Gadis Scorpio

Gadis Scorpio
Apartemen Baru


__ADS_3

"Apaaaaa?!!" pekik Austin saat menerima telfon dari Amer, karyawan Lilies. Raut wajah Austin langsung berubah karena panik mendengar penjelasan dari Amer.


Sedangkan Minerva sudah menduga bahwa Austin saat ini sedang mengkhawatirkan Lilies, mengingat Yolanda sudah melaporkan bukti yang ia dapatkan pada KaPolRes tadi pagi.


"Baiklah, aku akan segera kesana." ucap Austin yang kemudian mematikan panggilannya.


"Ada apa Kak?" tanya Minerva.


Austin menghela nafasnya pelan dan menceritakan pada Minerva bahwa Lilies sudah ditangkap polisi dan saat ini ia sedang berada di sel dalam pengawasan ketat. Polisi juga sedang menyelidiki perusahaan miliknya untuk menguatkan bukti yang sudah diperoleh.


Yang membuat Austin sangat khawatir adalah Lilies langsung jatuh pingsan saat menerima surat penangkapan hingga dengan mudah polisi membawanya ke kantor polisi.


"Aku akan mengantarkanmu pulang dan setelah itu aku akan menemui Lilies di kantor polisi." ucap Austin kemudian.


"Kau tidak perlu mengantarkan pulang kak. Masih banyak barang yang perlu aku beli di sini." timpal Minerva yang memang masih banyak hal yang harus ia lakukan di Mall. "Lilies lebih membutuhkanmu. Pergilah, aku akan baik-baik saja."


"Tidak Minerva! Aku tidak bisa meninggalkanmu disini sendiri. Aku tidak mau kau kenapa-napa." jelas Austin yang sangat mengkhawatirkan Minerva karena ia tidak mau kejadian delapan tahun yang lalu terulang kembali.


"Aku akan menghubungi sopir pribadiku untuk menemaniku berbelanja. Kumohon jangan menolak, Minerva." pinta Austin dan Minerva pun mengangguk setuju. Setidaknya keberadaan sopir Austin dapat membantunya mencari barang yang ia butuhkan.


Austin segera menghubungi sopir ya untuk masuk ke mall dan mengawasi Minerva, sedangkan Austin justru menuju kantor polisi dengan memesan taksi.


"Jaga dirimu baik-baik, Minerva. Kabari aku jika ada apa-apa." ucap Austin sebelum meninggalkan Minerva.


"Kau terlalu berlebihan kak. Aku justru bisa menjadi diriku sendiri." jawab Minerva meyakinkan Austin.


Setelah Austin tidak nampak dalam pandangan, Minerva segera mencari beberapa barang yang dibutuhkannya termasuk laptop. Ia pun meminta diarahkan oleh sopir Austin dimana tempat yang menjual barang yang diperlukan.


...🌺🌺🌺...


Sedangkan Yolanda jam istirahat siang ini langsung menuju kantin untuk menemui Andre sesuai dengan perjanjian tadi.


"Yolanda cepat ceritakan padaku apa yang kau bicarakan tadi bersama Tuan Dwayne." pinta Andre yang sudah lebih dulu menunggu Yolanda di kantin.


"Kau ini tidak sabaran sekali." timpal Yolanda menuliskan pesanannya dan memberikan kepada pegawai kantin.


Yolanda pun menceritakan semua pembicaraan dengan Tuan Dwayne tadi pagi pada Andre hingga membuat selera makan Andre hilang seketika.


"Aku benar-benar sangat cemburu Tuan Dwayne mencari tahu tentang Minerva. Kau tahu sendiri kan Yol, Minerva sama sekali tidak cocok dengan pria dingin macam bos kita." ucap Andre terdengar seperti orang yang kehilangan semangat.

__ADS_1


"Memang benar katamu. Yang cocok dengan Tuanmu itu memang aku kan bukan Minerva." timpal Yolanda sambil memasukkan bakso ke dalam mulutnya.


"Tapi aku sangat tidak rela jika gadis penyelamatku itu bersanding denganmu, Ndre. Kau lebih tidak cocok untuk Minerva." timpal Yolanda membuat Andre menepuk lengan Yolanda sedikit kencang.


"Enak aja kalo ngomong. Pulang kerja aku akan ke salon untuk menata penampilanku. Aku yakin kau akan meminta maaf padaku sudah mengatakan hal keji seperti itu." gerutu Andre kesal.


"Oh iya, aku punya ide bagus untuk melancarkan rencana kita."


"Ide apa? Aku kurang yakin idemu bagus." tukas Yolanda sambil mengunyah baksonya.


