Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Mak Comblang


__ADS_3

"Minerva, kau ada di dalam?" tanya Austin dari luar kamar.


Mendengar suara Austin di luar membuat Minerva langsung membuka pintu dan bersiap untuk meninggalkan Tuan Dwayne dan asistennya, Andre.


"Oh Iya, tolong katakan pada Yolanda bahwa aku akan segera kembali." ucap Minerva yang kemudian menutup kembali pintu kamar hotelnya.


"Andre, aku ke kamar 709 dulu. Aku Sepertinya mau ke toilet. Kau mengobrol saja dulu dengan Yolanda." ucap Dwayne meninggalkan Andre yang masih duduk manis menunggu Yolanda.


Tak lama kemudian, Yolanda datang dengan membawakan minuman hangat untuk Andre dan Tuannya.


"Dimana Tuan Dwayne dan Minerva?" tanya Yolanda sedikit kecewa karena hanya Andre saja yang duduk di sofa ruang tamu.


"Minerva tadi titip pesan padaku untuk memberitahumu bahwa dia akan segera kembali. Kalo Tuan Dwayne, ia memesan kamar tepat di depan kamarmu. Jadi dia sedang ke kamarnya sekarang." jawab Andre.


"Tuan Dwayne memesan kamar di depan kamar 707?" tanya Yolanda yang terdengar sangat gembira mendengarkan ucapan Andre.


"Hemmm." jawab Andre singkat.


"Oh My God, apa Tuan Dwayne kali ini akan benar-benar bertekuk lutut padaku?" tanya Yolanda dalam hati sambil tersenyum mengkhayalkan bosnya yang sebentar lagi akan bucin terhadapnya.


"Ternyata benar, beberapa novel yang aku baca tentang bos dingin, jutek, kejam, dan sangat perhitungan seperti Tuan Dwayne selalu berujung menjadi budak cinta karyawannya sendiri. Dan itu adalah aku." ucap Yolanda dan kali ini membuat Andre terkekeh.


"Awalnya aku hampir saja sependapat denganmu, tapi menurutku sepertinya tidak." timpal Andre membuat Yolanda sangat kesal mendengarnya.


"Awas saja kau nanti, jika aku menjadi Nyonya Muda Dwayne. Aku akan meminta suamiku untuk memberikan pekerjaan yang berat kepadamu." ucap Yolanda sampai membuat tawa Andre pecah.


"Hahaha, mimpimu terlalu tinggi Yolanda. Menurutku, kau lebih cocok menjadi Nyonya Muda Downy Sachet atau Nyonya Muda Downy Anti Apek. Tuan Dwayne sangat tidak cocok bersanding dengan cewek urakan sepertimu." ledek Andre membuat Yolanda melemparkan bantal sofa ke arah Andre.


"Sial banget sih kamu!" gerutu Yolanda kesal.


"Gurau doang kamu anggep serius sih. Oh iya, coba ceritakan padaku siapa Minerva sebenarnya? Pandangan pertama sudah buat aku jatuh cinta sama Minerva." tanya Andre.

__ADS_1


Kali ini gantian Yolanda yang tertawa mendengar Andre jatuh cinta dengan Gadis Penyelamatnya.


"Apa? Kau jatuh cinta dengan Minerva?" tanya Yolanda setengah meledek.


"Aku bisa pastikan jika Minerva pasti tidak akan menerima cinta seorang pria kumal sepertimu, Andre." ledek Yolanda mengingat penampilan Andre yang hanya terlihat rapi saat bekerja di kantor saja.


Saat di luar kantor, Andre lebih suka mengenakan celana jeans yang lututnya sobek dan kaos yang kebesaran. Tidak hanya itu, rambut Andre yang panjang sebahu tidak pernah diikat dan dibiarkan terurai begitu saja saat ia berada di luar kantor.


Sayangnya ledekan Yolanda tidak mengurangi perasaan Andre sedikitpun.


"Hei, jika aku sedikit melakukan perawatan di dokter kecantikan dan mengganti semua barang yang aku kenakan menjadi barang branded, aku pastikan kau juga akan memohon cinta padaku, Yolanda. Lihat saja nanti." tukas Andre penuh percaya diri.


"Huh, tidak akan." ucap Yolanda ketus.


"Ayolah Yolanda, katakan padaku dimana kau bertemu dengan gadis secantik Minerva?" tanya Andre yang diacuhkan oleh Yolanda yang mulai menyalakan laptopnya dan siap memperlihatkannya pada Andre tentang informasi yang ia dapatkan dari Lies Food Company.


