Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 48 : ROSA


__ADS_3

Mom Karan langusng Berdiri dan menatap Gray dengan lekat " Kamu tega sama Aunty Gray? Aku ini ibu dari sahabat mu loh " keluh Nya


Gray langusng menekan No Di handphone


Karan : Halo


Gray : Karan, Jika aku mengusir ibu mu dari rumah ku apa kamu akan memusuhiku?


Karan : Terserah mu saja, Bukan nya kemarin aku sudah memberi peringatan kepadamu jangan menerima Mom di rumah mu


Gray Menatap Mom Karan dengan senyuman sinis nya " Apa Aunty dengar itu ?" tanya Gray yang masih belum menutup telpon nya


Sedangkan yang di tatap sudah tidak enak hati bahkan memalingkan wajah nya ke arah lain


Gray : baik kalo gitu, aku matiin dulu


Karan " Ok


Tut..


Mom Johana dan Mami Arnold hanya bisa diam saja jika Gray sudah bersuara karena mereka tau bagai mana supaya Gray jika sudah marah apa lagi merendahkan orang yang di sayangi nya


" Aunty, tidak lupa kan pintu keluar dari rumah ini di mana ?" Ucap Gray " Oh dan satu lagi, tidak perlu datang di acara pernikahan ku jika hanya akan membuat keributan, karena tanpa Aunty, pernikahan ku sudah pasti berjalan lancar " Gray langsung meninggalkan Ruang tv dengan wajah yang masih kesal menahan emosi


Setelah kepergian Gray, Mom Johana dan Mom Arnold masih duduk dan merapihkan Berlian yang akan di berikan kepada Anna tanpa menghiraukan Mom Karan


" Lihat tuh Anak mu, Percuma sekolah tinggi tapi tidak bisa menghargai Orang tua " sindir nya


" Gray tidak akan berlaku seperti jika kamu bisa menghargai orang lain " Jawab Mami Arnold dingin

__ADS_1


" Dan, pintu keluar nya dari sana, maaf aku tidak bisa mengantar karena aku takut Anakku marah kepadaku " Lanjut Mom Johana yang sudah kesal kepadanya, apa lagi ketika Mom Karan membanding-bandingkan Anna dengan Noni yang kata nya calon menantu idaman sudah cantik kaya dari lahir.


" kalian!" kesal Mom Karan menghentakkan kaki nya lalu pergi meninggalkan rumah Gray


" Dasar wanita gak tau diri, apa dia lupa Jika dulu Ibunya hanya tukang Kue basah keliling, Untung saja ada Duda kaya beranjak satu yang mau menikahi nya, coba kalo tidak mungkin saat ini dirinya masih jadi tukang kue basah " sindir Mami Arnold


" Hus, sudah, tidak baik ngomongin orang lain, lagian Orang nya juga sudah pergi " tegur Mom Johana


~ Kisah ibu Karan


Rosa adalah anak dari penjual kue basah keliling setiap hari Rosa akan membantu Ibu nya untuk berjualan sambil mendorong gerobak, Nasib baik telah berpihak kepadanya


Ketika Rosa bertemu dengan seorang anak laki-laki yang sedang menangis di taman kira-kira usia nya baru Dua tahun " Dek, kenapa menangis Dan di mana Kedua orang tua mu?" tanya Rosa berjongkok di depan anak laki-laki itu sambil celingak celinguk mencari keberadaan orang tau anak ini


Karan kecil hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan dari Rosa, Karena merasa kasian Rosa menggendong Karan kecil dan membawa Karan ke Pos kompleks


" Pak " panggil Rosa


" Saya juga tidak tau pak, bapak kan penjaga kompleks ini pasti bapak tau ini anak siapa karena dari tadi aku menanyakan orang tau nya dia gak mau jawab " Ucap Rosa sambil mengelus kepala Karan


" Sebentar " Ucap Pak satpam itu mencari informasi dari teman yang sudah bekerja lama dari pada dirinya


