Half Of My Soul

Half Of My Soul
BAB 72 : Hari pernikahan Arnold dan Tirani


__ADS_3

Biasanya hari pernikahan itu akan membawa kebahagiaan untuk pengantin namun beda hal nya dengan Arnold, Android tidak menyambut dengan suka cita pernikahan nya karena ini bukan kemauan nya tapi kemauan keluarga nya


Beda hal nya dengan Tirani yang tersenyum Bahagia seolah mereka saling mencintai dan menyambut nya dengan suka cita padahal dalam hati nya dia menangis karena tidak ada satu pun keluarga nya yang datang


Tirani menatap Arnold yang cuek kepada nya, Ingin rasa nya Tirani bersandar di pundak Arnold dan mencurahkan isi hatinya dan di berikan kekuatan oleh Arnold, namun itu semua mustahil apa lagi Arnold tidak mencintai dirinya.


Anna dan Gray sangat terlihat serasi dengan pakaian yang senada " Selamat ya, Arnold dan Tirani Semoga keluarga kalian selalu di berikan ke bagaian amin " Ucap Anna tulus


" terimakasih Anna " jawab Arnold


" Rumah tangga akan selalu bagai Jika tidak ada orang ke tiga " Ucap Tirani menatap ke arah lain


Anna, Gray dan juga Arnold merasa heran dengan Ucapan Tirani " Ada apa dengan mu tiba-tiba bicara seperti itu, jangan membuat aku malu di sini " Tegur Arnold


" Kak, Anna maafkan Ucapan tirani, mungkin karena dia sudah mulai lelah makanya asal bicara " Ucap Arnold meminta maaf


Sedangkan Gray menatap Tirani dengan penuh selidik, tak ada senyuman dari Gray hanya ada tatapan dingin


" Iya tidak apa-apa Arnold, kalo gitu kami permisi dulu ya " Ucap Anna membawa sang suami, karena Anna tau jika suami nya saat ini sedang menahan amarah kepada Tirani


Arnold langsung menatap Tirani dengan tajam " Apa yang sedang kamu pikirkan hah!! jangan membuat Mood ku berantakan karena sikap mu yang tidak wajar "


Jujur saja jika Anna merasa tersinggung dengan ucapan Tirani, apa lagi dia bilang orang ke tiga dan nada bicaranya seperti mengarah ke dirinya


Anna Menggelengkan kepalanya lalu melihat ke arah sang suami yang sedang mengobrol dengan papi Arnold


" Aleta " panggil seseorang


Anna memancungkan kedua bola nya mengingat ingat " Maaf siapa ya??"


" ini aku, Lexus, masa kamu lupa " ucap pria itu


" sungguh " Kata Anna


" iya ini aku "


" Tapi Lukas yang aku kenal.."


" gemuk, berkacamata hahahah " Lanjut Lukas


Anna Terkekeh " kenapa kamu bisa kurus begini ?" tanya Anna


" mana pipi bakpao mu " Ledek Anna


Lukas menggaruk kepala yang tidak gatal " Kamu bisa saja, Aku jadi ingat dulu kamu sering sekali manggil aku pipi bakpao "


" Memang Saat itu pipi mu kaya bakpao, makanya aku lebih suka manggil begitu dari pada nama mu " jawab Anna Terkekeh

__ADS_1


Dulu Lukas adalah teman Sekelas Anna, dulu dia bertubuh gemuk bulat berkaca mata dan pipi nya yang bulat kaya bakpao, dulu hanya Anna yang suka menyapa dan baik kepada Lukas, beda hal nya dengan orang lain yang selalu meledek dan menjahili Lukas


Karen kebaikan Anna, Lukas berusaha untuk merubah dirinya menjadi kurus dan berisi karena jujur saja jika Lukas memiliki perasaan kepada Anna


Gray yang melihat Anna sedang mengobrol dengan seorang pria langsung ijin kepada Papi Arnold " Uncle aku ke sana dulu ya " pamit Gray


" Sayang " panggil Gray yang langsung merangkul pinggang Anna


" Dad " Ucap Anna


" halo kak " Sapa Lukas kepada Gray


" Hm, siapa dia sayang?" tanya Gray


Anna tersenyum, Anna sudah bisa menebak pasti suaminya tidak mengenal Lukas " Ini pipi Bakpao Dad "


