Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 45: Ke dagangan Mom Johana


__ADS_3

Mom Johana dan Kedua orang tua Arnold telah Samapi di negara K. Kini mereka sudah berada di rumah sakit tempat Anna di rawat


" Mom, kenapa kalian semua ada di sini?" tanya Gray


" Mom ingin melihat calon mantu dan calon Cucu Mom" jawab Mom dengan mata yang berbinar


Di negara K soal hamil terlebih dahulu itu adalah hal yang Biasa jadi jangan aneh dan jangan protes ya jika mereka melakukan nya sebelum menikah.


" Tapi kan Mom"


" kamu ini pelit banget sih, kami sudah jauh-jauh datang ke mari hanya untuk menemui calon menantu kami " Kini giliran Mami Arnold yang bersuara


" benar kata Aunty mu, Uncle juga ingin menemui nya "


Gray menggaruk kepala yang tidak gatal " Ya sudah deh, masuk " ucap Gray pasrah


Mom, Uncle dan Aunty langsung masuk keruangan Anna


" Halo sayang, bagai mana kabar mu hari ini?" tanya Mom yang berjalan ke arah Anna


" Mom, kabar aku baik " Jawab Anna


" Mom kapan datang ?" Tanta Anna


Mom tersenyum " lihat lah mantu ku di sangat ramah sekali beda dengan putra ku " keluh Mom


" Mom baru Samapi dan langusng kemari karena ingin menjenguk mu " jawab Mom


" Oh iya, kamu pasti sudah kenal kan dengan kedua orang tua Arnold " tanya Mom


" uncle Aunty " sapa Anna sambil menganggukkan kepalanya


" halo sayang, bagai mana kabar mu, Aunty sangat senang sekali ketika mendengar kamu sedang mengandung Cucu kami " seru Mami Arnold


" iya sayang, makanya kita buru-buru kemari karena ingin menjenguk mu " Ucap Mom Johana


Gray sedari tadi sudah menggaruk kepala nya bahkan Gray mulai kesal karena Anna telah di rebut oleh Mereka


" Mom, uncle Aunty, sebaiknya kalian pulang lah dulu dan istirahat karena Anna juga butuh istirahat apa lagi calon Anakku yang butuh waktu istirahat yang cukup " keluh Gray


" Ck.ck.. Kamu ini benar-benar pelit sekali " Herdik papi Arnold

__ADS_1


" Aku bukan pelit hanya saja tidak ingin membuat Anna lelah dan kurang istirahat, ingat Anna saat ini sedang mengandung buah cinta ku jadi tolong kalian mengerti " ucap Gray sedikit mengusir


" Baik lah, Mom akan pulang ke rumah mu " Jawab mom Pasrah


" Sayang, Mom, Uncle dan Aunty pulang dulu ya besok Mom akan datang lagi dan membawakan makanan yang sehat untukmu " lanjut Mom


Anna tersenyum " terimakasih banyak Mom " jawab Anna tulus


Mom Johana tersenyum " sama-sama sayang "


Akhirnya ruangan mulai sepi karena mereka sudah pulang kini tinggal Gray dan juga Anna


" Sayang, kamu mau makan apa biar aku belikan?" tanya Gray


" Aku lagi ingin makan yang pedas Sayang " jawab Anna sambil menelan air ludah nya


" apa tidak bisa di ganti sayang "


Anna menggelengkan kepalanya " Aku hanya ingin itu, mungkin karena bawaan Calon anak kita " elak Anna agar di belikan oleh Gray


Gray membuang napas nya " Baik lah, Aku akan Carikan makanan pedas untukmu " ucap Gray pasrah, mau bagai mana lagi ini semau demi anak nya


Gray pernah membaca artikel tentang kehamilan makanya apapun yang di inginkan oleh Anna, sebisa mungkin Gray akan mengabulkan nya dari pada nanti Anak mereka ileran.


