Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Big Royalty


__ADS_3

Selama satu bulan ini Minerva benar-benar dijaga ketat oleh bodyguard dan juga keluarganya. Beberapa perusahaan juga terus menerus berdatangan memberi tawaran untuk Minerva sebagai bintang iklan untuk mempromosikan produk Minerva.


Dan demi keselamatan Minerva, semua tawaran yang datang tetap diterima dengan syarat setiap kegiatan dilakukan di dalam Mansion dengan penjagaan yang sangat ketat. Mulai dari liputan khusus mengenai Minerva, pemotretan untuk cover majalah. Sampai pembuatan iklan pun juga di lakukan di dalam Mansion.


Nama Minerva langsung melejit dan gambar dirinya juga terpampang dimana-mana. Kali ini pendapatan Minerva melebihi pendapatan dari Austin dan juga Emir meskipun ia baru satu bulan ini berkiprah.


"Minerva, ada perusahaan besar yang memintamu untuk menjadi bintang iklan ponsel keluaran terbaru dari Amerika." ucap Austin saat Minerva baru saja selesai untuk pemotretan sebuah katalog produk kecantikan milik Maria.


"Perusahaan itu menawarkan bayaran yang besar jika kau mau menerima tawarannya." timpal Austin lagi.


"Emmhh, siapa pemilik perusahaannya?" Tanya Minerva kemudian.


Austin pun segera memperlihatkan data tentang kepemilikan perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Minerva. Emir yang saat iti ada di situ juga menelisik semua data yang masuk.


"Apa alasan perusahaan itu menawarkan royalti yang besar untuk kita?" tanya Minerva kemudian yang sedikit merasa janggal dengan komisi besar yang akan ia terima.


"Tentu saja itu adalah sebuah penghargaan besar untukmu, Minerva. Mereka memberikan standar harga yang tinggi untuk memintamu menjadi bintang iklan." jawab Austin.


Emir pun kemudian mendekat ke arah Minerva dan duduk di samping kan. "Apa ada yang mencurigakan?" tanya Emir pada Minerva.


"Sedikit mencurigakan memang. Aku takut Titan Mack ada dibalik semua ini." ucap Minerva pelan.


Austin mendekat dan langsung menelisik data tentang perusahaan tersebut. "Baiklah, aku akan coba mencari tahu tentang ini semua sebelum Kita semua mengambil keputusan." ucap Alarick yang segera membawa data tersebut ke ruang kerja Daddy Arthur.


Setelah itu Austin meminta pada Daddynya untuk menelisik apakah Titan Mack ada campur tangan dalam perusahaan ini. Minerva pun juga segera menuju ke kamarnya untuk mencari informasi melalui sistem scorpio nya.


"Tidak ada campur tangan dari Titan Mack maupun anak buahnya mengenai perusahaan ini. Jika Minerva setuju untuk melakukan kerja sama, segera kirimkan surat elektronik ke Perusahaan ini." ucap Daddy Arthur.


"Thank you, Daddy. Aku akan segera memberitahukannya kepada Minerva." ucap Austin yang segera keluar dari ruang kerja daddynya dan mencari Minerva.


Saat Austin hendak menuju kamar Minerva, ia melihat Emir yang nampak sibuk dengan anak buahnya yang sedang mempersiapkan sesuatu di taman. Betapa terkejutnya saat Austin melihat taman Mansionnya sudah disulap oleh Emir menjadi lebih indah dan terlihat sangat romantis.

__ADS_1


"Apa yang sudah kau lakukan Emir?" tanya Austin.


"Aku hanya ingin mengajak Minerva dinner malam ini. Sudah sebulan ini aku tidak memiliki waktu untuk berdua dengannya." jawab Emir sambil menata bunga dan beberapa lilin di meja makan.


"Hanya berdua?" tanya Austin dan Emir langsung menganggukkan kepalanya.


"Lalu bagaimana denganku, Mommy and Daddy? Tanya Austin kemudian.


"Aku sudah menyiapkannya semuanya di dalam untuk kalian semua." jawab Emir lagi tanpa mengalihkan konsentrasinya sedikit pun.


"Ck, menyebalkan sekali." gerutu Austin yang kemudian pergi meninggalkan taman dan segera menuju ke kamar Minerva.


Tok! tok! tok!


