
Di dapur Catlin dan Jasmine sedang menyiapkan makan malam lebih tepatnya Jasmine mengacak-acak dapur ia memotong sayuran dan bahan-bahan yang lain dengan pisau mainan yang di bawanya dari rumah
" Ni Gus? " Tanya Jasmine kepada Catlin sambil menunjukan potongan sayur nya
" Agak di kecilkan lagi sayang " pinta Catlin, walaupun tidak untuk di masak namun Catlin tetap mengajarkan Jasmine memotong sayur dengan benar Catlin tidak ingin jika Jasmine seperti dirinya Motong sayur pun tidak bisa
Catlin beberapa bulan yang lalu ia kursus memasak kepada Anna dan juga Cahra karena Catlin juga ingin membuatkan Makanan untuk sang suami apa lagi ketika melihat Anna dan Cahra yang begitu lihai menggunakan pisau membuat dirinya iri ingin bisa seperti mereka
" Wah Jasmine pintar ya, baru di ajarkan sekali langsung bisa " Seru Catlin Sambil tersenyum membuat Jasmine menunjukan gigi putihnya
" Mana ada pintal, Mine malah membuat kacau dapul Mami " keluh Kevin yang duduk di meja makan
Wajah Jasmine sudah memerah dan matanya juga sudah berair " oh tidak sayang maskaan mu bagus ko " bela Catlin agar Jasmine tidak menangis
" Is is is.. Mami boong itu dosa mami " Ledek Kevin sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya
Catlin mengedipkan kedua mata nya, ia tidak menyangka jika putranya bisa bicara seperti itu.
" Mami tidak bohong kak, Ini potongan sayur nya udah bagus tinggal di rapihin dikit lagi "
" Telselahlah " kata Kevin pasrah sambil Menyenderkan tubuhnya ke belakang Kursi
Tinggalkan rumah Catlin dengan kerusuhannya. Kita beralih ke rumah Gray dan Anna
Anna baru saja usai Menyiapkan makan malam, Vareel yang sudah Sangat aktif ia akan langsung memanggil Daddy nya untuk makan malam bersama
Vareel dengan menggunakan sepeda roda tiga mengetuk pintu ruang kerja Daddy nya
Tuk.. tuk.. tuk...
Anna dan Gray mengajarkan Vareel untuk selalu mengetuk pintu, entah itu pintu kamar pintu ruang kerja ataupun pintu rumah agar Kebiasaan sampai dewasa nanti
" Dad, Mom ajak mam " kata Vareel dengan suara anak kecil di balik pintu
Gray yang merasa di panggil langsung membuka Pintu ruangan kerja nya
" Eh ada anak Daddy " kata Gray sambil berjongkok
" Mom ajak mam " kata Vareel dengan wajah imut nya
Gray mengusap kepala sang putra " oke boy mari kita ke Meja makan " jarak Gray yang berjalan di belakang sepeda milik sang putra
Di meja makan Gray menaruh putra nya untuk duduk di Kursi khusus anak-anak
Anna tersenyum ia menaruh nasi dan lauk pauk di atas piring Gray lalu mengisi Piring Vareel dengan sayur dan ikan rebus
" Mom, aku mau itu " tunjuk Vareel ke arah udang cabe hitam
__ADS_1
" No sayang, itu makanan untuk orang dewasa kamu tidak boleh makan itu, jika mau besok pagi Mom buatkan khusu untukmu " kata Anna
" Janji? " Kata Vareel sambil menunjukan jari kelingking nya
" Janji sayang " jawab Anna membalas kelingking milik sang putra
" Sudah ayo Boy kita makan dulu, tapi sebelum makan apa dulu? " Tanya Gray kepada Vareel
" Berdoa dulu " jawab Vareel dan di balas anggukan oleh Gray dan anak
Gray dan Anna Selalu mengajarkan Putra nya untuk selalu berdoa sebelum makan, mereka sengaja menerapkan semua itu Agar Vareel menjadi anak yang di siplin.
