saat melihat Dwayne berdiri di belakang Minerva. "Apa yang anda lakukan disini, Tuan Dwayne?" tanya Austin tidak suka.


"Nothing!" jawab Dwayne. "Aku hanya sedang berkenalan dengan tetangga kamarku." jelas Dwayne yang kemudian berlalu dan masuk ke kamar 709.


"Whatttt??!!!" Austin tercengang setelah mengetahui bahwa Dwayne ternyata memesan kamar tepat di depan kamar Minerva.


"Ada apa Kak?" tanya Minerva.

__ADS_1


"Oh tidak apa-apa, kau mau kemana sudah sangat rapi sepagi ini?" tanya Austin.


"Tentu saja bekerja, jika tidak nanti aku tidak akan dapat gaji dari sepupumu itu." jawab Minerva.


"Kakak mau mengantarku?" tanya Minerva dan Austin langsung menganggukkan kepalanya.


...💫💫💫...


Saat di mobil, Minerva terus saja memainkan ponselnya sampai tidak sadar bahwa Austin justru membawanya ke sebuah Mall besar.


"Udah sampai ya." Minerva mengangkat wajahnya dan menyimpan ponselnya ke dalam tasnya. "Ini dimana kak?" tanya Minerva.


"Di Mall, aku pingin ajakin kamu shopping." jawab Austin.


"Tapi kan aku harus kerja kak."


Austin mengambil berkas lamaran Minerva dan memperlihatkannya pada Minerva. "Kamu udah dipecat dan mulai sekarang, kamu akan kerja sama aku." ucap Austin membuat Minerva mengerutkan dahinya.


"Kok bisa? Aku salah apa emangnya?"


"Perusahaan Lilies sedang ada masalah yang sangat besar. Kau baru bekerja dengannya satu hari dan aku tidak mau kamu terbawa dalam masalah besar yang akan dialami oleh perusahaan Lilies." jawab Austin.


"You're so kind. Thanks a lot kak." ucap Minerva.


"You're wellcome, Minerva." Austin pun membukakan mobil untuk Minerva.


"Kau tahu, seingatku dulu kau adalah pria yang sangat angkuh dan menyebalkan. Tapi kau sekarang berubah jadi pria yang sangat baik kak." puji Minerva.


Kini wajah Austin langsung merona mendengar pujian dari Minerva. "Kau terlalu memujiku, Minerva. Aku hanya tidak ingin kau terjerumus dengan kebohongan yang Lilies buat."


Minerva kini memberanikan diri memegang tangan Austin hingga jantung Austin berdegub dengan kencang.


"Sekali lagi terima kasih ya kak. Bahkan kebaikanmu kali ini mengingatkan aku dengan Kak Emir." ucap Minerva.


"Oh iya kak, apa kau pernah bertemu dengan Kak Emir? Bagaimana dia sekarang ya?" tanya Minerva membuat Austin tertegun.


Pertanyaan Minerva kali ini menandakan bahwa ia belum mengetahui bahwa Tuan Dwayne adalah Emir yang ia tanyakan. Sedangkan lidah Austin kelu untuk menjawab pertanyaan Minerva kali ini.

__ADS_1


"Emir?" tanya Austin yang mulai mengeratkan genggamannya di tangan Minerva.


"Iya, kakak pernah bertemu dengannya?" Minerva mengulangi pertanyaannya.


"Tentu saja, sayangnya aku tidak terlalu akur dengannya." jawab Austin.


"Kenapa?"


"Karena dia menganggapku penyebab meledaknya jet ski yang kau tumpangi delapan tahun yang lalu." jawab Austin.


Minerva yang melihat wajah sendu Austin kali ini justru menggodanya. "Bukankah yang dianggap oleh Kak Emir itu memang benar adanya?" goda Minerva membuat Austin langsung mencebik.


"Aku sudah menjelaskannya padamu, bukan? Aku dan Daddy sama sekali tidak tahu rencana Titan Mack saat itu. Kenapa kau masih tidak percaya juga?" gerutu Austin.


Melihat wajah Austin yang ditekuk membuat Minerva terkekeh geli. "Ayolah kaaak, aku juga hanya bercanda." tukas Minerva.


"Oh iya kak, sepertinya aku perlu ke Bank untuk membuat rekening baru. Apa kakak mau mengantar kesana?" tanya Minerva menunjuk ke salah satu Bank Internasional.


"Baiklah, as you wish Minerva." ucap Austin dan mereka pun menuju Bank Internasional yang dimaksud Minerva.


...🚧🚧🚧...


Sedangkan Dwayne moodnya langsung kacau melihat kedekatan Minerva dan Austin pagi ini. Selama meeting berlangsung, Dwayne hanya diam mendengarkan Andre dan Yolanda menjelaskan pada KaPolRes Ruben dan juga Pengacara Ega.


Sampai rapat berakhir, Dwayne benar-benar tidak banyak bicara.


"Meeting kita kali ini sukses Tuan, Yolanda benar-benar keren." puji Andre.


"Aku sangat bangga denganmu, Yolanda." puji Dwayne yang seketika membuat wajah Yolanda memerah.


"Waaaah, Yolanda. Wajahmu benar-benar seperti kepiting rebus." goda Andre dan Yolanda langsung melempar pulpen ke arah Andre.


"Yolanda, apa kita bisa bicara empat mata?" tanya Dwayne.


Mendengar Tuannya ingin berbicara dengan Yolanda, Andre paham jika ia harus keluar dari ruangan itu.


"Waaah, sepertinya aku butuh membeli minuman di pointmarket. Aku turun dulu ya." Andre langsung keluar meninggalkan Tuannya dengan Yolanda.

__ADS_1


Sedangkan Yolanda kini tersipu sambil menetralkan debaran detak jantungnya. "Apa yang ingin anda bicarakan dengan saya, Tuan?" tanya Yolanda.


__ADS_2