
Setelah memakan makanan nya Anna langsung pergi ke kamar untuk menyusul sang suami
'' Dad '' Panggil Anna, karena tidak melihat keberadaan sang suami Anna mencari ke arah balkon, benar saja jika Gray sedang berada di sana dengan sebatang rokok
Anna berjalan ke arah sang suami lalu duduk di pangkuan sambil melingkarkan tangan nya di leher sang suami
'' Sayang kenapa kamu di sini? '' Tanya Gray yang langsung mematikan rokok nya karena takut asap nya terhisap oleh Anna
Anna menyenderkan kepalanya di dada bidang milik sang suami '' Dad ''
'' Iyah sayang '' Jawab Gray
'' Kenapa aku merasa jika Tirani sedang mencari perhatian mu '' Lirih Anna sambil memainkan bub\lu dada milik sang suami karena saat ini Gray tidak menggunakan pakaian
'' Benarkah? ''
Anna mengangguk
Gray terkekeh baru kali ini dirinya melihat sang istri yang cemburu '' Aku tidak akan pernah tergoda dengan wanita yang seperti itu sayang, dia bukan tandingan mu, kamu jauh di ats nya '' Jawab Gray
'' Benarkah? ''
'' Iya Sayang ''
Seulas senyum terbit di bibir Anna '' Karena kamu sudah memujiku maka aku akan memberikan servis yang baik untukmu '' Bisik Anna di telinga Gray
Tidak menunggu lama Anna melancarkan aksinya di sana, terjadilah pergaulan panas di balkon.
Skip
Tirani Masuk kedalam kamar nya iya melihat baju Arnold yang bersimpah ruah di atas lantai '' Apa-apaan ini '' Keluh Tirani sambil mengambilkan pakaian kotor itu
Ceklek..
Arnold keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya
" Mana pakaian ganti ku ?" tanya Arnold melirik ke agan Tirani
" Aku bukan babu mu, kamu cari saja sendiri " Jawab Tirani yang langsung pergi keluar kamar
" Dasar jala_g " Kesal Arnold. Arnold langsung masuk keruang ganti dan memakai pakaian santai nya
Sedangkan Tirani dia malah kembali duduk di meja makan dan memakan apa yang ada di atas meja makan
Widia dan Max saling pandang " Kenapa kau rakus sekali seperti orang hamil saja " Tegur Widia
Deg..
__ADS_1
Tirani langsung menghentikan makan nya " tidak mungkin aku hamil, aku melakukan nya dengan kak Arnold baru kemarin dan itu hanya satu kali " batin Tirani
Widia yang melihat Tirani terkejut seperti ada yang di sembunyikan. Widia melirik ke agan Max namun yang di lirik malah asik dengan Laptop nya
" kakak jangan nuduh sembarangan " Keluh Tirani
" kenapa aku harus menuduh, dan kenapa kamu harus takut jika Hamil toh itu anak nya Arnold " Ucap Widia
" Apa jangan-jangan...."
" Stop ya kak, jangan nuduh orang sembarangan apa lagi tidak ada bukti " Kesal Tirani yang langsung pergi meninggalkan meja makan
" Kenapa dia harus semarah itu jika tidak merasa " Widia mencabik bibirnya dan memakan memakan ramen
Max yang melihat itu tersenyum simpul, Max baru Saja dapat laporan dari anak bawah nya soal tirani. laporan yang dulu di berikan kepada Gray ternyata itu hasil palsu dan sekarang baru Barulah yang asli
" Tuan pasti terkejut dengan apa yang aku temukan " Batin Max membaca laporan di laptop nya
plak..
