
Setelah diputuskan Minerva menjadi bintang iklannya, hari ini pembuatan iklan produk kecantikan milik Maria dari Jepang mulai akan dibuat. Minerva tampak sangat cantik mengenakan yutaka milik Maria yang sengaja ia bawa dari Jepang.
Produk krim wanita yang digunakan setelah mandi kini sudah ada di tangan Minerva. "Apa ini mengandung merkuri?" tanya Minerva sedikit resah.
"Tentu saja tidak, ini semua berasal dari bahan alami, Minerva. Kau bisa mengunjungi perusahaanku di Jepang setelah ini. Aku akan menunjukkanmu bagaimana proses pembuatan produk ini." jelas Maria meyakinkan.
Minerva pun mengangguk mendengar penjelasan dari Maria.
"Sebenarnya ada produk sabun mandinya juga. Apa kau mau menjadi ibintang iklannya juga?" tawar Maria kemudian.
"Tidak bisa! Minerva dilarang keras memperlihatkan lekuk tubuhnya di depan umum. Apalagi iklan ini ditayangkan ke penjuru daerah." ucap Emir yang baru saja tiba dan langsung menjawab pertanyaan Maria.
"Ck, kekasihmu itu diam-diam sangat posesif ya." gerutu Maria kesal dan langsung menjauh dari tempat duduk Minerva dan mendekati Austin yang sedang sibuk mengarahkan anak buahnya menata tempat.
Minerva hanya terkekeh melihat Maria menggerutu sambil berlalu. Sedangkan Emir langsung duduk menggantikan posisi Maria tadi. Nampak juga Yolanda dan juga Andre ikut serta dengan Emir.
Yolanda langsung mendekati Minerva dan berbisik. "Kau yakin melakukan semua ini, Minerva?" tanya Yolanda risau.
"Ini membahayakan nyawamu, dan aku pastinya tidak akan berada di pihakmu, Minerva."
Yolanda yang sangat memahami Minerva yang menjadi buruan Titan Mack tampak sangat khawatir dengan keselamatan sahabatnya yang satu ini. Karena sedikit saja Minerva muncul di layar publik, pasti Titan Mack dan anak buahnya akan langsung bertindak untuk melenyapkan Minerva.
Terlebih Yolanda juga anak buah Titan meskipun ia tidak setuju sama sekali dengan kejahatan yang Titan buat terhadap Minerva. Tetapi jika dia mengingkari Titan, maka nyawa keluarganya akan menjadi taruhannya.
"Yolanda, bergegaslah untuk segera bekerja. Aku menggajimu bukan untuk berbisik-bisik!" tegur Emir yang tidak suka melihat Yolanda berbisik ke arah Minerva.
"Baik Tuan."
Mendapat teguran keras dari atasannya, membuat Yolanda langsung menjauh dari Minerva dan bergabung bersama Andre.
Sedangkan Minerva langsung mengetikkan pesan singkat untuk Yolanda mengenai kekhawatirannya barusan.
...💌 Minerva...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku. Aku juga sudah siap menghadapinya Titan Mack kali ini. Jika Titan memberi tugas untukmu, lakukan saja sebaik mungkin. Aku sangat mengenalmu dengan baik Yolanda....
"Kenapa sekarang aku merasa tidak rela ya saat kecantikanmu akan dilihat oleh banyak orang." ucap Emir yang dari tadi terus memandangi Minerva.
"Jangan mengada-ada kak. Bukankah ini semua sudah kesepakatan kita?" tanya Minerva yang masih memegang ponselnya.
"Tapi aku sangat cemburu Minerva. Kau terlihat sangat dan teramat cantik hari ini." ucap Emir yang tak lepas memandangi Minerva.
"Hei, kerja kerja!" Austin datang dan menepuk bahu Emir berkali-kali mengingatkan Emir untuk segera bergerak.
"Bukankah anak buah ku sudah bekerja semuanya? Bahkan aku membawa pasukan lebih dari biasanya." tukas Emir yang masih ingin berlama lama dengan Minerva.