" Udah Mom, dad " kata Verrell
" Kalo begitu ayo kita makan " ajak Anna
Di meja makan tidak ada suara Selain suara sendok dan garpu, Vareel juga dengan anteng nya makan tanpa bersuara
Setelah Makan usai Gray membawa sang putra ke Ruang Tv untuk menonton Acara ke sukaan Vareel
Sedangkan Anna sehabis mencuci piring Anna membawakan Buah-buahan yang sudah di potong oleh nya
" Mom bawa apa? " Tanya Vareel yang sedang membaringkan tubuhnya di Pangkuan Gray
" Ni Mom, bawakan Buah untuk putra Mom dan Daddy " kata Anna menaruh piring di atas meja
Vareel bukan anak yang suka pilih-pilih makanan bahan Vareel akan memakan apa saja asalkan dari tangan Mommy nya
" Kalo begitu buka mulutnya sayang " kata Anna memberikan satu potong buah kepada Vareel lalu kepada sang suami
" Dad, itu punya ku " keluh Vareel dengan mulut yang di monyong-monyongkan
" Hahaha Daddy juga mau boy " goda Gray
" Is Daddy " Keluh Vareel Melipatkan kedua tangannya di dada
Anna yang melihat Anak dan suaminya yang selalu berantem gara-gara hal sepele Hanya bisa menggelengkan kepalanya
" Sudah-sudah, Lagian kan Mom bawa banyak, jika Vareel masih mau nanti Mom ambilkan kembali " kata Anna
Vareel kembali Menonton Acara kesukaan nya dengan posisi membaringkan tubuhnya di sopa dan paha Anna di buat bantalan
" Dad, tadi aku dengar ada Kak Karan ke sini, ada apa? " Tanya Anna sambil mengusap kepala sang Anak dengan lembut
" Oh itu, dia mau menitipkan Kevin di sini karena ingin pergi berbulan madu " ucap Gray
Anna mengerutkan kening nya " bulan madu? Ko tumben " ucap Anna heran karena tidak biasanya Catlin akan pergi meninggalkan putranya apa lagi di titipkan
__ADS_1
" Iyah " jawab Gray singkat
" Sebenarnya bukan karena ingin pergi bulan madu, tapi mereka menitipkan di sini agar Kevin menghilangkan kebiasaan nya, kamu tau sendiri sayang Bagai mana Kevin Jika sedang ingin sesuatu, asal kamu tau sayang sekarang Kevin paling senang jika Jasmine main ke rumah nya karena dengan ada nya Jasmine Kevin akan meminta ganti rugi kepada Arnold agar bisa di belikan mainan baru " kata Gray menceritakan apa tujuan sebenarnya kepada Anna
" Heum ada bagus nya juga kalo kaya gitu, biarkanlah Kevin di sini beberapa hari, mudah-mudahan dengan pergi nya Kak Karan dan Catlin bisa merubah pola pikir Kevin "
" Iyah sayang, bukan soal uang, Uang mungkin bisa di cari tapi Akhlak tidak bisa di beli dengan uang. Makanya Mereka ingin merubah Kevin agar menjadi anak yang semestinya " kata Gray
Karena asik bercerita Sehingga Anna dan Gray lupa akan waktu, Gray memindahkan Vareel ke dalam kamar nya.
Setelah dari kamar Vareel Anna dan Gray masuk kedalam kamar mereka untuk membaringkan tubuhnya yang sudah terasa lelah karena aktivitas hari ini sungguh luar biasa melelahkan..
~ KEESOKKAN HARINYA
Pagi ini Gray Vareel dan Anna sudah berada di meja makan untuk sarapan namun Sarapan mereka harus terhenti karena ke datangan Karan, catlin dan juga Kevin yang sedang menangis sesenggukan
Anna yang melihat Kevin menangis langsung berdiri dan menghampiri Kevin
" Loh, ko anak Mom nangis sih sayang " kata Anna memeluk Kevin
Kevin yang takut dengan Anna dan Gray Langsung menghentikan tangisan nya
" Tidak apa-apa Mom hiks.." jawab Kevin yang masih terdengar rintihan nya
" Kalo tidak apa-apa kenapa nangis, ayo kita sarapan bersama " ajak Anna
" Apa kalian sudah Sarpan? " Tanya Gray dengan tatapan dinginnya
" Kamu sudah sarapan, kami ke sini Hanya ingin mengantarkan Kevin " ucap Karan
" Holeee... Kak Kevin main sini " seru Vareel yang kegirangan
" Seperti yang kemarin kita bicarakan, kami akan menitipkan Kevin di sini beberapa hari karena kami harus pergi " kata Catlin memberikan kode kepada Anna
" Oh baik lah, tidak apa-apa lagian bukannya Kevin juga suka main di rumah Mom Hem.. apa lagi ada Vareel " kata Anna mengelus pundak Kevin
Catlin yang awal nya merasa tidak tega meninggalkan putra nya namun kini ia harus tega ini demi kebaikan kevin
" Kalo begitu, kami langsung permisi saja ya soalnya Kita harus segera Sampai di Bandara " Pamit Catlin
" Oh baik lah, kalian hati-hati di jalan ya " kata Anna
" Iya, aku tutup putra ku ya Kak Gray Anna " kata Catlin
Catlin melihat kearah putranya " sayang Mami pergi dulu ya, mami janji mami perginya cuman sebentar " kata Catlin
" Iyan sayang, papi janji " ucap mereka berdua dan di balas dengan anggukan karena
__ADS_1