Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 111 : Bukan Cinderella


__ADS_3

Arnold menatap lekat Cus Cahra ia tersenyum getir. mungkin kalo dulu ia akan memanfaatkan keadaan tapi sekarang Jangankan ingin menynetuh Cus Cahra untuk menatapnya saja Arnold merasa tidak berani Apa lagi wajah Via yang terus menjadi bayang-bayang di benak nya


'' Tidur lah ini sudah malam dan Bawa Baby Jasmine bersama mu karena aku takut aku tidak bisa bangun jika Baby Jasmine meminta susu '' Kata Arnold


Cus Cahra langsung menganggukkan kepala nya lalu langsung pergi membawa Baby Jasmine kedalam kamar tamu sedangkan Arnold ia lebih memilih untuk Tidur di sopa


Di dalam Kamar Gray dan Anna setelah menitipka Baby Vareel ke pelayan Gray langsung melancarkan Aksinya ia menc-m dan menc-u bi-r Anna dengan lembut


Sedangkan Anna berusaha untuk menyeimbangkan Gray karena Gray yang sangat Agresif


Di kamar Anna mungkin sedang berolah raga Panas namun beda hal nya dengan Arnold yang sedang menatap wajah cantik Cus Cahra yang sedang tertidur di kamar


Awalnya Arnold hanya ingin melihat Baby Jasmine namun pandangan Arnold beralih kepada Cus Cahra yang sedang tidur


'' Cantik '' Gumam Arnold membenarkan anak rambut yang menghalangi wajah Cus Cahra


'' Em.. Tuan '' Gumam Cus Cahra yang merasa terusik oleh Arnold


'' Maaf aku membangunkan mu '' Kata Arnold yang tidak sengaja membangunkan Cus Cahra


Cus Cahra yang kaget melihat Ada Tuan nya di kamar langsung mengambil Posisi duduk


'' Ada Apa Ya Tuan? '' Tanya Cus Cahra gugup


'' Tidak ada apa-apa, Kamu tidur lagi saja. saya keluar sekarang '' Kata Arnold yang langsung pergi keluar kamar


Sedangkan Cus Cahra hanya bisa melihat kepergian Arnold Begitu saja dan membaringkan tubuhnya kembali


Arnold di Luar kamar hanya bisa mendesah pelan '' Apa yang sudah gue lakukan, dan kenapa Gue malah menatap wajah nya. Sadar Arnold kamu sudah berjanji kepada Via untuk tidak tergoda dan mencintai wanita lain '' Gumam Arnold


~ KEESOKAN HARI NYA


Karan, Catlin, dan yang lain sudah siap di meja makan untuk sarapan Namun beda hal nya dengan Gray dan Anna yang masih betah berada di dalam kamar mungkin Karena terlalu Lelah bermain semalam membuat kedua insan itu masih betah berada di atas tempat tidur dengan berselimut tebal


" Apa Anna belum turun? " Tanya Catlin


Widia mengangkat bahu nya " jangan di tunggu paling juga dia masih kelelahan semalam " kata Widia santai sambil menggendong Baby Vareel yang habis di mandikan


" Wah dia benar-benar menikmati rumah barunya dengan Adegan panas hahaha " catlin tertawa geli

__ADS_1


Sedangkan Cus Cahra dia hanya bisa menunduk ia lebih baik pura-pura tidak mendengar pembicaraan yang sangat intim baginya


" Sepertinya Kak Gray sangat ganas semalam sehingga terdengar ke kamar ku " ucap Catlin. Semalam Catlin tidur di sebelah kamar Anna dan juga Gray, Catlin pikir akan aman-aman saja tapi nyatanya buyar sudah pemikiran Catlin ketika Mendengar des_n Anna dan juga Gray


" kamu baru tau Jika mereka bermain seperti itu, nah apa kabar nya dengan ku yang selama ini menjadi Baby sister nya Anna " ucap Widia Terkekeh geli


Bagai mana tidak setiap Widia sedang menunggu Anna pasti mendengar alunan musik yang tidak bagus untuk dirinya dengar


" Hahaha Maknya Kakak nikah dong,. Tuh kak Max sudah menunggu kakak Dan selalu setia dengan kakak " kata Catlin


" Dih ogah " kata Widia sambil memutarkan bola mata nya


" Jangan gitu kak, kasian tau Kak Max terus saja kakak gantung "


" Kalo di gantung ya matilah dia, lagian suruh siapa Menunggu " keluh Widia


" Kenapa sih kakak Tidak mau sama Kak Max, kak Max itu ganteng gagah terus kaya lagi " Ucap Catlin


" Tapi sayang dia bermuka Triplek " jawab Widia


Widia bukan tidak menyukai Max apa lagi Max selalu berusaha untuk meyakinkan dirinya agar di terima namun Widia tidak ingin memberikan harapan kosong kepada Max apa lagi dengan kondisi dirinya yang sulit akan mempunyai Anak. Sebisa mungkin Widia menepis perasaan nya kepada Max


