
Sontak saja semua orang melihat kearah Anna yang sedang duduk di samping Arnold " Apa ini, apa Gray tau.?" tanya Anna kepada para sahabat nya
" Maafkan aku, aku ingin kamu hidup bahagia tanpa harus Terluka " Ucap Arnold meminta maaf
Gray berjalan kearah Anna dan menepis tangan Celina yang memohon dan menangis di atas Altar. Gray melihat Anna yang sudah bersiap untuk pergi Namun bingung harus lewat mana karena Orang-orang menatap dirinya
Karena tidak ada jalan Akhir Anna berdiam diri dan menatap Gray. Gray dan Anna saling menatap sekian detik dan akhirnya Gray berjalan dan memeluk Anna dengan Lekat
Anna membalas pelukan Gray, Air mata Anna sudah tidak bisa di bendung lagi, bahkan Anna menangis di pelukan Grey
Orang-orang sangat terharu melihat Anna dan Gray saling berpelukan dan saling menumpahkan air mata mereka " Semoga kamu bahagia " Ucap Widia memeluk Catlin
" Doa kita selalu yang terbaik untuk Anna dan Gray "
Mom Johana ikut terharu melihat Anna dan juga Gray " Maafkan Mom yang sudah salah menilai orang " Ucap Mom Johana
Mam Mona mendekat kearah Kakak Iparnya " Semua sudah terjadi kak, Sekarang biarkan mereka memilih jalan nya sendiri "
" Iyah kak, Jadikan ini semua menjadi pelajaran Untuk kita para orang tua, Tidak boleh memaksa Keinginan sang anak " Lanjut Ibram
Mom Johana mengangguk " Iyah, Cukup sekali aku membuat anakku menderita "
Gray membawa Anna ke ke balkon Aula " Kak " Ucap Anna yang merasa Tidak enak karena di lihat banyak Orang
__ADS_1
Gray bukan nya menjawab, ia malah memeluk Anna kembali " Kenapa Kamu tidak bilang sejak awal bahwa kamu yang sudah mendonorkan Ginjal untukku "
Anna melepaskan pelukan Gray " Karena aku tidak ingin membuat kakak merasa Bersalah " Lirih Anna " Lagian kakak sudah bagian dengan kak Celina, lalu aku bisa Apa.?" Lanjut Anna
" Itu bukan sebuah jawaban Aleta " Gray mendekap wajah Anna " Sedikit pun aku tidak pernah mencintai Celina, Aku hanya merasa Bersalah kepadanya karena Celina telah memberikan Donor untukku, Dari awal aku sudah mencintaimu, Ketika aku sadar waktu itu yang aku cari adalah kamu bukan orang lain, Lalu kamu waktu itu kemana." Tanya Gray
Anna menatap Gray " Kamu tidak berniat untuk berpamitan kepadaku, bahkan kamu pergi begitu saja dengan Luka yang aku berikan kepadamu "
" Waktu itu, Aku tidak berniat untuk meninggalkan kakak, Seusai aku sadar dari Operasi Aku mendapatkan kabar bahwa kedua orang Tuaku telah meninggal karena kecelakaan " Ucap Anna " Mau tidak mau, aku harus segara pergi untuk memastikan kabar tersebut dengan menahan rasa sakit di perutku "
Gray langsung memeluk Anna, Ia tidak menyangka jika saat itu adalah hari terpahit untuk wanita nya " Setelah aku dari pemakaman, Aku sempat kembali ke rumah sakit tapi Ketika aku Samapi di sana, Celina sudah menggantikan posisiku, Aku bisa apa saat itu " Anna menatap Gray " Aku tidak peduli jika Celina mengambil Posisiku yang terpenting Kamu sudah selamat Dan sehat kembali "
" Tapi dengan begitu, kamu telah membuat Aku dan yang lain berfikiran buruk tentang mu "
Anna tersenyum " Kebaikan itu tidak bagus jika di umbar, Lebih baik kalian Berfikiran buruk kepada ku dari pada Kalian merasa kasian melihat ku " Jawab Anna. Anna memegang perut nya karena tiba-tiba perutnya terasa sakit
" Aku tidak apa-apa, ini hanya hal bisa yang sering aku rasakan " jawab Anna
" Tidak, Kita harus ke dokter sekarang " Ajak Gray
Anna menggelengkan kepalanya " Aku tidak apa-apa sungguh, ini hanya hal biasa ko kakak jangan khawatir ya "
Gray meraih tangan Anna " Mulai saat ini, aku akan selalu ada untukmu, bahkan Mulai saat ini aku yang akan selalu melindungi mu, Aku sangat mencintaimu Aleta sungguh " Gray mencium punggung tangan Anna
__ADS_1
Entah harus bahagia atau harus sedih Perasaan Anna sungguh tidak karuan, Anna merasa bahagia karena ternyata Cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan tapi Anna juga merasa telah menjadi wanita jahat karena sudah menggagalkan pernikahan wanita lain " Anna, Mari kita memulai semua nya dari awal, mari kita rajut kembali Cinta kita " Ucap Gray
" Aku tidak bisa " Jawab Anna
" Kenapa.?"
