
Tirani langsung menoleh ke arah suara itu, Jantung nya sudah dag Dig duh tidak karuan
Anna tersenyum lalu mencium Kedua tangan Papi dan juga Mami " Apa kabar Aunty, Uncle " sapa Anna lembut
" Kabar kami baik sayang, Bagai mana dengan mu dan calon Cucu kita?"
" Kabar kami juga baik Uncle, Aunty, malah sekarang lagi Aktif Aktif nya di dalam " Jawab Anna
" Wah pasti calon anak mu calon pemain bola"
" Ah Uncle bisa saja " Ucap Anna, Anna langsung melihat ke arah Tirani
" Aunty, Ini siapa? " Tanya Anna
" Ah, Aunty sampe lupa memperkenalkan Tirani kepada mu, Tirani sini sayang "
Tirani langsung mendekat ke arah Mami dan juga Anna " Anna ini tirani, Tirani Ini Anna Istri nya Gray kakak ipar sepupu mu " Ucap Mam memperkenalkan tirani kepada Anna
Anna tersenyum ramah lalu mengulurkan tangan nya " Anna "
" Tirani " Jawab Tirani membalas uluran tangan Anna
"Oh Kak Anna sudah menikah, aku pikir kak Anna belum menikah, lalu kenapa Kak Arnold masih menyukai kak Anna jika Kak anna adalah kakak sepupu Ipar nya, dan apa kak Anna sengaja menikah dengan sepupu kak Arnold hanya untuk menyakiti Hati kak Arnold, makanya Samapi saat ini kak Arnold belom bisa melupakan kak Anna " Batin Tirani curiga
" Wah cantik ya, dan terlihat masih muda " Puji Anna
" Kakak bisa saja " jawab Tirani biasa saja
__ADS_1
Anna mengerutkan kedua kening nya, Anna merasa heran dengan jawaban Tirani yang cuek seperti itu namun Anna menepis pikiran mungkin karena Anna beru kenal saja
" Sayang, aku cari-cari kamu malah di sini " ucap Gray yang baru turun tangga yang langsung duduk di meja makan di pinggir Anna
" habis tadi Daddy lama sekali di kamar mandi sedangkan Perutku sudah mulai keroncongan " ucap Anna mengelus perut buncit nya
" Kamu ini Gimana sih Gray, istri sedang hamil malah di biarkan kelaperan kaya gini " tegur Mom
" Maaf mom, Aku tidak tau jika istriku sudah kelaperan kan Mom juga tadi liat jika istriku ini makan sangat banyak sekali "
" Lain kali jangan begitu lagi, ayo makan " Ucap Mom
Anna mengisi piring Gray dengan lauk pauk yang lain nya " Makan lah Dad " ucap Anna
" Terimakasih sayang " Jawab Gray
" Tirani, jika kamu sudah menikah dengan Gray kamu harus meniru Anna, sebelum kamu makan layani dulu suami mu ya " Ucap Mami memberitahu
" Apa Arnold tidak ikut kemari, padahal aku sudah lama tidak bertemu dengan nya " ucap Anna ceplos begitu saja
" Tidak, saat ini kak Arnold sedang sibuk dengan kegiatan nya " jawab Tirani langsung tanpa menoleh ke arah Anna
" oh " Anna hanya ber oh ria
Semua itu tidak luput dari perhatian Gray, Gray merasa ada yang salah dengan tirani, Perasaan kemarin Gray membaca laporan dari Anak buah nya jika Tirani ini adalah, Gadis yang baik dan juga lugu tapi kenapa sekarang malah ke balikan nya.
