
Minerva masih terjaga sambil memikirkan pertanyaan Yolanda yang sama persis dengan pertanyaan Jovita pada saat itu.
"Antara Kak Austin dan Kak Emir, siapa yang aku pilih?" gumam Minerva bertanya kepada dirinya sendiri. Ia pun mencoba menyalakan sistem scorpio untuk mencari jawaban atas pertanyaannya kali ini.
Sayangnya sistem scorpio kembali tidak memberikan respon untuk menjawab pertanyaan Minerva. Akhirnya Minerva menyimpan kembali sistem scorpio dan memutuskan untuk tidur.
"Kak Austin itu baik, perhatian, dan sangat humble hingga membuat aku nyaman berada di dekatnya. Bahkan dia juga sangat profesional saat bekerja, dan aku sangat suka itu. Emmm, dia juga rela menentang daddynya hanya untuk membela diriku. Satu lagi, dia tampan dan juga cool." gumam Minerva memberi penilaian pada Austin.
"Kalo Kak Emir, emmm... Dia juga tidak kalah tampan dengan Kak Austin. Meski kini berubah menjadi pria yang dingin, dia tetap bersikap hangat denganku. Baik dan juga perhatian, sama juga dengan Kak Austin. Tubuhnya atletis dan sangat harum." gumam Minerva yang kemudian menepuk nepuk pipinya sendiri.
"Oh My God. Kenapa aku jadi ngebayangin tubuh kak Emir sih." gerutu Minerva yang kemudian memaksakan matanya untuk segera terpejam.
...☘️☘️☘️...
Pagi harinya, tidak ada yang istimewa antara Emir dan juga Minerva. Setelah sarapan, Minerva langsung diantar oleh Emir untuk bekerja, sedangkan Yolanda sudah berangkat terlebih dahulu dijemput oleh Andre.
"Aku akan menjemputmu tepat jam empat sore. Jangan lupa kabari aku jika kau ada masalah, Minerva." ucap Emir saat Minerva hendak keluar dari mobilnya.
"Siap." jawab Minerva singkat. Ia pun menutup pintu mobil Emir dan melambaikan tangannya mengantar kepergian Emir.
Minerva segera masuk dan tersenyum ke beberapa karyawan yang berpapasan dengannya. Kini ia berdiri di Dea lift mengantri bersama para karyawan yang lainnya.
"Hai Minerva, kau tampak sangat cantik hari ini." puji Wempy yang sudah berdiri tepat di belakang Minerva.
"Thanks, Wempy. Kau juga tampak tampan hari ini." balas Minerva membuat Wempy seakan terbang ke udara karena mendengar pujian Minerva.
"Cih, tapi ketampanan nya sangat jauh di bawah rata-rata." cibir Austin yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka.
Minerva hanya terkekeh mendengar cibiran Austin barusan. "Selamat Pagi, Direktur Muda Austin." sapa Minerva sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Pagi juga Minerva, lebih baik kau naik lift di sana bersamaku." pinta Austin menunjuk ke arah lift khusus Direktur.
Minerva lalu mengernyitkan dahinya dan menggelengkan kepalanya. "Saya harus mematuhi peraturan yang ada, Tuan. Tidak baik jika saya menaiki lift yang memang diperuntukkan khusus untuk anda."
Austin kali ini tidak memaksa Minerva. "Baiklah, segera ke ruanganku dan bawa berkas meeting pagi ini ya. Ada yang ingin aku sampaikan padamu." jelas Austin yang kemudian berlalu menuju lift khusus untuk Direktur.
Minerva kini masuk lift bersama dengan Karyawan yang lain. Sesampainya di ruang kerjanya, ia segera mengambil berkas meeting milik Austin dan menuju ke ruang kerja Austin.
Austin melihat keprofesionalitas Minerva dalam bekerja, membuat Austin juga harus lebih profesional menghadapi Minerva yang kini bekerja sebagai sekretarisnya. Minerva menyerahkan berkas pada Austin dan menyebutkan jadwal meeting Austin hari ini yang begitu padat hingga sore hari.
"Minerva, tolong kosongkan jadwalku sore ini. Ganti dengan besok pagi karena Mommy akan mengadakan acara syukuran atas kesembuhannya." pinta Austin.
"Baik Tuan." jawab Minerva. "Saya akan mengantarkan minuman dan kudapan untuk anda setelah ini. Apa ada lagi hal yang ingin anda sampaikan?" tanya Minerva.