" Sayang, coba lah minta kepada Daddy mu untuk kita segera pulang " Ucap Anna sambil mengelus perut nya


~ Di rumah Anna


Catlin, Karan dan Widia sedang makan malam mereka makan malam hanya bertiga saja, tadi nya mereka akan ke rumah sakit namun di larang oleh Gray


" Kenapa Kak Gray melarang kita untuk menjenguk Anna?" tanya Catlin


" karena Gray tidak ingin di ganggu oleh Kita " jawab Karan sambil memakan makanan nya


" Kamu benar, dia itu sangat memanjakan Anna makanya bersikap seperti itu " lanjut Widia


" Tapi aku gak dapat itu dari mu sayang " ucap Catlin kepada Karan


Karan menaruh sendok nya dengan pelan lalu menatap Catlin " Jangan asal bicara, yang kabur dari ku itu siapa?dan yang lari membawa Calon anak kita juga siapa? itu kan kamu, andai saja kamu tidak membawa lari Calon anak kita sudah ku buat kamu jadi Ratu di rumah ku " Jawab Karan yang tidak terima karena di anggap cuek kepada catlin


" Tapi kan.." ucapan Catlin terhenti Karan melihat tatapan Widia kepada mereka berdua

__ADS_1


" Stop! jangan ribut di meja makan, jika kalian ingin ribut pergi lah ke kamar kalian karena aku tidak ingin mendengarkan perdebatan kalian " keluh Widia


" Maaf kak " ucap Catlin menatap Widia


" Maafkan kami kak " lanjut Karan merasa tidak enak karena sudah membahas yang tidak perlu mereka bahas ketika sedang makan


" Hm." jawab Widia dingin


" Sayang, besok kita harus ke rumah Gray " Ucap Karan mengalihkan pembicaraan


" Untuk apa,? mereka kan masih di ruang sakit " Ucap Catlin


" Mom Johana, dan kedua orang tua Arnold baru saja Samapi dan saat ini mereka berada di rumah Gray, tidak baik jika kita tidak menyapa mereka, apa lagi kita kan kenal dekat dengan mereka " ucap Karan memberitahu Catlin yang belum mengetahuinya


Catlin mengangguk " Ok sayang, besok Kita ke sana " jawab Catlin sedikit Ragu


Catlin takut jika mereka juga menolak keberadaan dirinya, Apa lagi Mom Johana dan Mami Arnold sangat dekat dengan Mom Karan, pasti Mom Karan sudah bercerita yang tidak-tidak tentang dirinya.


Karan memegangi tangan Catlin " semau nya akan baik-baik saja, aku akan menjamin nya " ucap Karan yang tau bahwa catlin ragu


" Iyah sayang " jawab Catlin sambil tersenyum


Setelah makan malam usai, Karan dan Catlin tidak langusng masuk kedalam kamar mereka duduk di depan Tv dengan Posisi paha Karan menjadi bantalan kepala Catlin


Film yang mereka tonton sangat romantis bahkan banyak adegan ahem-ahem nya membuat pasangan itu kepanasan sendiri


" sayang"


" Iyah "


" Aku ingin "


" Aku juga " jawab Catlin


" kita pindah ke kamar yuk " Catlin menganggukkan kepalanya


Sedangkan Widia dia sedang sibuk di kamar nya, Tidak hanya Anna yang di urus oleh nya melainkan dirinya juga sedang Widia pikir kan


Widia masih terngiang-ngiang dengan ucapan Max kepada dirinya yang mengatakan soal kehamilan


" Tidak, mana mungkin aku bisa hamil, Toh aku melakukan nya hanya sekali dengan pria berwajah Triplek itu " ucap Widia kepada dirinya sendiri

__ADS_1


" Lagian, Aku lihat tadi banyak sekali tisu, pasti dia membuang nya di laur lalu di bersihkan oleh tisu itu, Ya aku yakin sekali "


Widia berjalan mundur mandir sambil menepis omongan Max kepada dirinya


__ADS_2