" Anna, Jika kamu sudah melahirkan apa kamu masih akan menjadi Model?" tanya Mom
__ADS_1
Anna menghentikan aktivitas makan nya " Aku belum tau Mom, tapi Dari sekarang aku sudah mengurangi jadwal kerja ku, aku hanya akan keluar setelah kak Gray pergi kerja Dan akan pulang sebelum Kak Gray pulang " Jawab Anna
" Kenapa begitu kak, bukan nya sebagai seorang istri harus stay di rumah menunggu suami pulang?" tanya Tirani " apa lagi kakak sedang hamil dan akan segera melahirkan apa tidak kasian jika nanti anak kakak sering di tinggal-tinggal begitu, jangan sering di tunggal-tinggal kak nanti anak kakak malah lebih menyayangi Neni nya dari pada kakak sendiri sebagai Ibu kandung nya "
Deg..
Ucapan Tirani menusuk ke Jantung Anna, wajah nya sangat polos tapi kenapa ucapan nya sangat menyakitkan seolah-olah Anna akan membiarkan anak nya begitu saja.
" Tirani " Tegur Papi
" Maaf kan aku pih " Lirih Tirani " , maafkan aku kak Anna, aku tidak bermaksud menyinggung kakak tapi ini hanya pendapat ku saja, tidak baik wanita yang sudah menikah suka keluar rumah. Jika kakak setuju dengan ucapan ku aku minta maaf " ucap Nya
Mood Anna mulai rusak, Anna menghentikan makan nya " Mom, Mami papih, Kak Gray, Aku pamit dulu ya, perutmu agak keram mungkin aku terlalu banyak makan, Maaf ya " Pamit Anna yang langsung pergi meninggalkan meja makan begitu saja
Gray menatap Tirani dengan tajam " Jika kamu tidak suka kepada istriku bilang saja, tidak perlu kau menyindir nya seperti itu, Kau tidak tau bagai mana istriku mengurusku, Jika kau jadi istriku kau pasti tidak akan mampu mengurus semua nya sendiri, Mengurus keperluan ku, mencuci pakaian ku, Memanjakan perut ku dengan masakan nya sendiri, Semua nya istriku yang lakukan bahkan kamar pribadi milik kami pun tidak di perbolehkan di masuki oleh pelayan karena istri ku lebih suka membersihkan kamar milik kami sendiri, dan satu lagi bahkan dia tidak pernah mengeluh lelah ketika aku memintanya untuk melayaniku di atas kasur " ucap Gray menatap tajam kepada Tirani lalu pergi meninggalkan meja makan
Tirani Marasa takut ketika melihat Kemarahan Gray namun sekuat mungkin tirani menhan nya dan menepis setiap ucapan Gray " Mana mungkin seorang model mampu melakukan itu semua apa lagi kak Anna model papan atas, pasti itu semua hanya omong kosong untuk membela kak Anna " batin Tirani
Mami papi dan Mom saling pandang, mereka heran kenapa tiba-tiba Tirani berubah begitu saja padahal Tirani yang Meraka kenal gadis yang lugu dan juga tidak banyak bicara
" Aunty, Mam, Pih, Maafkan Tirani karena Tirani sudah lancang berbicara seperti itu, Tirani menyesal " Lirih Tirani bohong
Entah apa maksud dan tujuan Tirani berkasta sepedas itu kepada Anna, Yang jelas Tirani hanya ingin mempertahan kan Arnold dan membalas rasa sakit Arnold kepada Anna.
" Sudah lah, ayo makan lagi " Ucap Mom
di meja makan yang awal nya ada candaan dan obrolan kini berubah menjadi hening tanpa ada suara hanya ada dentingan sendok yang terdengar
__ADS_1
Di kamar anna sedang menangis sesegukkan karena merasa hati nya di tusuk oleh belati " Dad hiks, apa aku belom menjadi istri yang baik untukmu? Dan apa aku sudah durhaka kepadamu karena aku masih mengambil pekerjaan di luar hiks "
Gray memeluk Anna " Jangan dengar kan ucapan wanita ingusan itu, apa yang dia tau soal pernikahan sayang, Kamu wanita kuat kamu juga istri yang selalu berbakti kepada ku, kamu tidak pernah mengabaikan tugas mu sebagi seorang istri, aku justru bangga kepada mu karena telah memiliki istri yang serba bisa sepeti mu "