" karena aku telah mengecewakan hati perempuan lain " jawab Anna melepaskan tangannya dari Gray
Gray tau, apa yang sedang di rasakan Anna sekarang, Gray tidak ingin Egois " Jika itu jawaban mu, maka aku akan selalu menunggumu Sampai kamu siap untuk menjadi pendampingku, karena aku tidak akan pernah mau dengan wanita lain selain dirimu " Ucap Gray memeluk Anna dan mencium kening Anna " Tapi jangan tutup hatimu untukku dan biarkan aku selalu ada di sampingmu " lanjut Gray. Anna menganggukkan kepalanya
~ Di tempat lain
Celina sedang ngamuk kepada kedua orang tua nya " Andai saja waktu itu mam dan dad mengurus semua nya sampai tuntas mungkin kejadian nya tidak akan seperti saat ini, aku pasti sudah menikah dengan Gray dan hidup di dalam kemewahan!!" teriak Celina di depan Orang tua nya
Plak..
Daddy Celina menampar Celina dengan keras " Apa kau pikir, hanya kau saja yang gagal menikmati Kemewahan itu bahkan perusahaan pun akan terancam bangkrut karena maslaah ini, jangan kau pikir Daddy tidak berusaha untuk menyatukan kamu dengan Gray. apa kau Pikir waktu itu keberuntungan mu hah!! itu semua ada campur tangan ku " Ucap Daddy sambil menunjuk kearah Celina
Celina yang masih memegang Pipi nya karena merasa kebas " Sudah-sudah kalian ini malah ribut, kalian pikir Mam di sini tidak terseret hah! bahkan Mom sudah membantumu dengan menyewa beberapa orang Untuk melancarkan Rencana kita " kesal Mam kepada Suami dan juga Anak nya " Jika sudah seperti ini, kita harus bagai mana lagi, padahal tinggal selangkah lagi kita masuk ke kalangan orang kaya " Gerutu Mam sambil memegangi pinggang nya
" Kalian pikiran saja, aku capek " ucap Dad yang langsung pergi meninggalkan anak dan istri nya
Celina langsung berdiri menghampiri Mam nya " Mam bagai mana ini, Aku gak mau jika harus berpisah dengan Gray hiks.." Celina menangis sambil bergelayut di tangan Mam
__ADS_1
Mam menepis tangan Celina " Berhentilah menangis kau sangat berisik, jika kamu masih ingin bernama nya seharusnya kemarin-kemarin kamu bisa mendapatkan hati nya, bukan nya asik dengan menghamburkan uang yang di berikan oleh Johana " sebal Mam " Kalian bertunangan sudah hampir lebih 7 tahun tapi mana hasilnya dia malah tetap menyukai gadis kampung itu " Herdik Mam
" Aku sudah berusaha Mam, bahkan aku sudah berapa kali mencoba untuk menjebak nya tapi apa, Dia terlalu pintar untuk aku jebak " kesal Celina.