Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 35 : Mendadak sembuh


__ADS_3

Gray yang mendapatkan kabar dari Widia tentang kondisi Anna ia langsung terbang ke Negara Y karena Khawatir dengan keadaan Anna saat ini " Max, Ini karena mu, coba saja jika aku tidak menerima saran mu mungkin Anna tidak akan sakit seperti ini " keluh Gray yang sudah berada di Pesawat


" Maafkan saya Tuan " Jawab Max menunduk


Gray membuka handphone nya dan melihat Banyak sekali pesan yang di kirim oleh Anna bahkan ada beberapa panggilan yang tidak terjawab oleh Gray Bukan hanya itu, Anna juga mengirimkan Foto dirinya yang sedang terbaring lemas di atas tempat tidur.


" Max ini salah mu " Ucap Gray yang menyalahkan Max


" Baik Tuan " jawab Max pasrah karena Ucapan Bos akan selalu benar


~ Di rumah Anna


Anna yang masih terbaring lemas bahkan hari ini dirinya tidak bisa datang ke acara Stasiun Tv karena Tubuhnya yang sedang tidak sehat " Anna makan lah dulu " Ucap Catlin memberikan satu mangkuk bubur


" Aku tidak lapar " jawab Anna


" apa karena kamu sedang putus cinta jadi kamu seperti ini " Keluh Catlin


" makan tuh cinta, kata orang jatuh cinta bisa membuat kita bahagia tapi mana buktinya malah Pisik dan hati nya juga ikut sakit " Sindir Widia


plak..


Catlin memukul lengan Widia dengan pelan " Huuuaaaaaaaa... Maafkan aku Hiks "


catlin mencabik-cabik bibirnya " sudah ah, terserah kamu saja mau makan atau tidak aku pusing mendengar tangisan mu, kamu sedari tadi hanya menangis dan menangis " kesal Widia


" kamu mau makan apa tidak? kalo tidak biar aku saja yang makan " Ucap Catlin memakan bubur yang sedang di pegang nya " Enak " gumam Catlin


." pasti enak lah orang itu bubur buatan ku " Jawab Widia dengan sombong nya


Catlin tidak menghiraukan ucapan Widia dia malah menikmati makanan nya sendiri


" Makanya kalo cinta itu ungkapkan bukan di pendam jadi nya begini kan " Ledek Catlin


" Iyah, seharusnya kamu ungkapin perasaan mu itu jangan menyiksa diri sendiri " Lanjut Widia


" huuuaaaaa Kalina jahat "


" Kita bukan jahat tapi sedang menasehati mu" ucap catlin mengambil air minum yang tadi di bawa nya

__ADS_1


" Hiks, lalu aku sekarang harus apa? Dadaku terasa sakit sekali ketika Kak Gray tidak membalas pesan yang aku kirim bahkan kak Gray tidak membaca nya Hiks " Entah sudah berapa lama Anna menangis di atas tempat tidur bahkan tisu sudah berserak kan di bawah lantai


Widia dan Catlin saling pandang dan membuang napas nya " lalu apa yang akan kamu lakukan jika kak Gray tiba-tiba datang ke mari?" Tanya Catlin


Anna menatap Catlin " aku akan memeluknya, Mencium nya dan aku tidak akan membiarkan kak Gray pergi lagi, akan aku kurung kak Gray di dalam kamar " Jawab Anna


" kalo begitu lakukan lah " Ucap Gray yang tiba-tiba datang dan berdiri di hadapan Anna


Anna mengusap air mata nya lalu berlari ke arah Gray dengan kaki yang lemas " hiks. " Anna memeluk Gray dengan lekat


Widia dan Catlin saling pandang dan meninggalkan Anna dan juga Gray di dalam kamar seperti nya mereka butuh bicara


Gray menatap Anna dan menghapus air mata nya " kata nya kamu akan mengurung ku dan akan mencium ku " Ledek Gray


Anna memukul dada Gray dengan pelan karena memang Anna sangat lemas saat ini " love you kak " Ucap Anna yang langsung menahan tengkuk Gray dan menc_m Gray dengan penuh semangat


Gray tidak menyia-nyiakan kesempatan nya, Gray juga ikut membalas Ciu_n Anna dan memperdalam.


