
Pagi ini Anna keluar dari kamar karena Anna merasa sudah baik-baik saja bahkan sudah sehat, Anna berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan dengan di bantu Pelayan " Mari kita masak " ucap Anna setelah bahan-bahan sudah terkumpul semua nya dan senyum Anna terus mengembang karena teringat dengan yang semalam ketika Gray mau pulang dan mencium kening nya
" Wah ada angin apa nih, Tuan putri masuk ke dapur.?" Tanya Widia sambil duduk di kursi
" Is, kakak " Ucap Anna yang sedang memasak " Kakak, Tumben sesudah bangun, Biasanya kakak akan bangun siang.?" tanya Anna
" Aku bangun karena takut dapur ke Bakaran" jawab Widia asal sambil terkekeh. bagai mana tidak baru kali ini Widia melihat Anna masuk ke dapur selam ini Anna paling anti masuk dapur karena tidak bisa memakan apa yang ingin ia makan
" Tenang saja, dapur ini tidak akan ke Bakaran karena Gini-gini juga aku bisa menjaga dapur ini agar tegap bersih dan jauh dari ke Bakaran " Anna tersenyum dan merasakan masakan nya sendiri
" iya iya, Kakak percaya apa lagi kalo yang di masak nya untuk lelaki yang kita sayang, pasti bukan hanya sekedar Bumbu " Ledek Widia
Anna tidak menggubris ucapan Widia, Anna malah asik dengan masakan nya
Ting.. nong...
" Tuh, pagi sekali pujaan hati mu sudah datang " Ucap Widia Terkekeh dan langsung membukakan Pintu
Anna menggelengkan kepalanya, Benar saja yang di bilang Widia, ternyata Gray yang datang dengan di Ikuti oleh Max
Gray Berjalan ke arah dapur, Gray melihat Anna yang sedang kerepotan karena ikat rambut Anna yang lepas sedangkan tangan nya sedang sibuk memasak
Gray berjalan dan mendekat ke arah " kak " ucap Anna namun bukan nya di jawab Gray malah langsung membenarkan rambut Anna dan mengikat nya kembali
" masakan mu sangat harum " Bisik Gray di telinga Anna membuat Anna merinding apa lagi Gray bukan nya pergi dia malah memeluk Anna dari belakang dan menaruh dagunya di pundak Anna
" Kakak, aku merasa kesulitan " Protes Anna mendorong tubuh Gray ke belakang
Bukan nya pergi Gray malah semakin mempererat pelukan nya. Beda hal nya dengan Widia dan Max yang merasa menjadi nyamuk di sana, yang awal nya Widia ingin mengambil Vidio namun Widia urungkan karena merasa geli dengan sikap Gray terhadap Anna
__ADS_1
" Seperti nya ini bukan tempat kita " ucap Widia menyenggol lengan Max " Ayo pergi " Max mengangguk dan mengikuti langkah Widia
di sini lah sekarang, Widia dan Max berada di taman kecil yang Anna buat, walaupun kecil namun cukup nyaman jika di pakai untuk bersantai
Setelah satu jam Anna masak dan setelah melewati kesulitan Akhirnya masakan Anna jadi juga, Gray membantu membawakan masakan Anna ke meja makan " ini sangat harum " Ucap Anna
" sudah pasti, kan kita berdua yang masak " ucap Gray
Anna langsung melirik ke arah Gray " Kakak tidak membantu yang ada malah menyulitkan aku dalam memasak " kesal Anna
" Tapi tetap saja " Elak Gray yang langsung duduk di kursi meja makan
Anna menggelengkan kepalanya dan langsung mencari Widia dan Max untuk ikut makan bersama, Setelan siap, mereka pun menikmati makanan yang di buat Anna " Baru kali ini aku merasakan makanan yang nikmat, Mungkin karena memakai Cinta " sindir Widia