"Dek, boleh kakak masuk?" tanya Austin dan Minerva langsung membukakan pintu untuk kakaknya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Minerva.


"Titan Mack maupun anak buahnya tidak ada kena mengena dengan perusahaan ini. Bagaimana? Apa kau mau bekerja sama dengan perusahaan ini Minerva?" tanya Austin.


Saat Austin hendak berbalik menuju ruang kerjanya sendiri untuk mengirim surel balasan, tampak dua wanita cantik yang sudah berdiri di depan kamar Minerva.


"Permisi, apa ini kamar Nona Minerva?" tanya salah satu dari dua orang wanita tersebut.


"Betul, ada apa ya?" tanya Minerva.


"Kami diminta Tuan Emir untuk membantu anda bersiap, Nona. Karena Tuan Emir akan mengajak anda dinner malam ini."


"Dinner?" mata Minerva seketika berbinar. Satu bulan ini ia benar-benar terkurung di dalam Mansion dengan pengawasan yang begitu ketat. Dan kini ia bagaikan tertiup angin yang sejuk saat mendengar Emir hendak mengajaknya dinner.


Tanpa menunggu lama, Minerva pun mempersilahkan dua wanita tadi untuk masuk ke dalam kamarnya. Sore ini Minerva benar-benar dibuat sangat rileks dengan pijatan terapi spa dan semua pelayanan terbaik yang diberikan oleh dua orang terapi spa tersebut.

__ADS_1


Setelah Minerva selesai mandi dan memanjakan dirinya, kini ia pun mulai memakai dress yang disiapkan oleh Emir dan terapi wanita tadi mulai merias wajah Minerva yang tidak memerlukan riasan wajah yang begitu mencolok.


Setelah selesai semuanya, kini dua orang terapi tadi undur diri, sedangkan Minerva masih saja mematut dirinya di depan kaca.


"Anak Mommy cantik sekali." puji Mommy Moona yang kini sudah berdiri di belakang putrinya.


"Makasih banyak, Mom." Minerva langsung memeluk Mommynya.


"Apa kau senang sayang?" tanya Mommy dan Minerva langsung menganggukkan kepalanya.


Mommy Moona langsung mengusap kepala Putrinya dengan sangat lembut. "Mommy sangat bahagia melihatmu bahagia, sayang."


"Mommy akan mengantarkanmu ke bawah menemui Emir."


"Kak Emir sudah datang?" tanya Minerva.


Mommy Moona pun tersenyum dan mengangguk. "Dia meminta Mommy untuk membawamu turun dengan menutup matamu sayang."


Mommy Moona langsung menutup mata Minerva dengan kain penutup. "Terima kasih sudah mengizinkan Kak Emir untuk mengajakku dinner, Mommy." ucap Minerva yang kali ini diliputi rasa gembira.


Mommy pun menuntun Minerva menuruni tangga satu per satu. Sedangkan di bawah sana Emir sudah menantikan Minerva dengan setelan jas berwarna dark grey yang senada dengan warna gaun yang dikenakan oleh Minerva.


Sampai di tangga terakhir, Mommy Moona pun menyerahkan tangan Minerva ke pada Emir. "Terima kasih tante." ucap Emir yang kemudian menggenggam erat tangan Minerva dan siap untuk membawanya pergi.


Tak dapat dipungkiri bagaimana kebahagiaan menyelimuti hati Minerva saat ini. Meski matanya tetap tertutup dan ia tidak dapat menikmati pemandangan di luar Mansionnya, tetap saja ia bahagia karena sebentar lagi ia akan menghirup udara di luaran sana.


"Kau sangat cantik, Minerva." bisik Emir tepat di telinga Minerva membuat Minerva merasakan gelenyar aneh dalam dirinya.


"Kakak jadi tidak sabar ingin segera melamarmu, Minerva." lagi lagi Emir berbisik membuat Minerva mengeratkan genggaman tangannya.


Emir pun menarik kursi dan kemudian mengarahkan Minerva agar duduk. "Apa masih ada yang kita tunggu?" tanya Minerva saat ia tidak merasa masuk ke dalam mobil yang akan membawanya pergi.

__ADS_1


"Tidak ada yang kita tunggu lagi, Minerva sayang. Karena kita sudah sampai." jawab Emir.


"Apaa?!!" Pekik Minerva yang langsung cepat-cepat membuka kain penutup matanya.


__ADS_2