" Lukas kak " ucap Lukas mengulurkan tangan nya


Gray mengerutkan kening nya " Dia laki-laki yang suka kamu tolong dulu ketika di sekolah ?" tanya Gray


" Iyah kak " jawab Lukas malu-malu


Lukas melihat Gray merangkul pinggang Anna dan Lukas baru sadar jika Anna sedang hamil " Eh maaf kak, apa kakak suami Aleta?" tebak Lukas


" Iyah, saya suami nya, kenapa.? apa kamu menaruh perasaan kepada istriku?" tanya Gray dengan tatapan jaman nya


" Mana mungkin aku menyukai istri orang kak, kalo dulu sih iya, tapi sepeti nya cinta ku telah bertepuk sebelah tangan " Lirih Lukas


Anna yang mendengar kejujuran Lukas langsung melotot tidak menyangka


" Itu kan dulu kak, kalo sekarang mana berani " Jawab Lukas


" Ya sudah kalo gitu aku permisi dulu ya, Aku mau ke Depan Dulu " Pamit Lukas


" Heh, awas saja ya jika kamu masih menyukai istriku habis kamu sama aku " Ancam Gray padahal Lukas sudah pergi jauh


" Sudah Dad, orang nya sudah pergi jauh " Tegur Anna


" Seperti nya mulai sekarang aku harus mengurung mu sayang " Ucap Gray membuang napas nya


" is jangan berlebihan Dad, mana mungkin ada yang mau sama wanita hamil seperti ku " keluh Anna


" Sudah ah, ayo duduk kaki ku sudah mulai kesemutan " Ucap Anna mengajak Gray


" baik lah " jawab Nya


~ Di Negara K

__ADS_1


Catlin baru saja bersiap karena ingin menyusul sang suami ke Restoran " Wah walaupun kamu sedang hamil tapi kamu masih tetap cantik Catlin " puji nya sendiri di depan kaca


" Non, mobil sudah siap " kata pelayan


" Oh, iya Bi, terimakasih nanti aku ke bawah " ucap Catlin


Catlin Langsung mengambil tas nya, tidak lupa menggunakan parfum. Catlin menaiki mobil yang sudah di siapkan oleh supir


Di dalam mobil senyum Catlin terus terbit bahkan berkali-kali membenarkan Riasan nya. Tak terasa mobil pun sudah terparkir di depan Restoran


" Makasih ya " Ucap Catlin


" paman langsung pulang saja soalnya aku bakaln pulang bareng Suamiku " ucap Catlin


" baik Non "


Catlin berjalan ke dalam Restoran beberapa pegawai menyapa nya ramah sambil menunduk


" Selamat malam Nona "


" Malam " jawab Catlin


Catlin berjalan ke arah, ruangan Karan dan namun langkah nya terhenti senyum di bibir nya hilang begitu saja


" apa kamu tidak kasihan kepada Mommy ku Karan " Ucap wanita itu " Dia sekarang lagi terbaring lemah di rumah sakit karena merindukan mu, meminta mu untuk pulang, apa lagi ketika Mom dengar kamu telah menikah dengan wanita yang tidak di sukai oleh Mom, sakit nya semakin Drop "


" Stop Noni, Aku tidak peduli dengan Mom, karena Mom sendiri yang sudah menyiksa dirinya sendiri " Kata Karan tegas


" Apa kamu menjadi setega ini karena wanita itu?"


" Dia istriku "


Ceklek


Karan dan Noni langsung melihat ke arah Pintu yang di buka


" Pergilah kak, jenguk Mom " kata Catlin menatap sang suami


Noni langsung berdiri dan langsung berjalan ke arah Catlin


Plak..


" Noni!!" bentak Karan


Catlin tersenyum getir sambil memegangi pipi nya yang sakit karena takaran Noni


" Tamparan ini tidak seberapa dengan rasa sakit hati nya mom " Ucap Noni dengan tatapan tajam nya

__ADS_1


" Dan kau pikir itu pantas hah!!" bentak Karan di wajah Noni


Catlin tidak bergeming dia langsung pergi meninggalkan ruangan Karan.


__ADS_2