Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 98 : Kedatangan Mami Rossa


__ADS_3

Pagi ini Mommy dan kedua orang tua Arnold datang mengunjungi Anna di rumah sakit dengan membawa sarapan


" Selamat pagi Menatu Mami " ucap Mami Arnold membuka pintu


" Aunty " ucap Anna yang baru keluar dari kamar mandi


" Kapan Aunty dan Uncle datang " Anna langsung mencium punggung tangan Kedua orang tua Arnold


" Semalam.. baru semalam Kami sampai


" Ayo duduk kita sarapan dulu " ajak Mommy


Mommy melihat jika putra nya masih tidur di tempat tidur dengan memeluk Baby Vareel untung tempat tidur nya lumayan besar kalo tidak mungkin Baby Vareel akan tergencet dengan tubuh Gray yang besar


" Apa Gray tidak tidur semalam? " Tanya Mommy


" Iyah Mom, Kak Gray tidur tadi sekitar jam 4 pagi karena Baby Vareel yang sedikit rewel " ucap Anna


Sebenarnya Anna sudah menyuruh Gray untuk tidur lebih awal tapi Gray kekeuh ingin menemani Anna untuk begadang


" Suamimu pasti sangat menyayangi mu ya, sehingga Dia rela ikut bergadang " ucap Mami Arnold


Anna tersenyum " Iyah Aunty, bahkan ketika Baby Vareel pipis atau pup Kak Gray lah yang menggantikan nya karena Kak Gray tidak mengijinkan aku untuk turun dari tempat tidur " ucap Anna membuat mommy dan yang lain nya tersenyum ternyata Anak atau ponakan nya sangat mencintai sang istri


" kalo begitu Ayo kita sarapan lebih dulu biarkan Gray tidur " ucap Mom dan di balas anggukan oleh Yang lain


~ Rumah Karan


Ting.. nong...


Karan dan Catlin yang lagi sarapan Langsung menoleh " Siapa Pih, pagi-pagi sudah bertamu? " Tanya Catlin


" Kurang tau " jawab Karan


" Bi.. bibi.. " Panggil Catlin


Bibi yang sedang di dapur langsung menghampiri Catlin

__ADS_1


" Iyah Non " jawab bibi


" Tolong bukain pintu ya Bi, ini aku lagi tanggung nyuapin Kevin " ucap Catlin


" Baik Non " Bibi


" Anak mami pinter sekali makan nya ya " ucap Catlin


Kevin yang sudah berusia enam bulan yang baru di kenalkan dengan makanan membuat Catlin gesit mencari informasi tentang Makana baby


" Sayang lihat pipiny tembem banget " Karan mencubit pipi Kevin yang gembul


" Bagus ya, Mami datang malah gak di sambut sama sekali " ucap Mami Rosa dengan di Ikuti Noni di belakang nya


" Mami " ucap Karan heran


" Kenapa, kenapa kalian seperti kaget dengan ke datangan mami?" Tanya Mami Rosa yang sudah menaruh kedua tangan nya di dada


" Halo Karan apa kabar " tanya Noni yang menghampiri Karan


" Untuk apa kalian datang ke sini, saya tidak menerima atau mengundang kalian untuk datang " ucap Karan dingin


" Lihatlah, apa ini sambutan kamu kepada mami, kamu pasti telah di hasut oleh wanita ini iya kan!! " Ucap Mami sambil menunjuk kearah Catlin


" Stop!! "


" Karan " ucap Noni


" Kalian bukan siapa-siapa saya jadi untuk apa saya menghargai kalian, dan jangan pernah kamu menunjik istriku seperti itu "


" Karan, Apa-apan kamu ini, kamu jangan jadi anak durhaka " ucap Mami


" Hahaha, Anak durhaka? Benar kah?? Mana ada Anak yang durhaka kepada Ibu tiri nya " Tanya Karan dengan tatapan tajam nya


Deg..


