
Di jalan pulang Gray masih bermuka dingin bahkan Gray tidak menyapa Anna sedikitpun karena masih kesal dengan ucapan laki-laki Tua itu, bukan tidak ingin membalas tapi Gray tidak ingin Citra nya jadi rusak karena harus menegur laki-laki tua itu
Sesampai nya di rumah Anna, Gray menggendong Anna yang sudah terlelap tidur lalu membawanya ke Kamar Anna, Tubuh mulus putih dan gunung kembar yang sangat menggoda membuat iman Gray goyah apa lagi belahan Long dress milik Anna sangat tunggu membuat Gray menelan ludah nya sendiri " Ini benar-benar Godaan "
Grey menatap Anna dengan lekat lalu menc_m bi_r Anna dengan lembut, Tangan yang sudah tidak bisa di kondisikan membuat adik Gray meronta ingin keluar " Kamu memang paling bisa membuat ku menunggu "ucap Gray
Gray keluar dari kamar setelah adik kecilnya sudah tidak sesak lagi, gray melihat Widia yang sedang duduk di sopa " Besok, dan satu Minggu ke depan aku harus pergi ke Negara Y, jadi tolong kamu jaga Anna untukku " ucap Gray kepada Widia
" Tidak perlu kamu suruh, aku selalu menjaga nya, Pergilah dan hati-hati di jalan " ucap Widia kepada Gray
Gray menganggukkan kepala lalu pergi bersama Max " Max apa keputusan ku sudah benar?" tanya Gray
" Sudah tuan, dengan begini Nona Anna pasti akan mulai merasakan kehilangan Anda " Jawab Max
" Semoga saja " Gray, tidak berniat untuk pergi ke Negara Y, tapi Gray ingin Anna bisa merasakan apa yang sedang Gray rasakan
~ Pagi hari
Pagi ini Anna bangun dari tidur nya dengan kepala nya cukup pusing mungkin karena pengaruh Minuman yang ia minum semalam " Kepala ku pusing sekali " keluh Anna yang memegangi kepalanya
" Minum lah" Widia memberikan satu gelas Air madu untuk Anna minum
" terimakasih Kak " jawab Anna sambil mengambil Gelas yang di berikan oleh Widia
Widia duduk di depan Anna " Kenapa kamu sampai mabuk begini, bukan nya kamu tidak pernah minum " Keluh Widia
" Entah lah kak, aku lupa " jawab Anna " Oh iya mana handphone ku "
" apa kamu mau menghubungi Gray?" tanya Widia dan di balas dengan anggukan oleh Anna " mungkin saat ini Gray sedang berada di pesawat karena semalam dirinya bilang kalo hari ini akan pergi ke negara Y Samapi satu Minggu ke depan "
" Hah!!" Anna kaget karena semalam Gray tidak mengucapkan apa-apa kepada dirinya " kenapa Kak Gray tidak bilang semalam kepada ku " keluh Anna
__ADS_1
" mungkin dia lupa " jawab Widia " Atau mungkin karena kamu tidak membalas perasaan nya makanya dia tidak bilang langsung kepada mu " Lanjut Widia
Anna menundukkan kepala " Apa aku sudah keterlaluan kak? Aku kan hanya tidak ingin menjadi wanita perusak hubungan Kak Gray sama mantan tunangan nya "
" Apa kau bodoh atau bagai mana Hem " kesal Widia " mereka tidak menjadi menikah karena Kebodohan Celina sendiri, bahkan Di situ sudah di jelaskan bawah Celina sudah menjebak Gray dan keluarga nya jadi mana mungkin kamu jadi perusak "
" Aku.."
