Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 99 : pulang ke rumah


__ADS_3

Da hari telah berlalu kini Anna sudah di perbolehkan untuk pulang. Gray dan Mommy sudah membereskan Barang-barang sedangkan Anna sedang menggendong Baby Vareel karena Gray tidak mengijinkan Anna untuk melakukan aktivitas terlebih dahulu


" Mom aku seperti Bayi Vareel yang hanya diam dan melihat Mommy beres-beres " keluh Anna


" Sudahlah sayang, Turuti saja kemauan suami mu itu " ucap Mom sambil terkekeh


" Kak Gray sangatlah keterlaluan Mom, padahal aku sudah baik-baik saja bahkan aku sudah bisa loncat-loncat Mom "


" Kak, Aku datang " ucap Papi Arnold


Mom dan Anna langsung menoleh kearah suara


" Kamu sudah datang " ucap Mom kepada papi Anrno


" Dimana istrimu? " Tanya Mom karena tidak melihat ada nya Mami Arnold


" Oh tadi pergi ke kantin dulu kata nya mau beli Ari minum " jawab Papi Arnold


Di kantin Mami Arnold tidak sengaja menubruk ibu Hamil yang sedang jalan-jalan


" Maaf kan Tante Nak " ucap Mami Arnold


" Tidak apa-apa Tante " ucap Nya sambil tersenyum


Mami Arnold sempat mengimbang-ngimbang " Tante rasa pernah ketemu dengan mu Nak, tapi dimana Ya " ucap Mami Arnold


Wanita itu tersenyum " benar kah? Mungkin karena muka saya pasaran jadi Tante mengira orang yang Tante Kenal " ucap Nya


" Kamu bisa saja Nak " ucap Mami Arnold sambil terkekeh


Mami Arnold melihat perut wanita yang di tubruk nya " Apa kamu sedang hamil? "


" Iyah Tante "


" Wah berapa bulan. Apa Tante boleh mengelus nya? "


" Baru jalan delapan bulan Tante, silahkan Tante " Jawab nya


" Tahan via, Mudah-mudahan mami nya Arnold tidak menyadari jika aku adalah wanita yang di bawa ke pesta pernikahan itu " batin Via berusaha untuk setenang mungkin agar mami Arnold tidak curiga kepada dirinya jika Samapi Mamih Arnold mengenali dirinya bisa-bisa Arnold akan mencari dirinya


Mami Arnold mengelus perut buncit, Ada rasa haru ketika Mami Arnold mengelus perut wanita hamil


" Semoga kalian sehat-sehat ya Nak, dan semoga Anakmu juga sehat "


" Amin Tante, kalo begitu Saya permisi dulu soalnya mau mengambil Vitamin " pamit wanita itu


" Iyah silahkan Nak " jawab Mami Arnold yang merasa tidak rela melihat kepergian wanita itu

__ADS_1


Via langsung menyembunyikan tubuhnya ketika merasa sudah agak jauh dari Mami Arnold


" Huh, untung Mami Arnold tidak mengenaliku " Gumam Via


Ya wanita itu adalah Via. Via sedang memeriksakan kandungan nya karena akhir-akhir ini sering merasakan Keram di perutnya, Namun siapa sangka jika dirinya bertemu dengan Mami nya Arnold. Ada rasa takut ketika bertemu dengan Mami Arnold karena Via takut di kenali


" mami sedang apa di sini, Papi mana? " Tanya Arnold yang melihat Mami nya sedang berdiri


" Eh kamu, Papi sudah ke ruangan Anna, tadi mami Beli minum dulu karena haus " jawab Mami


" Yasudah Ayo kita masuk Mih " ajak Arnold kepada Mamih nya


" Halo semua nya.." sapa Mamih Arnold ketika masuk kedalam ruangan Anna


" Dari mana saja? Telat kamu datang semua nya sudah beres " ucap Mommy yang sudah menggendong Baby Vareel


" Hehehe maaf kak, tadi aku beli minum dulu "


" Ya sudah kalo begitu Ayoo kita pulang, kamu bawakan tas milik Anna " pinta Mommy


" Tidak apa-apa Mom, biar sama Anna saja lagian kasian Aunty " Tolak Anna


" Sudah kamu tidak perlu merasa tidak enak begitu, kasih saja sayang " ucap Gray


" Lagian Kamu juga baru melahirkan tidak boleh Bawa yang berat-berat " lanjut Gray


Setalah di setujui oleh Mami Arnold, Gray mendorong Kursi roda yang di duduki Anna


Ting..


