
Mendengar Minerva memanggilnya dengan sebutan Daddy, membuat Tuan Arthur langsung memeluk Minerva dengan sangat erat meluahkan segala perasaannya yang terpendam selama ini.
"Daddy sangat menyesal, Minerva. Daddy mohon maafkanlah Daddy yang selalu gagal dalam menajagamu." ucap Daddy Arthur yang berhasil membuat Minerva meneteskan air matanya.
Minerva memang tidak pernah menyangka akan bertemu dengan kedua orang tuanya di dunia setelah sekian lama ia benar-benar sangat mendambakan momentum ini. Daddy Arthur kini mengajak Minerva untuk mendekat ke arah istrinya yang sudah sangat lama menantikan kembalinya Minerva.
Melihat Minerva mendekat ke arah mommynya, membuat Austin yang berada di balkon kamar pun kembali membuang wajahnya. Ia tidak ingin turut serta di dalam, setidaknya kali ini ia memberi ruang kepada mommynya untuk meluahkan segala kerinduannya terhadap bayi cantiknya.
Bohong, jika Austin tidak kecewa dengan kebenaran yang baru saja terungkap di depan matanya. Tapi ia tidak dapat berbuat apa-apa saat melihat semua bukti yang ditunjukkan oleh mommynya. Dari pantulan kaca, ia melihat betapa bahagianya Mommy dan juga Minerva yang kini saling berpelukan.
"Austin." Daddy Arthur menuyusul putranya ke balkon. "Maaf, telah membuatmu kecewa."
"Sayangnya kata maaf Daddy tidak bisa menghapus rasa kecewaku yang sudah Daddy ukir bersama dengan Mommy." jawab Austin tanpa berbalik menatap ke arah daddynya sedikit pun.
Daddy Arthur merangkul bahu putranya dan langsung ditepis oleh Austin. "Baiklah, katakan pada Daddy bagaimana Daddy dan Mommy bisa menebus semuanya? Jika kau meminta Daddy untuk tinggal di sini, maka Daddy akan tinggal di sini. Jika kau minta barang yang kau inginkan, Daddy akan belikan untukmu. Jika __"
"Aku bukan anak kecil lagi yang bisa disuap dengan mainan." ucap Austin dengan nada yang terdengar ketus.
Daddy Arthur terkekeh sambil menepuk bahu putranya, "Kau masih seperti yang dulu, nak. Kau juga dulu merajuk seperti ini saat mengetahui adik perempuanmu terlahir di dunia. Dan beberapa hari kemudian kau mulai menerima adik perempuanmu dan sangat menyayanginya."
"Minerva bukan adik perempuanku, daddy." tegas Austin yang kini menatap mata daddynya tajam.
"Tapi dia terbukti sebagai anak kandung Daddy dan Mommy naaak."
"Kalau begitu besok kita semua tes DNA, dan aku harap aku hanyalah anak pungut, bukan anak kandung Daddy dan Mommy. " pinta Austin yang kemudian melangkahkan kakinya untuk ke;luar dari ruangan tersebut.
"Kau mau kemana?" Daddy Arthur menahan Austin untuk pergi.
"Beri waktu aku untuk menenangkan diri. Besok, aku akan menunggu kalian di Rumah Sakit tepat pukul 8 pagi." jawab Austin tanpa menghentikan langkahnya dan terus berjalan melewati Minerva dan mommynya begitu saja.
__ADS_1
Austin langsung memanggil Pak Mamat untuk meninggalkan Mansion tanpa menghiraukan para tamu undangan sedikit pun. Tak lama setelah kepergian Austin, Tuan Arthur, Mommy Moona dan juga Minerva keluar dari ruangan dan bergabung dengan para tamu undangan yang lain.
Minerva kini diapit oleh kedua orang tuanya dan para tamu undangan bergiliran memberikan selamat kepada Tuan Arthur dan Mommy Moona atas ditemukannya bayi cantik mereka yang sudah hilang sejak 24 tahun yang lalu.
"Akhirnya sahabatku sudah bertemu dengan bayi cantiknya. Selamat yaa sayang. Minerva benar-benar sangat dan teramat cantik. " ucap Mama Risa memeluk Moona dengan sangat erat.
"Thanks a lot ya bestie. Udah Semangat ini aku terus sampai detik ini." timpal Mommy Moona.