" Jangan nangis ya Adik manis " ucap Rosa mengelus pipi caby milik Karan


Karan kecil menatap Rosa dengan lekat bahan Karan sampai tertidur di pelukan Rosa, Tangan Karan yang masih memegangi tubuh Rosa seakan Karan takut kehilangan Rosa


Tak lama kemudian Datanglah seorang laki-laki Gagah dan tampak sangat tampan namun usai nya bisa di bilang sudah lebih dewasa dari Rosa, Pria bule bermata biru dengan rambut yang pirang langusng mendekat ke arah Rosa


" Karan " Panggil nya sambil berjalan ke arah Rosa

__ADS_1


" Anak Daddy " Ucap Baron ingin mengambil Karan dari Rosa


Rosa mengerutkan kening nya dan mendekap Karan kecil " Maaf tua, Tuan siapa?" tanya Rosa


" Saya Daddy nya " jawab Baron


" Benar kah, tuan Daddy nya ?" tanya ulang Rosa karena takut memberikan Karan ke salah orang


Baron mengambil dompet dan mengeluarkan Foto Karan " Ini lihat, Dengan ini kamu akan percaya jika aku adalah Daddy nya " ucap Baron


Rosa mengambil foto dan melihat dengan jeli lalu memberikan foto tersebut kepada Baron " Maaf, saja hanya takut Anada penculik " ucap Rosa sambil menunduk


" Tidak masalah, Seharusnya saya yang minta maaf karena telah teledor mengurus Anak saya " Ucap Baron


Dari hari itu, Baron dan Rosa semakin dekat bahkan Karan kecil meminta Sang Daddy untuk menikahi Rosa agar menjadi Mommy nya.


Demi sang putra Baron telah menikahi Rosa, Rosa yang terlihat menyayangi Karan membuat Baron tidak salah pilih orang untuk menjadikan Rosa sebagai Mommy Pengganti untuk Karan, Namun setelah Tiga Tahun menikah, Baron telah pulang ke pangkuan sang kuasa karena penyakit jantung yang di derita nya selama ini


Setelah kepergian Baron, Rosa telah berubah menjadi Rosa yang matre dan Rosa yang gila harta, Yang dulu lugu Kini berubah menjadi Wanita yang gila sanjungan, Namun dengan begitu Rosa masih menyayangi Karan seperti anak nya sendiri karena Rosa telah di Vonis tidak bisa memiliki seorang anak karena rahim nya yang di angkat karena penyakit.


Karan belum tau jika Rosa adalah Bukan ibu kandung nya karena tidak ada yang memberitahu kan dirinya, Hanya Mom Johana dan Mami Arnold yang tau siapa Rosa sebenarnya.


~ Balik ke cerita


" Bagai mana perasaan Karan jika tau kalo Rosa bukan Ibu kandung nya " ucap Mami Arnold


" Entah lah, Kita bukan keluarga nya jadi tidak perlu ikut campur urusan Rosa lagian selama ini Rosa menyayangi Karan sepeti anak nya sendiri " Jawab Mom Johana " kecuali jika Rosa sudah keterlaluan baru kita turun tangan " lanjut Mom Johana


" Heum, baik lah, aku merasa kasihan kepada anak itu karena hidup nya terus di tekan oleh Rosa " Mami Arnold merasa kasian kepada Karan yang selama ini hidup nya terus di tekan oleh Rosa apa lagi ketika mendengar Dari Gray kalo Rosa telah memisahkan Karan dari Catlin yang saat ini sedang mengandung, Rasa nya sangat geram ketika mendengar Cerita itu dari Gray.

__ADS_1


" Jika ngomong kasihan, aku pun sama merasa kasian kepada nya apa lagi aku sudah menganggap Karan sebagai putra ku sendiri " Jawab Mom Johana


Mami Arnold menggelikan napas nya lalu melanjutkan aktivitas nya.


__ADS_2