
Sore telah tiba mobil Arnold sudah terparkir di parkiran rumah
" Sayang..." Panggil Arnold
Cahra yang sedang berada di taman dengan di temani Jasmine langsung menoleh kearah suara
" Pipih " kata Jasmine yang langsung berdiri dan lari kearah Arnold
Arnold yang melihat Jasmine berlari ia langsung menangkap nya " sudah pipih bilang jangan lari " tegur Arnold
" Hehehe... maaf Pih, habis Jasmine rindu " kata Jasmine yang mengalungkan tangannya di leher Arnold
Cahra yang melihat itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum
" Pipih sudah pulang, Tumben pipih pulang cepat " tanya Cahra karena biasanya Arnold selalu lembur
" Pipih juga rindu sama kamu, bagai mana jika kita pergi berenang heum " kata Arnold mencolek Hidung jasmine
" Mau Pih " seru Jamsinas
" Oke kalo gitu pergi ganti baju " kata Arnold yang menyuruh putrinya untuk ganti baju
Setelah kepergian Jasmine, Arnold mendekat kearah Cahra lalu memeluknya
" Aku sebagai pulang cepat karena ingin mengajak putri kita berenang " kata Arnold
" Dan aku juga ingin berduaan dengan mu sayang, Biasanya Jasmine akan tidur lebih awal jika Aku ajak berenang hihihi " lanjut Arnold terkekeh
" Pih otakmu selalu mesum " kata Cahra sambil membalas pelukan dari sang suami
" Mesum kepada istri sendiri tidak apa-apa bukan "
" Heum " jawab Cahra
" Pipih ayo " ajak Jasmine sambil menarik tangan Arnold
" Sebentar sayang, pipih kan harus ganti pakaian dulu " kata Arnold yang membuat kancing kemeja nya
" Yah pipih lama " keluh Jasmine
Arnold langsung membuka pakaiannya di kolam renang dan hanya menyisakan boxsernya saja
Cahra yang melihat itu tersenyum, Cahra senang karena di sela-sela ke sibukkan Arnold masih sempat meluangkan waktu Putri mereka
" Mih ayo ikut belenang!! " Teriak Jasmine
" Tidak sayang, kalian saja Mimih mau buatkan Makan malam untuk kalian ya " ucap Cahra menolak keinginan putrinya lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam
Cahra membuatkan Soto Betawi dengan di temani emping untuk pelengkap nya tidak lupa toping yang Cahra masukan kedalam soto membuat soto itu semakin nikmat.
Setelah usai Cahra Langsung ke kolam renang karena Arnold dan Jasmine masih berenang
" Pih, Ajak Jasmine untuk beranjak dari Kolam kalian sudah terlalu lama Berenang " kata Chara
" Sebentar lagi Mih " tawar jasmine
" Tidak ada tawar menawar, kalo tidak beranjak sekarang juga jangan salahkan Mimih jika nanti malam kalian tidur berdua " Ancam Cahra
__ADS_1
Arnold dan Jasmine saling pandang dan langsung beranjak dari kolam renang karena ancaman Mimih nya itu sangat menakutkan bagi Arnold dan juga Jasmine
" Tidak mih, kami beranjak sekarang " Kata Arnold
" Iyah Mih, Jasmine juga " kata Jasmine yang ikut beranjak dari Kolam renang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Cahra yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya " kalo sudah di ancam saja baru denger " Gumam Cahra
Tidak butuh waktu lama untuk Ayah dan anak itu berganti pakaian mereka langsung duduk di meja makan dan sudah tersedia tiga mangkuk soto Betawi di sana
" Wah Mimih tumben sekali Bikin ini? " Tanya Arnold yang tidak tau nama nya
" Lagi hanya ingin saja, lagian Pipih juga suka kan " kata Cahra
" Suka dong, apapun yang Mimih buat pasti pipih suka " jawab Arnold tersenyum
" Mine juga Suka mih " Kata Jasmine yang ikut-ikutan padahal Jasmine belum pernah mencoba nya
" Kalo begitu ayo di makan mimpinya masih anget " kata Cahra
Mereka makan bersama dengan tenang Tidak ada suara di antara mereka Hanya ada celotehan Jasmine yang terdengar
Setelah makan malam usai, Jasmine langsung mengambil Buku PR nya dan Membawanya ke ruang tengah
" Mih, Pih, mine punya Pr tapi Mine gak bisa buat, apa Mimih atau papih bisa bantu? " Tanya Jasmine yang menaruh Buku dan juga pensilnya di bawah karpet bulu
" Sini Biar Mimih yang bantu " kata Chara karena Melihat sang suami yang sedang sibuk dengan Laptopnya bahkan sepertinya Arnold juga tidak mendengarkan permintaan Jasmine
" Terimakasih Mih " kata Jasmine
Cahra tersenyum lalu duduk di samping putrinya
" Mine di suruh buat gambar keluarga tapi Mine bingung harus gambar apa " kata Jasmine
" Oh gitu, sini Mimih bantu " kata Cahra
Cahra menggambar satu rumah Dan ada tiga penghuni di sana
Jasmine sangat suka dengan gambar yang di buat oleh Mimih nya