"Sore ini kau dijemput dengan Emir?" tanya Austin dan Minerva langsung menganggukkan kepalanya.
"Bilang padanya jika nanti sore kau pulang denganku, karena Mommy dan Daddy mengundangmu dalam acara syukuran nya malam ini. Kamu tidak perlu khawatir Minerva karena Daddy sudah berjanji padaku untuk tidak mengulang lagi kesalahannya delapan tahun yang lalu." jelas Austin.
Melihat Minerva yang begitu mendalami perannya sebagai sekretaris, membuat Austin melebarkan senyumnya. "Kau sangat lucu Minerva, but I like it. Kamu tidak akan menjadi sekretaris lagi saat nanti menikah denganku. Karena kau akan menjadi Nyonya Muda Wycliff, istri pemilik hotel dan Resto ini." gumam Austin yang kemudian mulai berkutat dengan pekerjaannya.
Minerva kembali datang membawakan minuman dan kudapan untuk Austin dan meletakkannya di meja yang lain.
"Minerva, kenapa tidak diletakkan saja di sini?" tanya Austin.
"Di sini tempatnya lebih aman Tuan, agar tidak mengenai berkas-berkas penting milik anda." jelas Minerva.
Penjelasan Minerva membuat Austin semakin berdecak kagum. "Oh, baiklah." jawab Austin dan Minerva pun kembali ke ruangannya.
...💕💕💕...
__ADS_1
Hari ini adalah awal pertama kalinya Minerva menemani Austin meeting dengan para klien. Austin juga mempercayakan Minerva untuk mempresentasikan tentang projectnya dan penyampaian Minerva membuat Austin sangat takjub dan bangga.
Semua kliennya hari ini juga menyatakan bahwa mereka sangat puas dan terkesan atas penyampaian Minerva. Bahkan mereka juga tidak segan untuk memberikan saham ke hotel dan Resto milik Austin dengan jumlah yang sangat besar.
"Minerva, aku sungguh tidak mengira kau sangat luar biasa hari ini. For the first time, it is so amazing." puji Austin saat klien terakhir mereka sudah undur diri dari hadapan mereka.
"Terima kasih atas pujiannya, Tuan." balas Minerva yang juga tidak menyangka ia bisa menjalani tantangan barunya kali ini.
"Jam kerjanya sudah habis, kau dilarang memanggilku, Tuan." sanggah Austin.
Minerva pun langsung menghembuskan nafasnya lega. "Huuuuuuuuh, aku lega rasanya bisa kembali memanggil mu kakak." ucap Minerva sambil membereskan berkas meeting nya.
Sedangkan Austin terkekeh mendengar ucapan Minerva barusan. "Kau sangat mengemaskan Minerva." Austin mulai menoel hidung Minerva.
"Aku sudah transfer bonus Pertama mu di rekening barumu. Ini adalah bonus atas kerja kerasmu hari ini, dan tentunya di luar gaji yaa." ucap Austin memberikan buku tabungan dan kartu ATM milik Minerva.
"Waaaaaoooow, terima kasih banyak kaaak. Senang berbisnis dengan anda." ucap Minerva menerima pemberian dari Austin.
"Aku juga sangat senang bekerja denganmu Minerva. Kita ke butik Mommy yuk. Aku akan membelikan gaun untuk nanti malam." ajak Austin.
"No! Aku ingin membeli gaunku sendiri dengan uang hasil kerjaku hari ini. Kali ini Kakak tidak perlu membelikan aku lagi karena aku sudah bekerja dan bulan ini akan mendapatkan gaji." tolak Minerva yang kemudian menarik tangan Austin untuk segera meninggalkan tempat itu.
Dengan senang hati Austin mengikuti langkah Minerva menuju ke tempat dimana mobilnya terparkir.
"Pak Mamat, kita pergi ke butik milik Tante Moona yaa." pinta Minerva.
Austin hanya diam sambil tersenyum melihat tingkah Minerva yang terlihat sangat bahagia hari ini.
"Siap, non cantik. Setelah itu saya juga siap mengantar Nona ke salon." balas Pak Mamat yang paham bahwa malam ini ada acara syukuran di Mansion Utama Wycliff.
__ADS_1
"Oke Pak Mamat."
Kini mobil mulai meluncur membelah jalanan ibu kota yang mulai padat karena memang waktu pulang kerja.