- Skip-


Catlin Widia dan juga Max sedang duduk di sopa sambil menonton Film " Hai muka triplek, Tolong ambilkan bantal yang ada di pinggir mu dong " Ucap Widia kepada Max


" apa kamu memanggil ku?" Tanya Max sambil menunjuk dirinya sendiri


" kau pikir " Kata Widia kesal


" oh, aku pikir Tadi bukan kepadaku makanya aku hanya diam " Jawab Max


Catlin yang melihat Widia dan Max merasa heran " kalian ini kenapa sih, tiap ketemu pasti ribut terus, Nanti Kalo jodoh baru tau rasa " ledek Catlin


" Cih, Amit-amit " ucap Widia


" Kau pikir aku mau? Jika di dunia ini hanya tinggal dirimu lebih baik aku menjadi Lelaki bujang lapuk " lanjut Max


" kau!"


" Sudah-sudah, kalian jangan ribut terus, lagian apa kalian tidak sadar bahwa sikap kalian itu sama, dari awal saja kalian jaim eh tau nya sama-sama bawel " Celetuk Catlin


"Tidak!!!" Ucap kedua nya

__ADS_1


" Tuh kan, Apa ku bilang kalian itu jodoh "


Widia langsung pergi meninggalkan ruang tv, sedangkan Max dia pergi ke dapur untuk mencari Minum


Catlin melihat tingkah mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya " dasar yang satu muka triplek dan yang satu nya lagi Cerewet, sudah deh menang kalian cocok " Gunma Catlin " Jika kalian Samapi menikah maka aku akan menemui orang yang selama ini aku hindari" Celetuk Catlin tidak sadar


Di dapur Max meminum air dingin karena merasa gerah " huh, wanita itu benar-benar menyebalkan " Gerutu Max


Beda halnya dengan Widia yang wajahnya memerah karena menahan kesal " Mana mungkin dia menjadi jodoh ku, Jika aku menikah dengan nya bagai mana anakku nanti " Gunma Widia


" aaaaahhhh," Widia mengucek-ucek rambutnya karena kesal " Awas saja muka triplek akan aku balas kamu "


Di kamar Anna, Gray memeluk Anna di atas tempat tidur " Kenapa kamu bisa sakit Hem " tanya Gray


Anna menunduk " Mungkin karena Aku merindukan kakak" Lirih Anna


Gray tersenyum " aku tidak meninggalkan mu, Tapi aku memberimu waktu untuk berfikir " jawab Gray


" heum "


Keruk..kruk..keruk...


" Perut siapa itu "


Wajah Anna sudah memerah karena tidak sengaja cacing yang ada di dalam perut Anna berbunyi " Maaf, aku laper " jawab Anna ingin pergi dari pelukan Gray namun di tahan oleh Gray


" Diam lah di sini, Biar aku yang turun untuk mengambil makanan untukmu " ucap Gray mengecup kening Anna


Anna mengangguk mengerti dengan wajah yang malu-malu karena melihat Gray yang tidak memaki Kemeja nya hanya menggunakan Celana bokser " Kak " panggil Anna


" Apa sayang, apa sekarang kamu tidak ingin jauh dari ku?" Goda Gray


" Bukan ih kakak, Tapi itu tu" Tunjuk Anna ke arah Bawah Gray


Gray bukan nya menutup ia malah mendekat ke arah Anna " Apa kamu ingin merasakan nya?" Goda Gray di telinga Anna


Mata Anna membulat sempurna mendengar ucapan Gray " Jangan aneh-aneh kak " Rengek Anna


Gray tersenyum dan menarik tangan Anna dan menaruh di adik kecil nya " Bagai mana?" Gray langsung meninggalkan anna di atas tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2