"Nanti malam, tepat jam 7 malam kau ajak Minerva ke taman di belakang hotel dan aku juga akan mengajak Tuan Dwayne."


"Aku akan mengatakan bahwa kau dan Minerva akan ke taman. Setelah itu aku akan menemani Minerva, dan kau aku pastikan bisa berkencan dengan Tuan Dwayne. Bagaimana?" tawar Andre.


"Idemu sangat buruk, Ndre. Tapi tidak masalah. Aku setuju untuk mencobanya. Aku akan buat Minerva melirik kepadamu yang sama sekali tidak tampan dan sebaliknya. Kau harus buat Tuan Dwayne melirik diriku." ucap Yolanda.


"Oke, Deal. Aku akan menghubungi nanti malam." Andre kemudian meninggalkan kantin dan kembali bekerja.


Yolanda pun segera membayar pesanannya dan kembali ke ruangannya.


...🌿🌿🌿...


"Ini untuk ganjal perut pak. Anda pasti lelah sudah menemani saya belanja."


"Terima kasih banyak Non. Biar saya bawakan barang belanjaan ya non." sopir Austin menawarkan diri.


"Apa tidak merepotkan?" tanya Minerva merasa tidak enak.


"Justru sebuah penghormatan bagi saya bisa membantu anda, Nona." ucap sopir Austin.


"Terima kasih pak ...."


"Nama saya Mamat non." jawab Pak Mamat yang memang belum sempat berkenalan dengan Minerva.


"Oh iya, Pak Mamat. Saya Minerva."


"Namanya sangat cantik non, secantik orang nya. Pantas saja Den Austin sangat posesif sama Non Minerva."


"Bisa aja Pak Mamat. Oh iya, Pak Mamat bisa antar saya cari apartemen tidak setelah ini? Kebetulan saya belum ada tempat tinggal disini."

__ADS_1


"Tentu saja bisa Non, saya punya rekomendasi apartemen yang sangat nyaman. Mau ke sana sekarang?" tawar Pak Mamat.


Minerva kini mengecek barang belanjaannya. "Sepertinya aku sudah banyak berbelanja hari ini. Baiklah, sekarang kita menuju apartemen yang Bapak maksud." ucap Minerva.


Pak Mamat pun segera membawa belanjaan Minerva ke mobilnya dan Minerva menunggu Pak Mamat di pintu Timur Mall sesuai permintaan Pak Mamat.


Kini keduanya menuju Green Luxury Apartment yang berada tepat di tengah kota. Sesampainya di sana, Minerva langsung disambut dengan ramah oleh pegawai apartemen.


Berbagai penawaran disajikan oleh pegawai apartemen dan Minerva langsung memilih apartemen dengan dua kamar yang sudah siap untuk ditempati. Minerva pun langsung membayar secara kontan dan membawa barang-barangnya masuk ke dalam apartemen barunya.


"Terima kasih sudah banyak membantu hari ini Pak Mamat." ucap Minerva yang kemudian memberikan tip untuk Pak Mamat.


"Saya mungkin akan beristirahat sebentar di sini. Anda bisa menemani Kak Austin di kantor polisi."


"Terima kasih banyak Nona Minerva. Jangan sungkan untuk meminta tolong pada saya lain kali." ucap Pak Mamat menerima pemberian Minerva.


"Oh iya Pak Mamat, ini makan siang anda. Dan titip juga untuk kak Austin. Aku yakin dia pasti belum makan siang." ucap Minerva memberikan dua kotak makanan yang sempat dibelinya tadi di Mall saat menunggu Pak Mamat di pintu Timur Mall.


"Terima kasih banyak, Nona. Kalau begitu saya permisi dulu." Pak Mamat pun undur diri dari apartemen Minerva.


Minerva kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Ia kembali memeriksa pesan yang masuk dari Jovita.


Jovita


Minerva, kirim alamat ya. Nanti aku jemput. Aku ingin membawamu pulang ke rumah.


^^^Minerva^^^


^^^Green Luxury Apartment Fourth Floor No. 44 B. Ku tunggu kedatanganmu, Jovita.^^^


Setelah membalas pesan dari Jovita, Minerva pun tertidur karena tubuhnya benar-benar lelah setelah mengelilingi Mall untuk mencari barang yang ia butuhkan.


...πŸ’πŸ’πŸ’...


Pembaca setiaku, mampir yuk ke karya bestie Author. Dijamin ceritanya bagus dan bikin penasaran.


Karya : CovieVy


Judul : CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

__ADS_1



__ADS_2