"Begini saja Yolanda, aku akan menjadi comblang antara kau dengan Tuan Dwayne asalkan kau mau menjadi comblang antara aku dengan Minerva. Bagaimana?" tanya Andre memberi penawaran menggiurkan pada Yolanda.


"Kalau difikir-fikir, tampangmu tidak begitu buruk. Tampilanmu saat bekerja juga sedikit meyakinkan. Jika kau benar-benar menginginkan Minerva, ubah sedikit gaya rambutmu dan juga penampilan bulukmu. Setelah itu, aku pertimbangkan lagi penawaranmu." jelas Yolanda.


"Okey, deal. Aku akan mengikuti saranku. Hati-hati ya, jangan sampai kamu jadi ikutan bucin lagi sama aku." celetuk Andre membuat Yolanda refleks mencubit pinggang Andre dengan kencang sampai Andre mengaduh kesakitan dan minta ampun.


...💖💖💖...


Sedangkan di sisi lain, Dwayne tidak masuk ke kamar 709. Melainkan ia mengikuti Minerva dan Austin yang mau turun ke lantai dasar. Dwayne langsung mengejar Minerva dan Austin yang sudah berada di lift dan menekan tombol pintu lift yang hampir tertutup.


"Tuan Dwayne." panggil Minerva membuat Austin memutar bola matanya malas.


"Kau mengenalnya?" tanya Austin pada Minerva.


"Aku baru saja berkenalan dengannya tadi." jawab Minerva.

__ADS_1


Kini Dwayne berdiri tepat di samping Minerva, membuat Austin langsung menggenggam tangan Minerva.


Minerva sedikit terkejut melihat tangannya digenggam erat oleh Austin. Sedangkan Dwayne langsung membuang mukanya melihat kedekatan Austin dengan Minerva.


"Sepertinya aku kalah langkah dengan Austin." gumam Dwayne dalam hati. "Sudah kuduga, Austin juga pasti sudah menyimpan rasa pada Minerva sejak delapan tahun yang lalu juga." batin Dwayne sambil menarik nafasnya perlahan.


Tak lama kemudian ponsel Austin berdering dan terlihat nama Lilies di layar ponselnya. Austin pun mengangkat panggilan dari Lilies. Ternyata Lilies memintanya datang ke apartemennya.


"Aku tidak bisa ke apartemenmu sekarang, Lilies. Aku sedang bersama Minerva sekarang." ucap Austin dengan nada kesal saat menerima panggilan dari Lilies.


"Kak, sepertinya Direktur Lilies sangat membutuhkan kehadiranmu. Lebih baik kau menemaninya sekarang. Lagipula aku juga bisa belanja sendiri." ucap Minerva membuat Austin semakin berat meninggalkan Minerva terlebih ada Dwayne di sampingnya.


Sedangkan Dwayne merasakan dadanya semakin sesak mendengar Minerva memanggil Austin dengan sebutan -kak- mengingat dulu dirinya lah yang dipanggil Minerva dengan panggilan itu.


"Baiklah, aku akan segera menuju ke apartemenmu." ucap Austin menutup panggilannya.


Ia pun menyimpan ponselnya di sakunya dan menatap Minerva secara intens hingga membuat Dwayne semakin merasa cemburu.


"Aku akan menemui Lilies malam ini dan besok aku pastikan kau tidak akan lagi bekerja pada Lilies dan akan bekerja bersamaku, Minerva." ucap Austin dengan tatapan tajamnya.


"Kita akan bicarakan hal ini setelah kau menemui sepupumu." jawab Minerva dan pintu lift pun terbuka.


"Tunggu aku, aku akan segera menemuimu setelah ini." ucap Austin sambil mengacak rambut Minerva sebelum meninggalkannya.


Kini Minerva berdiri bersama Dwayne sambil melihat kepergian Austin yang terlihat tergesa-gesa.


"Anda mau pergi kemana Tuan Dwayne?" tanya Minerva menghadap ke arah Dwayne yang masih berdiri di sampingnya.


"Emh, aku sebenarnya ingin membeli sesuatu." ucap Dwayne.


"Ooooh, kalau begitu tujuan kita sama. Yuk buruan. Aku takut Yolanda terlalu lama menunggu anda." ucap Minerva yang jalan lebih dulu di depan Dwayne.

__ADS_1


Dwayne kini mengulum senyumnya sambil mengikuti langkah Minerva menuju pointmarket yang ada di Bee Hotel.


__ADS_2