Senyum Gray mengambang ketika di puji seperti itu oleh Widia " jangan-jangan nanti siang juga bakalan minta untuk di kirim nih " lanjut Widia
" Ide yang bagus " ucap Gray
Anna memukul lengan Widia " Jangan di kasih ide yang aneh-aneh, Inget nanti siang aku harus ada pemotretan " tegur Anna " Apa lagi kita akan sibuk sampai malam karena harus menjadi Bintang tamu di stasiun televisi" lanjut Anna
Gray langsung menatap Anna " apa maksud nya, apa kamu sudah akan memulai aktivitas.?" tanya Gray
Anna Langsung menganggukkan kepalanya " Iyah, karena kerjaan ku keteteran karena Satu Minggu lebih ini harus berada di rumah sakit " jawab Anna sambil memakan makanan nya
Selera napsu makan Gray tiba-tiba saja hilang ketika mendengar ucapan Anna " kenapa berhenti.?" tanya Anna
" Sudah gak Mood " jawab Gray dingin
Anna menatap Gray dengan lekat " Ada apa lagi dengan nya, prasaan barusan baik-baik saja kenapa wajah nya menjadi dingin kembali " Batin Anna
__ADS_1
" Itu karena Dia tidak ingin kamu pergi dan mulai aktivitas " jawab Widia dalam hati seolah Widia tau apa yang sedang di ucapkan di hati Anna
" Benarkah.? eh Sebentar, kenapa kakak tau apa yang sedang aku pikirkan.?". Tanya Anna
Widia mengangkat kedua bahunya ketika Anna menatap dari nya " Kak "
" Aaaa" Anna memberikan satu suapan kepada Gray dengan wajah yang sangat Imut
Gray tidak mungkin menolak nya, Gray langsung melahap suapan yang di berikan Anna kepadanya " Jangan terlalu di pikiran, aku sudah sehat ko dan sudah baik-baik saja, lagian kalo nanti kakak lengan kepadaku kakak kan bisa datang ke tempat ku " Goda Anna sambil tersenyum
Gray menatap Anna " Aku hanya khawatir dengan mu, aku tidak ingin membuat mu kecapean apa lagi Samapi kamu kelelahan nanti nya "
" Kak, kakak percaya pada ku kan, lagian aku menjalani pekerjaan ini sudah hampir Lima tahun loh kak, Lima " ucap Anna sambil memberikan kelima jari nya kepada Gray
Anna sebisa mungkin harus membuat Gray percaya karena kalo tidak habis lah Anna bisa-bisa ia akan kena denda pinalti
" Heum baik lah, tapi dengan satu sarat " ucap Gray
Dengan semangat Anna menjawab " Apa.?"
" Handphone tidak boleh mati, Dan kamu harus menjaga hati dan mata mu untukku " Ucap Gray di depan wajah Anna " dan satu lagi, aku tidak mau yang nama nya si Marco-marco itu mendekatimu lagi aku tidak ingin ada lelaki lain selain diriku yang ada di hati mu Maya mu dan juga pikiran mu " lanjut Gray
Anna mengerjapkan mata nya " Ok " jawab Anna dengan wajah yang memerah karena menahan malu " Ok kan saja dulu nanti bagai mana nanti saja, Toh jika ada yang suka kepadaku bukan salah ku juga bukan salah mereka sendiri menyukaiku " batin Anna
Widia sudah menompangkan wajah nya di kedua tangan lalu melihat drama laki-laki yang posesif kepada Anna " kalian memang membuat aku iri " ucap Widia
" kalo aku malah jijik melihat nya " Jawab Max
" dasar laki-laki Tripleks" sindir Widia ke Max yang sedang menikmati makanan nya
__ADS_1
Max tidak menjawab ucapan Widia, dia malah mengangkat kedua bahu nya cuek
Setelah drama di meja makan akhirnya Anna bisa pergi juga ke tempat Pemotretan dengan banyaknya permintaan Gray