" kalo soal muka kan bisa kakak rubah, Awas Lo hati-hati nanti di rebut sama Cus Cahra " ledek Nya sambil melirik cus Cahra


Catlin bisa melihat jika Widia memiliki perasaan kepada Max namun masih gengsi untuk mengakui nya


" Non " tegur Cus Cahra yang merasa tidak enak dengan Widia


" Sudah tidak apa-apa, aku sengaja ngomong kaya gitu biar kak Widia menyadari apa yang sedang di rasakan nya, lagian terlalu lama mereka bermain layangan tarik ulur Mulu jika begitu kapan Kawin nya " kata Catlin


Cus Cahra sangat tidak enak dengan Kepada Widia apa lagi melihat Widia yang pergi begitu saja " menang nya Kak Widia dan Tuan Max pernah ada hubungan Non? " Tanya cus Cahra penasaran


" Entahlah, tapi Aku yakin jika mereka pernah ada hubungan apa lagi melihat Kak Max yang terus meminta maaf dan terus Mendekati Kak Widia, aku semakin yakin jika mereka pernah ada hubungan " jawab catlin


Cus Cahra mengangguk mengerti mungkin Kak Widia dan kak Max sengaja tidak mempublikasikan hubungan nya. Pikir Cus Cahra


" Sudahlah jangan di pikirkan nanti kamu pusing sendiri mikirin Meraka. Oh iya bagai mana dengan kamu dengan Arnold sejauh mana hubungan kalian? " Tanya Catlin


" Ya tidak lebih dari majikan dan pengasuh sih Non " jawab cus Cahra jujur karena memang ini kenyataan nya

__ADS_1


" Jika Arnold menyukaimu, apa kamu akan menerima nya? "


Cus Cahra Langsung mengangkat kepalanya, tidak pernah terbayang atau pun mempunyai impian untuk menikah dengan orang kaya, dia bukan Cinderella yang akan di nikahi oleh pangeran


" Kamu ngomong apa sih " keluh Arnold yang baru saja duduk di samping Catlin


" Jagan ngomong yang aneh-aneh, Via tidak akan pernah tergantikan oleh wanita mana pun karena bagi ku via adakah wanita pertama dan Baby Jasmine wanita ke dua ku " ucap Arnold dengan tatapan dingin


" ya kan siapa tau saja, banyak ko contohnya yang majikan menikahi baby sister anak nya, apa lagi ketika melihat kasih sayang yang di berikan oleh nya sangat tulus "


" Tapi sayang nya itu bukan gue, gue gak mungkin menikahi pengasuh anak gue sediri kaya gak ada wanita lain saja " jawab Arnold


Cus Cahra yang mendengar ucapan Arnold merasa di Sentil hatinya, sakit namun tidak berdarah apa menjadi seorang pengasuh itu sangat hina baginya


" Maaf tuan, Nona, saya permisi dulu sepertinya baby Jasmine haus " pamit Cus Cahra yang langsung pergi meninggalkan Catlin dan juga Arnold


Plak...


Catlin menepuk lengan Arnold, Catlin rasa omongan Arnold sudah keterlaluan " kalo ngomong itu di jaga, Lo gak pantas ngomong kaya gitu, Lo pikir Lo pria yang sempurna hah!!! Ngaca dong Lo, sebelum lo nyakitin perasaan orang lain seharusnya Lo sadar pria macam apa Lo itu " kesal Catlin yang langsung meninggalkan Arnold


Arnold terdiam ia menyesali dengan ucapan nya yang sudah menghina atau meremehkan pekerjaan Cus Cahra


Catlin menghampiri Cus Cahra yang sedang berada di taman dengan baby Jasmine


" Cus " kata Catlin sambil tersenyum


Cus Cahra langsung menoleh kearah suara " Iyah Nona "


Catlin tersenyum " Sedang apa di sini? "


" Tadi baby Jasmin menangis jadi saya bawa ke sini saja Non " jawab cus Cahra


" Oh.. cus "


" Maafkan sikap Arnold tadi ya, dia ngomong kaya gitu tidak bermaksud..,"


" Tidak apa-apa Non, lagian Yang di ucapkan Oleh Tuan Arnold ada benar nya juga, Saya hanya seorang pengasuh lagian apa yang harus saya harapkan dari Tuan Arnold Non, Saya bisa bekerja dan mengirim uang ke kampung halaman saja sudah bersyukur " kata Cus Cahra


Catlin membuang napas nya pelan " sekali lagi maafkan Sikap Arnold ya Cus "

__ADS_1


" Iyah Non, saya pasti akan Memaafkan beliau, bukannya sesama manusia harus saling memaafkan " kata Cus Cahra sambil tersenyum ramah kepada Catlin


Arnold semakin merasa bersalah dengan ucapannya. Arnold yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Catlin dan juga Cus Cahra hanya bisa menunduk.


__ADS_2