" Kamu cantik tapi sayang kamu bodoh " kesal Widia yang langsung pergi meninggalkan Anna di dalam kamar
Widia sangat kesal kepada Anna yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan Gray dalam menikah
" kamu kenapa kak?" tanya Catlin kepada Widia yang terlihat kesal
" Beritahu sahabat mu itu, Jangan jadi wanita bodoh dan melukai hati nya sendiri, kalo cinta bilang cinta jangan memendam nya sendiri " kesal Widia sambil memegang pinggang nya
Catlin mengerutkan kedua alis nya " Apa Hubungan Anna dan kak Gray tidak berjala dengan baik?" tanya Catlin
" boro-boro hubungan, sahabat mu itu tetap melukai hati nya karena masih merasa bersalah kepada Si Celina itu " Gerutu Widia " Jiak tuan Gray sudah pergi baru tau rasa "
" Anna " Ucap Catlin " apa aku boleh masuk "
Anna yang masih di tempat tidur langsung mengambil posisi duduk " Heum, masuk lah " jawab Anna
Catlin berjalan ke arah Anna " Ada apa dengan mu dan Kak Widia, aku lihat kak Widia sangat kesal ketika melihat nya keluar dari kamar mu "
Anna menunduk " Iya, mungkin kak Widia marah kepada ku karena aku terlalu egois dan membiarkan kak Grey begitu saja " jawab Anna jujur
Catlin tersenyum " Jika kamu suka lebih baik kamu ungkap kan sebelum Kak Gray pergi meninggalkan mu, ingat di luar sana masih banyak wanita yang ingin dekat dengan kak Gray "
" tapi aku.."
__ADS_1
" Tidak ada tapi-tapian, Kamu ini jangan menjadi wanita bodoh yang memendam perasaan mu sendiri, jangan ulangi kesalahan mu untuk ke dua kali nya, cukup dulu kamu pernah meninggalkan Kak Gray tapi tidak untuk sekarang, sekarang sudah saat nya kamu bahagia " Ucap Catlin
" Kalian memang kejam, Tadi kak Widia yang bilang aku bodoh dan sekarang kau pun sama" gerutu Anna
" Makanya jangan menjadi wanita bodoh " Ledek Catlin
" ih menyebalkan " Ucap Anna melemparkan bantal ke arah Catlin
" Hahahah... ampun hahaha " Catlin menggelitik Anna sampai Anna meminta ampun kepada istrinya
" rasakan ini hahaha " Kedua wanita itu malah saling lempar bantal dan akhirnya Anna dan Catlin Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
" Apa kau puas membuat aku mengeluarkan air mata " ucap Anna
" Cukup puas karena air mata yang keluar dari Mata mu itu bukan air mata kesedihan melainkan air mata ke bahagian " jawab Catlin
" Mana ada di kelitik bahagia kamu aneh " Ucap Anna " oh iya, apa kamu sudah mengaktifkan handphone mu?"
Catlin menggelengkan kepalanya " Kenapa?"
" aku mungkin akan mengganti kartu SIM ku dengan yang baru, Aku tidak ingin Karan terus mencari ku "
" Yang sabar ya " ucapan Anna " kenapa nasib percintaan kita sangatlah sama "
" Jangan samakan percintaan kita, seharusnya kamu beruntung karena tidak mendapatkan tekanan dari orang tua Kak Gray, beda hal nya dengan ku yang harus pergi karena tekanan " lirih Catlin
Anna melihat kearah Catlin lalu memeluknya dengan lekat " Dari pada kita sedih bagai mana jika kita pergi ke Mol untuk berbelanja " ajak Anna
" boleh " Jawab Catlin
Kedua wanita itu langsung bersiap untuk pergi ke mol, mereka akan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang di sana
__ADS_1
Tidak hanya menonton dan belanja Catlin dan Anna pun masuk kedalam salah satu salon teman sesama Model, mereka perawatan tubuh dari lulur,pijat, perawatan Rambut pokonya seluruh badan.
Karena hari mulai malam, Anna dan Catlin pulang dengan membawa barang belanjaan nya, mereka benar-benar menikmati hari nya dengan berbelanja