"Aku sekarang jadi ga pingin Sahabatan sama kamu loh Moona." celetuk Mama Risa, membuat Mommy Monna terkejut dan melepaskan pelukannya.
"Why, Risa?" pekik Mommy Moona membuat Minerva dan Arthur memandang ke arahnya.
Risa pun mendekatkan mulutnya ke telinga Moona dan berbisik, "Karena aku maunya besanan sama kamu."
Moona terkekeh mendengar jawaban Risa dan memandang ke arah Emir yang berdiri di belakang sahabatnya.
"Boleh juga. Kita bicarakan nanti ya." jawab Mommy Moona dan Mama Risa pun mengangguk setuju.
...♦️♦️♦️...
Kini waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam dan para tamu undangan sudah pulang.
"Minerva, malam ini kau mulai tinggal di sini ya sayang." pinta Mommy Moona sambil membawa Minerva menuju ke kamar yang sudah disiapkan.
Minerva hanya mengangguk sambil mengikuti langkah Mommy Moona yang terus saja memegang erat Minerva. Mommy membuka pintu kamar Minerva dan Minerva kali ini dibuat takjub dengan penataan di dalamnya.
"Mom, ini kamar Minerva?" tanya Minerva sambil menutup mulutnya. Kamarnya kali ini lebih luas dari kamar di apartemennya.
Minerva langsung menelisik setiap sudut kamarnya yang dilengkapi dengan sofa, meja kerja, kamar mandi dengan tatanan yang sangat mewah menurutnya. Kini ia memasuki kamar mandinya dan kembali membuat Minerva takjub saat melihat Jacuzzi di dalamnya dengan peralatan mandi yang sangat lengkap.
__ADS_1
"Ini sangat luar biasa, Mommy." ucap Minerva yang sudah mulai terbiasa memanggil Moona dengan sebutan Mommy.
"Mommy juga sudah menyiapkan pakaian untukmu, sayang." ucap Mommynya menunjuk ke arah lemari pakaian.
Minerva pun berjalan sambil membuka lemarinya. Dan benar saja, kali ini ia melihat isi dalam butik milik Mommy Moona berpindah ke dalam lemarinya.
"Mommy memindahkan isi butik ke lemari MInerva?" tanya Minerva. "Apa ini tidak berlebihan, Mom?"
"Sssstttt." Mommy Moona meletakkan telunjuknya di bibir Minerva. "Ini semua tidak sebanding dengan kebahagiaan Mommy dan Daddy selama ini."
Minerva memeluk Mommy nya dengan sangat erat. "Minerva juga sangat bersyukur bisa bertemu dengan Mommy." ucap Minerva.
"Mom, boleh tidak Minerva minta satu hal pada Mommy malam ini?"
"Berapa pun putri cantik Mommy minta, Mommy akan mengabulkannya."
"Malam ini, Mommy tidur sama Minerva ya. Minerva pingin tidur dipeluk sama Mommy" pinta Minerva yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.
"As you wish, sayang." jawab Mommy Moona. "Mulai saat ini, Mommy akan tidur bersamamu sayang."
"Ehhhmmm!!!" Tiba-tiba terdengar deheman suara Daddy Arthur yang masuk ke dalam kamar. "Bukan setiap malam ya sayaaaaang. Kasihan Daddy dong nanti tidurnya sendirian." ucap Daddy Arthur sambil mengusap kepala Minerva.
"Istirahatlah dan habiskan malam kalian berdua." ucap Daddy Arthur yang kemudian menge cup ubun-ubun kepala Minerva.
Setelah Daddy Arthur mengucapkan selamat malam, Minerva dan Mommynya pun bersiap untuk tidur.
PoV Minerva
Malam ini sebelum tidur pun ternyata aku sudah mimpi sangat indah. Bertemu dengan keluarga yang lengkap seperti anak yang lainnya. Aku bisa merasakan pelukan hangat seorang Daddy dan juga Mommy yang sangat aku dambakan sejak dulu.
__ADS_1
Ini benar-benar sangat membuatku bahagia. Dan aku baru sadar jika wajah Mommy ternyata juga sangat mirip dengan Dewi Metis. Aku sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidupku.
Tapi bagaimana dengan Kak Austin? Aku yakin dia sangat terpukul dengan kenyataan ini. Aku sangat menyayangimu kak. Semoga esok kau bisa menerima diriku sebagai adik perempuanmu.