Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 46 : Pulang


__ADS_3

Pagi ini di ruangan Anna sudah heboh dengan ke datangan Mom dan juga kedua orang tua Arnold, mereka datang pagi sekali sambil membawa sarapan Untuk Anna dan juga Gray


" Morning sayang " sapa Mom


" Morning juga Mom " jawab Anna lembut


" Ya ampun, Calon mantu ku lembut sekali menyambut Ke dagangan Mom " Puji Mami Arnold


" Mantis siapa dulu dong " ucap bangga Mom


" Padahal Mami pikir kamu akan jadi sama Arnold karena Dulu kalian sangat dekat sekali bahkan makan pun bisa sepiring berdua " ucap mami Arnold


Gray mulai kepanasan mendengar ucapan Mami Arnold


" Aunty bisa saja " jawab Anna sambil tersenyum


" Tapi sayang nya sekarang Anna milikku, dan akan tetap menjadi milikku" ucap Gray yang berjalan ke arah Anna


" Putra Mami posesif sekali " Sindir Mom Johana


" Iyah, padahal Aku juga cuman becanda tapi kalau di Seriusan juga tidak jadi maslah untukku " balas Mami Arnold Terkekeh


" Jangan berani-berani nya kamu menatap aunty mu seperti itu " tegur papi Arnold yang melihat tatapan Gray yang dingin dan sepeti mengibarkan bendera perang kepada Mami Arnold


Gray yang ketahuan oleh papi Arnold langsung memalingkan wajah nya ke arah lain


Sedangkan Anna mengulum senyum melihat Gray yang mulai Bt


" Oh iya sayang, kapan kalian akan melaksanakan pernikahan?" tanya Mom Johana


" Dua Minggu dari sekarang " jawab Gray langusng


" Apa!! dua Minggu dari sekarang " Mom dan yang lain terkejut bisa-bisa nya Gray merencanakan semua nya sendiri tanpa memberitahu mereka


Sedangkan Anna bersikap biasa saja karena sudah tidak aneh jika Gray melakukan sesuatu tanpa persetujuan terlebih dahulu


plak..


" Mom " keluh Gray karena Mom memukul bahu Gray dengan tas nya


" Dasar anak gak punya akhlak, kamu mau menikah dua Minggu lagi tapi tidak ada pembicaraan dengan Mom " keluh Mom dengan nada emosi


" ini aku sudah memberitahu kan " Elak Gray dengan santai nya


Mom menggelengkan kepalanya, Lalu mengajak kakak dan Kakak ipar nya untuk belanja ke Mol, tidak mungkin bukan Mom tidak mempersiapkan hadiah Untuk calon Mantu nya.

__ADS_1


Mom dan Adik ipar nya sangat antusias mempersiapkan semua nya bahkan Mom Samapi rela menguras tabungan nya demi Calon mantu.


~ Di Kaffe


Arnold sedang menunggu ke datangan Via, Tadi pagi Arnold Mengirimkan pesan kepada Via untuk bertemu Di kafe


" Maaf lama, tadi di jalan macet " Via langsung duduk di depan Arnold


" Hm.." jawab Arnold


" Apa kamu tidak pesan apa-apa, Hm padahal aku sengaja tidak makan siang agar bisa makan enak di sini " Ucap Via jujur


" Kamu jadi wanita terlalu jujur " Ucap Arnold


" Kalo tidak jujur, nanti perut mu lapar " Jawab nya dengan Cuek sambil membuka buku Menu


Arnold tersenyum kagum, baru kali ini dia kenal dengan seorang wanita yang tidak ada jaim-jaim nya, bahkan Via tidak menutup-nutupi sikap jujur nya


" Jangan melihat ku seperti itu, nanti kau jatuh cinta" ucap Via


" Jangan GR Kamu, mana mungkin aku menyukai wanita bermata empat dengan rambut yang kaya Dora sepeti itu " Ucap Arnold meledek " Tipe wanita ku sangat tinggi "


