
Gray keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Handuk yang melilit di pinggangnya. Gray berjalan kearah sang istri yang sudah menunggunya sedari tadi.
Gray merayap di atas Tub_h Anna dengan tangan yang mengelus pa_a mulus sang istri dan merobek Segitiga yang menutupi hutan rimba begitu saja, Kain tipis yang mudah di robek membuat Gray tidak sulit untuk merobek nya.
" Malam ini kamu hanya milikku " Bisik Gray di telinga Anna
" Maka gunakanlah malam ini sebaik mungkin " Jawab Anna sambil tersenyum manis
" Kamu menantang ku sayang "
Anna Terkekeh tidak mampu menjawab lagi ketika Gray bermain di gunung kembar dan menggigit ceri Merah milik Anna.
Gray langsung melancarkan Aksinya, Jari-jari yang sudah nakal ke sana kemari membuat Anna mend_h kenik_n
" Aaahhhh....."
Gray tidak memberikan celah sedikitpun kepada Sang istri, Anna benar-benar di kunci di bawah kung-kungan tubuh Gray
#Skip
Malam ini benar-benar di gunakan dengan sebaik mungkin oleh Gray, Bahkan Gray tidak membiarkan Anna untuk istirahat
__ADS_1
Jam Tiga Pagi Barulah Anna memejamkan mata nya dengan Tubuh yang di tutup oleh selimut
Gray yang baru beres dari kamar mandi langsung membaringkan tubuhnya di samping Anna dan memeluknya.
~Pagi hari
Pagi di Paviliun Tirani sudah mendesah frustasi Karen dirinya tidak di perbolehkan untuk masuk ke rumah Utama oleh Para penjaga
" Kalian gila ya, Aku ini Istrinya Kak Arnold!! Kalina berani Menghalangi ku hah!" bentak Tirani di depan wajah Penjaga
" Ini sudah peraturan rumah ini, jika Anda tidak di perbolehkan untuk masuk kedalam rumah utama " Pria tinggi besar itu menatap Tirani dengan tatapan yang membunuh dan tangan yang mencekal Tangan Tirani
Buk..buk.
Sedangkan di Meja makan Arnold dan Max sedang menikmati sarapan mereka berdua, Arnold tidak menanyakan Diaman Gray dan Anna karena sudah bisa ia tebak jika mereka Begadang semaleman maknya mereka belum pada bangun
" Kak, Bagai mana jika kita pergi memancing, hari ini kan Hari libur Kita " Ajak Arnold
" Bukan ide yang buruk, dari pada disini bikin panas telinga " Jawab Max
Arnold tersenyum dan menghabiskan Makanan nya " Oke setelah ini kita pergi ya "
__ADS_1
Max menganggukkan kepala dan menikmati sarapan milik dirinya.
Sesuai rencana Arnold dan Max pergi memancing di salah satu danau yang letaknya tidak jauh dari perdesaan
Arnold duduk di bangku kecil yang tadi ia bawa dari rumah dan melemparkan umpan
" Cuaca nya lumayan dingin ya kak, apa Kita akan mendapatkan ikan ?" Ucap Arnold menggesekkan kedua tangan nya
" Pasti Kita dapat, bukan nya kita memancing bukan karena ingin mendapatkan ikan, melainkan karena ingin merasakan keheningan dan juga melatih kesabaran kita " jawab Max terkekeh
Max dan Arnold mereka sama-sama mempunyai hobi yang sama, Terkadang Arnold lebih banyak bercerita kepada Max dari pada kepada Gray kakak sepupunya, mungkin karena Gray selalu memberikan komentar yang pedas makanya Arnold tidak terlalu menyukai nya
" Kakak benar, Pikiran dan hati ku benar-benar sedang membutuhkan ketenangan "
Max menyunggingkan bibir nya dan menepuk bahu milik Arnold " Aku yakin kamu bisa melewati ini semua "
~ Di rumah
Gray dan Anna baru saja keluar dari kamar nya dan berjalan ke arah meja makan untuk mengisi Perut yang sudah kering
" Dad, mau makan apa?" tanya Anna
__ADS_1
" Itu saja " Tunjuk Gray ke arah Ikan bakar
Anna mengambilkan ikan Bakar untuk sang suami dan menikmati sarapan yang sangat telat ini