" Ini pipih, ini Mimih dan ini Mine " kata Jasmine sambil tersenyum
" Putri Mimih memang pintar " kata Cahra sambil mengelus kepala sang putri
Setelah siap mengerjakan Pr jasmine, Cahra membawa jasmine ke kamar nya karena sudah waktunya tidur
'' Ayo sini, Mimih ceritakan dongeng buat Jasmine '' kata Cahra menepuk tempat tidur yang kosong
setelah menggosok gigi Jasmine dengan patuh naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Cahra
Cahra menceritakan tentang si kancil, Cerita belum usai tapi Jasmine sudah tertidur lebih dulu
Cahra tersenyum melihat putrinya yang sudah terlelap tidur
'' Selamat tidur putri Mimih semoga mimpi indah ya '' Cahra menyelimuti Jasmine sebelum pergi tidak lupa mengecup kening sang putri
Cahra kembali ke ruang tengah karena melihat lampu ruang tengah yang masih menyala
__ADS_1
'' Pih. apa belum usai? '' Tanya Cahra yang berjalan ke arah sang suami
'' Eh Mih, belum ini tinggal sedikit lagi '' jawab Arnold
Cahra menyenderkan kepalnya di dada bidang sang suami, Cahra melihat jika Arnold benar-benar sedang mengerjakan pekerjaan nya
'' Sayang pergilah ke kamar terlebih dahulu, Aku akan mempercepat kerjaan aku agar cepat usai lalu menyusul mu '' Pinta Arnold
Karena tidak ingin mengganggu, Cahra pun patuh dengan perintah sang suami untuk masuk kedalam kamar terlebih dahulu
'' Cepatlah menyusul, Bukannya tadi kata nya mau berc-ta '' Goda Cahra kepada sang suami
Arnold tersenyum '' Baik sayang tunggu aku di kamar '' Kata Arnold sambil mengecup bi_r Cahra
Setelah melihat punggung Chara sudah menjauh Arnold segera mengambil Handphone yang ia sembunyikan di bawah paha nya
Arnol. : Kau gila hah!! Jam segini kau menghubungiku, kau tau bukan jika aku sedang bersama istriku dan seharusnya kau ingat dengan perjanjian kita, kau tidak akan pernah mengganggu ku di saat aku sudah berada di rumah
Terdengar jelas jika Arnold sedang menahan amarah nya
Tirani. : Aku tidak lupa dengan perjanjian itu tapi Aku hanya menuruti permintaan putra mu untuk menghubungi mu sebelum ia tidur
Arnold : kau bisa memberikannya alasan, bukannya selama lima tahun ini kau selalu memberikan nya alasan hah!!
Tirani Menghelakan napas nya
Tirani. : Itu dulu sebelum ia bertemu dengan mu, dan sekarang apa salah Jiak Ronal ingin melihat mu sebelum ia tidur lagian hanya sebentar
Arnold. : Capet berikan Handphone nya ke Anak mu itu karena aku harus segera menyusul istriku
Tirani : iya iya bawel lagian Masing siang sudah mau main keringat saja
Cahra di dalam kamar ia baru saja Beres mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur yang cukup tipis dan tidak lupa menyemprotkan parfum di tubuhnya agar Wangi
" Papih pasti akan buas, apa lagi melihat penampilan ku yang seperti ini " Gumam Cahra tersenyum di depan kaca
Karena lama menunggu Arnold, Cahra membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memainkan handphone
Jam Sepuluh malam Arnold baru masuk kedalam kamar nya ia melihat sang istri yang sedang meringkuk di Atas tempat tidur dengan menggunakan pakaian tipis
Arnold berjalan ke tempat tidur lalu duduk ujung tempat tidur " Maafkan aku karena terlalu lama " ucap Arnold mengelus Kepala sang istri Lalu menyelimuti Cahra.
~ PAGI HARI
Cahra bangun dari tidur nya ia melihat sang suami yang sudah terbaring di samping
" Ya ampun aku ke tiduran " gumam Cahra
" Pasti semalam Pipih sudah berharap sekali tapi aku malah ke tiduran " Cahra merasa bersalah karena semalam dirinya ketiduran. Cahra sangat tau betul dengan shipat Arnold yang tidak akan membangunkan dirinya hanya karena Ingin bermain
Dengan inisiatif nya Cahra menggoda sang suami Namun dengan sekian detik Wajah Cahra langsung berubah
" Tirani " lirih Arnold di alam bawah sadar nya
Deg..
Cahra menghentikan aksinya " apa tirani " lirih Cahra pelan. Cahra masuk kedalam kamar mandi ia tidak tahan menahan air mata nya
__ADS_1
" Kenapa? Kenapa Pipih mengucapkan nama perempuan itu di saat ia sedang tidur? Apa...." Air mata Cahra sudah tidak bisa di bendung lagi hatinya sangat sakit mendengar nama perempuan lain yang di ucapkan oleh Suaminya
" Tidak.. tidak mungkin, ini pasti hanya kebetulan saja, tidak mungkin Pipih masih memiliki prasaan kepada wanita itu " Cahra menghapus air mata nya lalu menggelengkan kepalanya dan menepis kecurigaan nya