Pintu Lift terbuka mereka langsung masuk kedalam Life karena Ruangan Anna di lantai 4.


" Cucu ku Anteng sekali dari tadi tidur " ucap Mom Johana


" Iyah, aku jadi ingin punya yang begini " kata Mami Arnold


" Bukan nya menantu mu sedang hamil? " Tanya Mom Johana


Mom Johana tidak mengetahui soal Tirani yang sedang hamil Dari pria lain karena Mami Arnold belum bercerita


Gray yang melihat Mami Arnold, papi Arnold dan Arnold langsung terdiam m. Gray menyenggol lengan Mommy nya agar diam namun bukan nya diam Mommy Johana malah kesal


" apa-apa sih kamu ini, Maen nyenggol-nyenggol Mommy segala " keluh Mommy


Ting..


" Ayo keluar Mom " Untung pintu Lift kebuka, Gray dan yang lain nya langsung keluar

__ADS_1


" Tuan, saya sudah siapkan Mobil di depan " ucap Max yang sudah menunggu di dekat pintu Life


" Hm.. "


Gray mendorong kursi roda Samapi lobby


" Ayo sayang " Gray memangku Anna untuk masuk kedalam mobil


Mommy yang melihat itu semua hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Putra nya yang terlalu lebay


" Aku bisa sendiri Dad " keluh Anna yang sudah duduk di kursi belakang dengan di temani Mommy


Gray duduk di sebelah Max yang mengemudikan Mobil


Sedangkan Arnold dan kedua orang tua nya masuk kedalam mobil Arnold


Di dalam mobil Arnold Mami hanya diam saja " Mam "


" Mami kenapa? " Tanya Papi


" Mami sedih Pih, Andai saja tirani hamil anak Arnold mungkin Mami tidak akan merasa malu jika bertemu dengan Kak Johana " lirih Mami


" Sudah jangan di pikiran lagian Kak Johana ngomong seperti itu karena dia gak tau'n soal Tirani " kata Papih


Arnold yang sedang menyetir Langsung menunduk lalu menoleh ke belakang


" Maafkan Arnold Mam Pih "


" Kamu tidak salah sayang, Yang salah kita yang sudah memaksa kamu buat menikah dengan tirani. Maafkan kami Nak " ucap Mami yang merasa bersalah kepada putra nya


" sudahlah Mam, semua nya sudah berlalu. Kita lupakan masa lalu dan buat lembaran baru, Arnold hanya minta sama mami dan papi untuk tidak memaksa dalam soal Jodoh untuk Arnold "


Mami mengangguk paham


" Iyah Nak, Mami paham, mami dan papi tidak akan pernah Memaksakan kamu lagi. Cukup Sekali Mami melakukan kesalahan, mami tidak ingin terulang yang kedua kali nya "


" Iyah, papi juga sekarang terserah padamu selama kamu bahagia dan selama wanita itu wanita baik-baik kami akan setuju "


Arnold tersenyum " Terimakasih Mam Pih "


Sedangkan di Mobil Gray. Gray menjelaskan Kepada Mommy soal Arnold dengan Tirani agar Mommy nya tidak melakukan kesalahan lagi seperti tadi


" Mommy tidak menyangka ternyata Wanita yang terlihat polos tapi malah mengecewakan " ucap Mommy merasa miris melihat Nasib adik dan ponakan nya


" Mom mengerti sekarang kenapa tadi Gray menyenggol lengan Mom "


" Iyah, Mom merasa bersalah kepada mereka Gray. Andai saja Mom tau mungkin Mom tidak akan bertanya seperti tadi "

__ADS_1


" Sudah yang penting ke depan nya Mom jangan mengulangi nya lagi " kata Gray memperingati Mom Johana


Mom Johana menganggukkan kepala nya


__ADS_2