"Ehemm." Minerva berdehem. "Apa leadernya hanya duduk seperti ini?" sindirnya lagi membuat Austin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Baiklah, sayang. Aku akan bekerja, demi kamu dan anak kita nanti." celetuk Emir.
Mendengar ucapan Emir barusan, Minerva hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia pun kemudian mulai dipoles tipis oleh MUA yang sengaja dibawa oleh Emir setiap ada Event seperti ini.
...🍀🍀🍀...
Beberapa take yang dilakukan untuk Minerva, hasilnya nyaris sempurna. Dan tentunya ini sangat memuaskan Austin, Emir, dan juga Maria.
"Wooow, It's so amazing." teriak Maria di akhir pembuatan iklan.
"Baru kali ini produkku diiklankan dengan sangat luar biasa olehmu, Minerva." puji Maria. "Kau sangat menawan memperkenalkan produk ini. Aku yakin iklan ini akan membuat nama perusahaanku semakin besar."
Maria langsung berlari ke arah Minerva dan memeluknya dengan sangat erat. "Aku akan memberimu komisi khusus sayang." ucapnya pada Minerva.
Maria tampak sangat gembira hari ini. Tidak bisa dipungkiri jika Austin dan juga Emir juga merasakan hal yang sama. Hanya saja kegembiraan mereka tidak meledak-ledak seperti Maria.
"Terima kasih." jawab Minerva sambil tersenyum.
"Kakak akan membantumu berganti pakaian di ruang ganti, setelah itu aku akan mentraktir makan enak siang ini." ajak Maria sambil merangkul bahu Minerva.
__ADS_1
Sedangkan Emir dan Austin kini mulai mengedit iklan Minerva bersama. Mereka berdua terlihat sangat kompak sekali kali ini, bahkan tidak ada keributan sedikitpun antara mereka.
...🍀🍀🍀...
Setelah Minerva mengganti pakaiannya, Maria langsung memanggil sopirnya untuk mengantarkan mereka ke restoran Jepang terbaik di kota itu karena Maria sudah sangat merindukan masakan Jepang.
"Minerva, entah mengapa aku sangat senang bisa mengenalmu lebih dekat. Pantas saja Emir sangat tergila-gila denganmu. Ternyata kau memang gadis yang sangat luar biasa." ucap Maria.
"Kau terlalu menyanjung ku, Nona muda. Aku justru sangat mengagumimu yang hebat dalam memimpin perusahaan di usia mudamu." tukas Minerva.
"Benarkah?" Maria mengernyitkan dahinya.
"Yap, tentu saja." "
"Tapi aku baru kali ini mendengarnya dari mulutmu, Minerva. Aku tidak seberuntung dirimu yang dicintai dan disayangi dengan tulus."
"Aku sendiri merasa diriku gagal untuk meraih kesuksesan saat aku tidak mampu mempertahankan putraku untuk tetap berada di sampingku. Bahkan aku juga merasa jika aku adalah wanita yang tidak sempurna."
"Kenapa seperti itu?" tanya Minerva.
"Karena aku tidak pernah merasa dicintai dan disayangi seperti dirimu, Minerva." jawab Maria.
"Aku iri terhadapmu, tapi tidak bisa dipungkiri jika aku pun merasa sayang terhadapmu, Minerva. aku merasa hidup saat bersama denganmu."
Minerva memandang ke arah Maria dengan mata berkaca-kaca. Ia sendiri tidak menyangka jika Maria, wanita yang pernah ia cemburui saat bersama Emir di Bali ternyata begitu sangat menyayanginya. Padahal mereka baru saja dekat dan saling mengenal.
"Bolehkah aku mengaggapmu seperti adikku sendiri?" tanya Maria sambil menangkupkan tangannya di pipi Minerva.
Minerva menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Maria. Sontak Maria langsung memeluk Minerva dengan sangat erat. Entah mengapa ia merasakan sangat bahagia saat ini. Begitu juga dengan Minerva.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di restoran Jepang. Keduanya sama-sama turun dari mobil. Tapi tiba-tiba tangan Minerva ditarik oleh anak laki-laki yang datang dari belakang mobilnya.
"Help me, please!" pinta anak laki-laki tadi dengan raut wajah yang ketakutan.
__ADS_1