Widia memukul lengan Max " Kenapa kamu senyum-senyum tidak jelas begitu " keluh Widia
" Apa kau sedang menertawakan ku hah!!" kesal nya
" Kamu itu tidak jelas sekali, orang lagi fokus dengan Laptop. Apa kamu ingin Aku tatap sambil memberikan senyuman terbaikku ?" Goda Max
" Kau gila " Widia bangkit dari duduk nya dan pergi ke tempat lain
Max yang melihat kepergian Widia hanya tersenyum simpul dan menggelengkan kepalanya
Sedangkan saat ini Tirani sedang merasa was-was karena takut dengan apa yang di ucapkan Oleh Widia itu menjadi ke nyatana
" Tidak, ini tidak boleh terjadi. kalo pun ia aku harus membuang nya secepat mungkin aku tidak ingin memiliki anak dari pria brengsek itu " Gumam Tirani sambil menggigit kuku nya
" Siapa pria brengsek yang kau maksud hah!!"
Kedua bola mata Tirani membulat ketika mendengar Sura itu " kak Arnold "
" Kenapa kau kaget, karena ada aku di sini?" tanya Arnold yang sedang meminum minuman kaleng yang kadar alkohol nya masih di bilang rendah
" Ah tidak, kenapa harus kaget. lagian kenapa Kak Arnold di sini ?" tanya Tirani menunjukan senyuman manis nya
Arnold tersenyum sinis " Ini rumah kakak ku, jadi terserah ku mau diam dimana saja " jawab Arnold
" kau belum menjawab pertanyaan ku, siapa pria brengsek itu?" Tanya Arnold yang seakan ingin tau, Tadi tidak terdengar jelas ucapan Tirani yang terdengar oleh Arnold hanya pria brengsek saja
" Tidak ada kak " Elak Tirani yang duduk di samping Arnold
__ADS_1
" cih.. terserah kau saja lagian tidak penting untukku " ucap Arnold
" Tapi awas saja jika kau, Samapi mencemarkan nava baik keluarga ku, maka siap-siap lah hidup mu hancur " Ancam Arnold yang langsung pergi meninggalkan Tirani sendirian
Tirani menatap Punggung Arnold yang semakin menjauh " Sial, kenapa semua nya jadi sepeti ini, Aku harus segera periksa ke dokter dan mematikan nya " Gumam Tirani
Arnold berjalan ke meja makan karena Max masih ada di sana " Sedang apa kak ?" tanya Arnold kepada Max
" Apa tuan ingin saya temani minum ?" tanya Max tiba-tiba
" boleh " jawab Arnold
" biar aku saja yang mengambil nya kak " ucap Arnold mencegah Max beridiri
" Terimakasih Tuan " Kata Max
Arnold mengambil satu botol minuman dan dua gelas " Kita minum di belakang saja kak, biar adem " Ajak Arnold
" Baik Tuan " Jawab Max mengikuti Arnold
Di sinilah mereka berada di taman yang cukup sejuk apa lagi hari sudah mulai malam " Bagai mana dengan hari pertama kerja ?" tanya Max
Arnold menyangkan minuman ke dalam gelas " Lumayan berat kak, mungkin karena hari pertama " Jawab Arnold sambil minum dan merasakan Rasa dari minuman nya
" Ini cukup keras juga " Ucap Arnold sambil menggoyang-goyangkan Gelas nya
Max terkekeh melihat Arnold " Ini Minuman keluaran tahun 1950, Sudah pasti akan sangat kuat " jawab Max yang melihat tahun yang tertera di sana
" Hahaha kau benar kak "
" Apa ada masalah dengan rumah tangga mu?" tanya Max
Arnold menatap Max " Kakak tau sendiri bukan jika aku menikah karena perjodohan bukan pilihanku sendiri "
" Lalu?"
Arnold tersenyum simpul " Kakak tau jika dia sudah.. "
" sudah tidak perawan?" tebak Max
" Kenapa kakak tau, jangan-jangan "
" Ngaco kau ini, aku baru mendapatkan laporan dari anak buah ku, Jujur saja aku sangat kaget ketika mendapatkan laporan itu "
" jadi kakak menyelidiki Latar belakang dia?" tanya Arnold
" Tuan Gray yang menyuruh saya untuk mencari latar belakang Nona Tirani, karena Tuan Gray rasa ada yang aneh dengan nya. wajah nya terlihat polos dan manja tapi sikap nya terkadang berbeda " Jawab Max jujur
__ADS_1