Sontak saja Catlin Mami Rosa dan Noni lang menoleh kearah Karan

__ADS_1


" Karan, kamu harus minta maaf kepada Mami kamu jangan ngomong sembarangan seperti itu " tegur Noni


" Pih " lirih Catlin ia merasa mulai takut melihat Sang suami yang sedang marah


Karan tersenyum mengejek " Mami selama ini menentang hubungan ku dengan Catlin degan alasan Catlin tidak sebanding dengan keluarga kita, tapi Apa mami lupa siapa mami dulu, hanya tukang kue keliling di konflek rumah namun nasib mamih sangat baik karena telah menikah dengan Papi "


Catlin mendekat kearah Karan " Papi tau dari mana? "


Noni langsung menatap Karan " Kamu jangan ngomong sembarangan Karan, mami ini Orang terhormat bahkan semua orang menjunjung tinggi mami " ucap Noni


Noni berjalan lalu langsung memegang lengan Mami " Mami, kenapa mami diam saja Karan sudah di hasut oleh istrinya itu samapi-sampai tidak mengakui mami sebagai ibu kandungnya "


Sedangkan mamih, mamih masih Shock dengan ucapan Karan, kenapa Karan bisa tau masalalu nya dan dari mana itu informasi itu semua


" Kamu jangan durhaka kepada Mami Karan, semua itu hanya omong kosong " bela Mami


" Jangan ngomong yang tidak-tidak lagi di depan ku. Aku sungguh berterimakasih karena sudah membesarkan ku Samapi saya besar tapi jangan pernah kamu mengatur hidupku karena kamu bukan Ibu kandung ku, sebelum aku membuat kamu tambah malu lebih baik pergi lah dan jangan pernah temui saya lagi " ucap Karan dengan tangan yang mengepal menahan amarah yang ia pendam selama ini


" Dan satu lagi, jika Kalian masih mengusikku dan keluarga istriku maka aku tidak akan segan-segan menghancurkan perusahaan milikmu Noni dan aku juga akan membekukan kartu kredit yang mami pegang selam ini " ucap Karan tegas


" Bagai mana ini, tidak Karan tidak boleh membekukan kartu kredit milikku, kalo semua itu terjadi mau di taruh dimana wajah ku ini di depan teman sosialitaku " batin Mami


" Karan, Mami minta maaf karena sudah membohongi mu tapi Kamu juga jangan lupa jika selama ini Mami lah yang sudah membesarkan dan menyekolahkan kamu, mami menyayangi mu seperti anak kandung mami sendiri Nak " ucap Mami dengan wajah memelas


" Makanya saya ucapakan terimakasih karena sudah membesarkan ku, sebagi gantinya mamih boleh menempati rumah yang Ada di Negara Y, dan mami juga akan tetap mendapatkan uang bulanan tapi maaf jika Karan Tidak menganggap mami Karan lagi, karena Aku sudah terlanjur kecewa kepada mamih, selama ini Aku menyayangi Mami dengan tulus tapi apa yang sudah mami perbuat kepadaku, Mami mengatur hidupku dan mami mengancam Catlin untuk pergi dalam hidupku, padahal Mami sangat tau jika aku sangat mencintai Catlin


Setelah pertengkaran tadi pagi Karan mengurung diri di kamar nya karena rasa kecewanya yang sangat dalam kepada Mami Rosa


" Papih " sapa Catlin masuk kedalam kamar. Catlin melihat sang suami yang sedang duduk di atas lantai Samapi menekuk kedua kaki nya


" Pih "


Karan menoleh Dan Langsung memeluk catlin


" Aku sangat Kecewa sekali kepadanya Sayang, Aku selama ini selalu menganggap dirinya adalah ibu kandungku sendiri tapi kenapa Dia tega membohongi aku " Catlin menghapus air mata Karan


" Pih, mungkin Mami belum menemukan waktu yang tepat buat memberitahu papih, siapa tau saja mamih tidak memberitahukan papi karena Mami Rossa takut papi sakit hati dan tidak bisa menerima kenyataan "

__ADS_1


" Kami tau, kenapa aku sangat terluka oleh mamih, aku harus tau kebenaran dari orang lain bukan dari mamih, menurut mu lebih sakit mana tau dari orang lain atau tau dari mulut mamih sendiri "lirih Karan yang memeluk sang istri, saat ini sandaran nya hanya Catlin istri tercintanya.


__ADS_2