" Benar kah, Percuma tipe tinggi tapi malah Bertepuk sebelah tangan " Sindir Via


Via Terkekeh " jadi apa tujuan mu meminta ku untuk datang ke sini ?" tanya Via yang sudah memesan pesanan nya


" Aku mengajak mu bertemu karena aku ingin minta bantuan mu " ucap Arnold


Via mengerutkan kedua alis nya " Minta bantu apa, dan apa aku Kana mendapatkan bayaran " tanya Via sambil tersenyum


" Otak mu hanya duit dan duit " Ledek Arnold


" Tanpa duit kita Tidak akan hidup " Jawab Via meminum Jus milik Arnold


" Minuman ku " keluh Arnold melihat jus nya di minum oleh Via


" Jangan pelit, Jadi kamu mau meminta bantuan apa kepada ku?"


Arnold melirik Via dengan lekat " jadilah pasangan ku pas pesta pernikahan Sepupu ku "


Uhuk...


Via terbatuk-batuk mendengar ucapan Arnold. Via tau siapa yang di sebut sepupu " Apa secinta itu kamu kepada nya sehingga Kamu tidak berani datang sendiri " ledek Via " hahaha "


Peletak

__ADS_1


" Au sakit " keluh Via memegangi kening nya


" Makanya jangan meledekku seperti itu, lagian aku kan membayar mu " Ucap Arnold


" Ok ok, jadi berapa bayaran yang aku dapat nanti nya " Tanya Via, Siapa yang tidak suka uang, semua orang pasti akan menyukai nya apa lagi Via yang selalu kekurangan uang walaupun dirinya sudah bekerja di salah satu Kafe


" Bayaran mu akan setara dengan Sikap mu nanti, jika sikap mu meyakinkan dan bersikap sangat manis maka aku akan membayar mu mahal, tapi jika kamu tidak bisa bersikap manis maka jangan harap aku akan membayar mu sepeserpun " Ucap Arnold


Kedua bola mata Via membuat " Ok Dil, aku akan menemani mu nanti " Jawab Via mengulurkan tangan nya


"Dil " Arnold membalas uluran tangan Via


Setelah membuat kesepakatan Arnold dan via tidak langsung pulang mereka menikmati makanan yang mereka pesan tadi


Sedangkan di rumah sakit, Anna dan Gray sedang bersiap untuk pulang karena Anna terus saja merengek minta untuk pulang


" Sampai rumah kamu harus langsung istirahat "


" Iyah sayang " jawab Anna pasrah yang penting saat ini dirinya bisa pulang saja terlebih dahulu


Gray mendorong kursi roda Samapi parkiran karena di sana sudah ada Max yang sudah menyiapkan Mobil


" Wah ini bukan nya Nona Anna model papan atas itu " Kata Seorang wanita hamil


Anna tersenyum ramah " Benar kata orang Nona Anna sangat ramah bahkan aslinya lebih cantik dari pada di Tv " puji nya


" Terimakasih Mbak Atas pujian nya " Ucap Anna ramah


" Sama-sama Nona Anna, semoga calon putri saya secantik dan sebaik anda "


" Amin "


Gray yang mulai kesal karena jalan nya di hentikan oleh Orang-orang yang tidak di kenal " Maaf Nona, saya permisi dulu karena calon istri saya baru saja sembuh jadi harus banyak istirahat " Ucap Gray seramah mungkin walaupun wajah nya tetap terlihat sangat dingin


" Oh iya, silahkan Tuan, semoga kalian selalu di karuniai kebahagian dan semoga kalian langgeng Samapi kakek dan nenek nanti " Ucap wanita hamil itu


" Amin, kalo begitu saya permisi terlebih dahulu "


Setelah mendapat anggukan Dari wanita hamil itu, Gray langusng mendorong kursi roda ke Mobil nya


" Sayang, Aku bisa sendiri " ucap Anna menolak untuk di gendong


" Jangan aneh-aneh " Gray langusng memangku Anna kedalam mobil walaupun Anna sedikit cemberut


" Jangan manyun sepeti itu, aku hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu " ucap Gray

__ADS_1


__ADS_2